Berita dan Artikel

3 Tokoh yang Patut Diteladani Para Jomblo

Ahsan Ridhoi
Ditulis oleh Ahsan Ridhoi

Terkadang kita butuh beribu alasan untuk melakukan suatu hal. Suasana yang pas. Tempat yang asik. Hingga punya pasangan. Alhasil, bukannya terlaksana tapi malah tertunda. Bahkan gagal.

Seorang jomblo adalah makhluk yang suka menunda terlaksananya suatu hal. Enggan lulus kalau belum punya gandengan. Enggan mandi kalau belum ada yang nyuruh. Enggan tidur kalau belum ada yang mimpiin. Begitulah.

Mereka tak sadar, kalau sebenarnya status jomblo sangat berpeluang membentuk mereka menjadi pribadi yang revolusioner. Produktif! Karena jomblo adalah pribadi yang bebas. Yang tak terjerat pertanyaan pacar yang bawel!

Selain itu, cercaan teman, kejamnya mantan, sampai hardikan mantan calon kakak ipar, adalah pemecut semangat paling ampuh. Bukan suatu hal yang harus diratapi. Apalagi sampai bikin putus asa! Haram hukumnya! Ya, seperti kata Lenin, seorang yang revolusioner selalu hadir dari kondisi yang tak menyenangkan alias tak revolusioner.

Dalam hal ini, siapa yang sangka jika banyak tokoh revolusioner bangsa ini yang ternyata lebih bisa berkarya ketika mereka single. Sebut saja Hatta yang hanya mau menikah jika Indonesia telah merdeka. Subhanallah!

Nah, berikut adalah tiga tokoh revolusioner yang patut diteladani para jomblo:

  1. Tan Malaka

Tan Malaka yang memiliki nama kecil Ibrahim, adalah seorang revolusioner. Pahlawan nasional. Pemikir. Yang namanya sudah tak asing lagi. Terutama di kalangan aktipis-aktipis kiri.

Namun, siapa yang sangka jika seorang Tan Malaka tak menikah sampai akhir hayatnya. Tanpa pasangan, baginya, bukan alasan untuk berhenti memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Justru menjadikannya pria yang tak melankolis. Apalagi galau-galau sambel. Perjuangan dimulai dari diri sendiri, bukan pasangan.

Bukan begitu Kak Adit?

  1. WR. Supratman

Sepintas saja membaca atau mendengar nama ini, memori kita pasti akan langsung tersambung ke lagu Indonesia Raya. Tak salah lagi, WR. Supratman adalah pencipta lagu kebangsaan kita itu (anak SD juga tahu keleus).

Namun, sebagai pencipta lagu kebangsaan, nyatanya Bung Wage punya peruntungan yang kurang soal asmara. Bung Wage menutup usia tanpa pernah menikah. Tak pernah mengangkat anak juga.

Kalau tanpa pasangan saja Bung Wage dulu bisa berkarya, kenapa saya kalian para jomblo tidak?

  1. KH. Subhan ZE

Subhan ZE adalah seorang aktivis cum politisi cum intelektual muda NU. Tercatat ia punya rekam jejak sebagai tukang kritik dua rezim negeri ini, Orla dan Orba. Ia juga sosok yang gahol. Berdansa ia ahlinya. Kretek dia suka. Ah, sayang ia menutup usia terlalu muda, saat usia 42 tahun. Ia belum sempat menikah.

Hingga kini, kematian Subhan masih menjadi misteri. Kontroversial. Sebagian menyebut karena dia terlalu kritis terhadap rezim saat itu. Ya, pemuda memang harus kritis. Meskipun nyawa taruhannya. Bukan nangis meratapi mantan!

Bagaimana bangsa ini mau menguasai dunia, jika kepada mantan saja pemudanya sudah takluk? Ini negeri yang merdeka, bung! Bukan negeri yang merana!

Tentang Penulis

Ahsan Ridhoi

Ahsan Ridhoi

Mahluk bertampang tak layak jadian