Tips

5 Alasan Mengapa Jomblo Harus Move On

Tri Em
Ditulis oleh Tri Em

Diputusin pacar dan ditolak gebetan memang bukan hal yang menyenangkan. Bahkan bisa membikin hidup jadi terasa suram. Tanpa sadar kita pun kehilangan satu hal: kebahagiaan.

Bahagia itu perlu. Sangat perlu. Chuck Palahniuk, novelis asal Amerika Serikat mengatakan, bahwa kebahagiaan adalah cara terbaik untuk balas dendam. Jadi jika kamu patah hati, ingin balas dendam kepada mantan pacar atau mantan gebetan, yang perlu kamu lakukan adalah cukup dengan satu kata saja: bahagia.

Alasan kedua mengapa jomblo harus move on. Dikarenakan kondisi kesehatan kaum jomblo yang kerap memburuk. Jadwal tidur yang tidak teratur. Jarang makan dengan alasan tidak ada yang mengingatkan. Memperhatikan diri sendiri itu lebih baik, Mbloo, daripada terus-terusan mengenang mantan pacar atau mantan gebetan, yang sudah pergi sama pacar barunya. Nggak akan bikin perutmu kenyang.

Sulit menerima hal-hal baru adalah alasan ketiga mengapa jomblo harus move on. Misalnya, ketika ada temanmu tiba-tiba datang dan mengenalkan pacar barunya. Paling kamu cuma tersenyum. Lalu berkata, “Oh. Iya. Hehe.” sambil pura-pura senang menatap mereka. Sementara hatimu berkata, “Andai dia enggak mutusin gue…” Sampai kapan mau lari dari kenyataan?

Alasan keempat, yaitu karena ‘jomblo’ sering menjadi bahan ceng-cengan. Terus-menerus menjadi bahan ceng-cengan bisa membuat diri merasa minder. Ini tidak baik. Meskipun diputusin pacar dan ditolak gebetan itu pahit, tetap jomblo mesti percaya diri. Buktikan bahwa ‘jomblo’ bukanlah bahan ceng-cengan. Tapi jomblo adalah manusia paling tabah, yang patut dicontoh oleh fakir-fakir asmara di muka bumi ini.

Alasan terakhir mengapa jomblo harus move on. Karena mantan. Ya. Mantan! Mengutip definisi ‘mantan’ dari Jombloopedia. Bahwa mantan adalah pernah jadi kekasih, menghantui orang-orang yang gagal move on. Jika kamu patah hati, sebaiknya tak perlu berlarut-larut. Sebab akan selalu ada mantan yang tertawa, ketika kamu masih men-jomblo dalam kurun waktu cukup lama.

Mari berbahagia.

Tentang Penulis

Tri Em

Tri Em

Amorfati Fatum Brutum. Tim J @jombloodotco.