Surat Cinta

Teruntuk Kawanku yang Biasa Aku Panggil Padma

Jombloo Dot Co
Ditulis oleh Jombloo Dot Co

Bagaimana harimu di sana? Masihkah akrab dengan langit abu-abu? Hidupku di sini berusaha berdamai dengan hujan dan dinginnya cuaca.

Surat ini aku tulis karena beberapa hari yang lalu aku seperti melihat sosokmu, ya sosok Padma yang biasa aku jumpai beberapa tahun silam. Senyummu merekah sama seperti pertama kali aku mengenalmu di kampus saat penerimaan mahasiswa baru. Padma, aku mengamatimu hari itu dan aku tertegun bahwa senyum itu tak lagi membias. Sepertinya langitmu tak lagi abu-abu, ada sebuah hangat yang senantiasa menaungimu. Padma, tak mengenalkah kau pada kawan lama yang menjadi saksi air matamu? Ah, Padma kini tak lagi kebingungan mencari bahu untuk menumpahkan segala kekesalannya.

Hari itu tak hanya mengenali dirimu tapi aku juga mengenali seseorang yang biasa aku genggam tangannya. Padma, mungkin aku tak punya keberanian untuk bertukar sapa dengan kalian. Aku mengamati kalian dari balik hujan kota Surabaya. Padma, kamu berhasil membujuknya untuk menginjakkan kaki di kota yang terkenal dengan cuaca panasnya. Dulu aku susah payah untuk membuatnya mengunjungiku dan membayar rindunya. Sekali lagi aku hanya bisa diam saat melihat kalian dengan tawa yang renyah, seolah kota ini tidak ada aku di dalamnya. Sekali lagi aku tak berhak untuk merasa disakiti oleh kalian. Sekali lagi aku tidak menangisi kebersamaan kalian. Sekali lagi aku tak seharusnya berada diantara kalian. Sekali lagi aku tidak punya kuasa untuk merusak kebahagiaan kalian.

Padma, sekian lama aku memang tidak pernah mengikhlaskan untuk melepasnya. Namun hari itu aku sadar bahwa dirimu mampu membuatnya berkorban, setidaknya untuk orang yang di cintainya. Dan itu tidak terjadi padaku dulu. Butuh waktu lama untuk meyakinkan dia bahwa berada di sisiku bukan sebuah kesalahan dan bagimu seperti membalikkan telapak tangan untuk meyakinkan dia bahwa kalian layak bersama.

Sekarang kalian tidak perlu menutup wajah saat bertemu denganku, seberapa kuat aku berusaha untuk membuatnya kembali tidak akan berhasil. Mungkin untuk kalian mengucap cinta itu mudah dan kalian tidak salah. Bukankah kalian juga butuh pengakuan khalayak umum bahwa kebersamaan kalian adalah sesuatu yang pantas di banggakan. Padma, tak perlu lagi di sembunyikan bahwa tanganmu lah yang kini menggenggamnya. Tak perlu ku katakan seperti apa bentuk ikhlasku.

Padma, jika suatu hari nanti kalian bertatap muka denganku sudilah kiranya ku dengar langsung sapa kalian. Doaku untuk kebahagiaan kalian.

Dari teman lamamu.

#3HariMenulisSuratCinta

Tentang Penulis

Jombloo Dot Co

Jombloo Dot Co

Situsweb yang digerakkan dengan semangat kasih sayang.

Jombloo.co - Pilihan untuk bahagia.