Surat Cinta

Ubur-Ubur, Karena Kamu Adikku

Jombloo Dot Co
Ditulis oleh Jombloo Dot Co

Aku memanggilmu ubur-ubur. Aku suka memanggilmu dengan sebutan itu karena kegemaranmu menonton kartun Spongebob sepulang sekolah. Kamu menunjukkan ketidaksukaanmu saat aku memanggilmu seperti itu. Namun, aku tetap memanggilmu dan menyimpan nomormu dengan nama ubur-ubur. Dan kamu pernah menamaiku dengan sebutan Mak Lampir, tapi itu tidak berlangsung lama karena aku tahu kamu tidak tega memanggil namaku dengan sebutan itu. Terkadang aku berharap bahwa kamu akan mengacak-acak kamarku atau sekedar memainkan beberapa game di gadget kesayanganku.

Ubur-ubur. Aku suka mengganggumu bahkan terkadang kamu menangis atas ulah keusilanku. Kadang aku menyesal, tapi lebih banyak aku menikmatinya saat kamu tak berdaya atas tingkah kekonyolanku. Ya, karena kamu satu-satunya pelampiasanku di rumah dan kamu jarang membalas perlakuanku. Maaf ya Ubur-ubur.

Ubur-ubur. Kita bahkan mempunyai insting yang sama. Masihkah kamu mengingat saat kita memikirkan hal yang sama tentang seseorang walau kita berada di kota yang berbeda? Masihkah kamu mengingat saat kita menyukai warna yang sama dan secara tidak sengaja memilih model baju yang sama? Banyak hal yang menghubungkan kita dan itu  membuat kita seringkali kehilangan kata. Aku rindu.

Ubur-ubur. Kenangan saat kecil kita tidak terlalu banyak. Aku jarang mengajakmu bermain bersama dan kamu memilih bermain sendiri di kamarmu tentu dengan mainan favoritmu. Kadang aku mengintipmu dari jendela sekedar mengetahui permainan apa yang sedang kamu mainkan. Namun aku hampir tidak pernah bergabung bermain bersamamu. Entahlah waktu itu permainanmu tidak menarik, aku suka bermain di luar bersama anak kampong lainnya dan kamu memilih bermain di kamar.

Ubur-ubur. Saat beranjak dewasa kita bahkan hampir tidak pernah meluangkan waktu bersama. Ya, kita sibuk dengan dunia masing-masing. Kamu tetap menjadi seseorang yang pendiam dan lebih suka menghabiskan waktu di rumah dengan menonton kartun. Namun semua berubah ketika kita sama-sama berada di bangku kuliah. Awalnya aku sedikit keberatan dengan keberadaanmu saat harus satu kamar denganmu. Ya, hampir 17 tahun kita tidak pernah satu kamar.

Ubur-ubur, masihkah kamu mengingat pertengkaran kita saat awal hidup bersama sebagai anak kost? Aku menyesalinya sekarang. Maaf. Tapi  aku tidak pernah menyesal hidup denganmu selama beberapa tahun di kota perantauan.

Ubur-ubur, tak terasa hampir dua bulan kita memiliki hidup masing-masing. Kita terpisah oleh ribuan kilometer lagi. Maaf untuk perpisahan yang mungkin kamu membencinya. Maaf untuk semua perlakuanku. Maaf aku tidak bisa mengantarmu dengan baik menuju hidupmu yang penuh dengan kebahagiaan.

Ubur-ubur, terkadang aku menunggu teleponmu dan sapaan khasmu. Aku juga memaklumi bahwa kamu sekarang kesulitan untuk mencari sinyal. Jika kamu sedang turun gunung dan mendapatkan sinyal terbaik, teleponlah kakakmu ini. Aku rindu sekali mendengar adik kecilku merengek dan bercanda.

Ubur-ubur, adikku tak usah kamu bertanya apakah aku rindu padamu atau tidak, karena kamu ada di urutan pertama orang yang aku rindui.

#3HariMenulisSuratCinta

Tentang Penulis

Jombloo Dot Co

Jombloo Dot Co

Situsweb yang digerakkan dengan semangat kasih sayang.

Jombloo.co - Pilihan untuk bahagia.

  • Brianna Kyla

    #ubur-ubur-karena-kamu-adikku/ubur-ubur-karena-kamu-adikku/ubur-ubur-karena-kamu-adikku/

    S1288POKER – Dengan Proses Dana Deposit dan Withdraw Yang Super Cepat | BBM : 7AC8D76B