Surat Cinta

Untuk Astrid

Jombloo Dot Co
Ditulis oleh Jombloo Dot Co

Jakarta, 11 Februari 2015

Hei, apa kabar kamu? Masihkah tinggal di Sumatera sana? Seberapa panjang rambutmu sekarang? Masihkah kamu sering memainkan embun di gelas minuman dinginmu? Masihkah kamu sering menikmati hujan yang turun dari balik jendela? Sudah berapa jenis makanan yang bisa kamu masak sekarang? Masihkah kamu sering mendengarkan lagu-lagu Potret?

Ah, maaf aku membuka surat ini dengan begitu banyak pertanyaan. Setelah setengah dekade kita tidak berjumpa dan bertukar kabar, aku benar-benar kesusahan untuk memulai perbincangan denganmu. Pertemuan terakhir kita di Yogyakarta, aku masih ingat benar saat itu, pagi hari yang sendu di Bulan November tahun 2008. Matamu yang indah itu berkabut, aku tahu kamu benar-benar berjuang menahan air mata agar tidak mengalir deras di pipimu yang kemerahan itu. Bibirmu yang hangatnya  tidak pernah lagi aku temukan tandingannya, saat itu bergetar dan getarannya mampu menembus ruang-ruang hatiku yang hancur porak poranda.

Saat itu, kita berdua sama-sama tahu betapa masing-masing kita berada pada posisi yang paling rapuh. Dikemudian hari kita juga saling tahu tidak ada kedewasaan dalam pilihan yang kita ambil, keputusan yang sebenarnya sama-sama kita sesali.

Apalagi yang bisa aku bicarakan selain masa lalu denganmu? Perbincangan tentang masa depan sudah tak pantas lagi kita lakukan. Mimpi-mimpi kita dulu, tentang hidup tua bersama di rumah mungil tepi danau, meskipun sudah usang masih sering muncul di ingatanku saat hujan turun dengan tidak begitu deras. Mimpi-mimpi itu biarlah hanya hidup dalam ingatanku, toh aku juga tidak bisa membaginya dengan siapapun.

Sekarang aku tinggal di Jakarta, kota yang dulu benar-benar kita hindari. Dalam putaran aktivitas yang begitu cepat di kota ini, aku membenamkan diri, membatukan hati agar tak lagi jatuh cinta karena aku sadar betul hanya cinta yang bisa membuat hati benar-benar terluka.

Sedari kemarin Jakarta hujan, sore ini hujan masih turun dengan tidak begitu deras. Dari teras rumah tempat tinggalku, aku melihat bayanganmu sedang menari-menari di bawah hujan. Aku sudah terlalu rindu kamu, astrid, sepertinya.

Salam dari masa lalu,

Abhe.

#3HariMenulisSuratCinta

Tentang Penulis

Jombloo Dot Co

Jombloo Dot Co

Situsweb yang digerakkan dengan semangat kasih sayang.

Jombloo.co - Pilihan untuk bahagia.

  • Brianna Kyla

    #untuk-astrid/untuk-astrid/untuk-astrid/untuk-astrid/untuk-astrid/untuk-astrid/untuk-astrid/untuk-astrid/

    S1288POKER – Dengan Proses Dana Deposit dan Withdraw Yang Super Cepat | BBM : 7AC8D76B