Tips

3 Cara Jomblo Terbebas dari Sepi

Wawan Kurn
Ditulis oleh Wawan Kurn

 “Ah! Hatiku yang tak mau memberi
 Mampus kau dikoyak-koyak sepi!”
– Chairil Anwar

Penutup puisi “Sia-sia” karya Chairil Anwar sekilas menggambarkan sepi yang mengerikan. Bagi seorang jomblo, kadang kala kita mengabaikan sepi lantaran setiap hari kita diserang rasa itu. Namun, berdasarkan sejumlah penelitian tentang sepi, kita dianjurkan untuk belajar melawan sepi. Sebab sepi, dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Misal depresi, pola makan tidak sehat, jantung, dan lemahnya sistem kekebalan tubuh.

Ah, kasian jika jomblo harus bermasalah dengan sepi lalu berdampak pada kesahatan. Sudah seharusnya jomblo tetap menjaga kesehatan.

Agar kita tak mampus dikoyak-koyak sepi. Berikut tiga cara bagi jomblo untuk terbebas dari sepi. Sebut saja cara ini dengan istilah 3M untuk jomblo.

  1. Memelihara Hewan

Coba bayangkan jika di rumahmu, kau ditemani seekor kucing. Di dalam kamarmu ada dua atau tiga ekor hamster yang bermain dalam kandang. Atau mungkin di ruang tamu ada akuarium yang berisikan ikan hias berwarna-warni. Di halaman belakang kau mungkin memelihara seekor gajah atau hewan yang cukup besar. Suasana tentu akan berbeda.

Saya pernah memiliki beberapa hewan peliharaan dalam waktu yang sekaligus bersamaan. Saat itu saya mendengar dari saran seorang teman, yang juga melakukan hal yang sama. Kami berdua diserang perasaan sepi yang akut.

Ada banyak hal yang kita dapatkan dengan memelihara hewan. Misalnya, kita belajar tentang ketulusan (memperhatikan tanpa diperhatikan), kesabaran, dan membuat kita lebih bahagia. Memelihara hewan selain usaha mengusir kesepian, tanpa disadari kita belajar menjadi seorang yang sangat perhatian.

  1. Membaca Buku

Sebagian orang menganggap membaca buku itu membosankan. Tapi berdasarkan hasil observasi seorang teman perempuan saya yang jomblo, dia senang melihat laki-laki yang senang baca buku. Mungkin begitu pun dengan sebaliknya.

Saya mencoba membuat kesimpulan yang seperti itu. Perihal baca buku, tentu bukan sekadar tampil dan terlihat lebih keren. Tapi setidaknya sebagai cara untuk menemukan hal baru. Termasuk melawan kesepian.

Selain baca buku, kenapa tidak main sosial media saja? Boleh saja, namun hindari melihat akun dari mantan atau seseorang yang kau inginkan namun tidak menginginkanmu. Itu mungkin akan membuatmu lebih merasa sepi dan cemburu, hingga hatimu tercabik – cabik.

Berbeda jika kau memilih membaca buku, ada banyak pesan yang bisa kita dapatkan. Apalagi, jika kita membaca karya dari penulis yang mungkin baru saja patah hati. Atau mungkin telah menikmati status jomblo dengan suka cita.

  1. Menemukan Kelompok Senasib

“Jomblo, di situ kadang saya merasa sedih”.

Tapi, hal yang patut disyukuri tentang jomblo adalah bahwa kita tak pernah benar – benar sendiri. Setiap hari, jam, hingga detik, selalu ada jomblo. Ada banyak jomblo di sekitar kita, ada banyak ruang yang membuat kita bisa mengusir penderitaan menjadi jomblo. Dengan melihat masalah orang lain, kasus orang lain, kita bisa belajar dan berbenah. Kadang kala kita merasa orang yang paling tersakiti, padahal masih ada teman yang jauh lebih parah. Maka, bergabung dengan kelompok senasib dapat sangat membantu.

Di era digital seperti ini sangat mudah ditemukan ruang atau komunitas yang membela kehadiran jomblo. Salah satu ruang yang sangat membantu bagi para jomblo adalah, http://jombloo.co/. Dari sana, kita benar – benar akan menemukan tempat yang pas untuk berbagi.

Dengan 3M itu, semoga kita tak benar – benar tak mampus dikoyak-koyak sepi. Sebaik – baik jomblo, adalah yang menjaga kesetian pada kesehatan tanpa kalah dari rasa sepi. Selamat menjalankan 3M Mblo!

Tentang Penulis

Wawan Kurn

Wawan Kurn

Penulis senang memancing. Dan dapat disapa melalui twitter @wkhatulistiwa