Surat Cinta

Surat Sayang Terbuka Buat Siti

Jombloo Dot Co
Ditulis oleh Jombloo Dot Co

Siti yang cantik. Aku tahu maksud pedekateku kepadamu sudah menemui tahap kebuntuan yang genting. Hal itu sudah saya temukan dari bagaimana caramu bereaksi pada upaya-upaya yang saya lakukan dengan maksud mendapat perhatian kamu. Tapi apalah aku ini Sit. Cuma pecundang asmara dan penggemar Catatan Pinggir-nya Goenawan Muhammad.

Sebagai pengakuan, aku ingin sekali cerita padamu awal mula silaturahim BBM kita yang berlangsung satu minggu ini. Awalnya Rasikahlah pintu utama keinginan mengenalmu Sit. Saya melihat fotomu di PM Rasikah dan saya terpesona. Saya menanyakan sosok cantik itu… ternyata kamu. Lalu Rasikah dengan sangat antusias memberikan kontak bm kamu ke saya. Kamu tahu apa yang saya rasa kemarin-kemarin itu? Saya nervous. Perasaan yang hamper sama ketika saya pertama kali melihat langsung Kang Acep Z Noor (penyair idola saya) di Tasik. Setelah kamu acc saya. Saya senang sekaligus tambah gugup. Saya sampai harus menunggu sehari-semalam untuk kemudian menge-ping-mu. Dalam kurun waktu itu saya berpikir keras sekali. Barangkali sama kerasnya ketika Hawking mencoba mencari jawaban bagaimana asal mula alam semesta.

Tahukah kamu Sit. Tinimbang membutuhkan seorang kekasih, sebenarnya saya lebih butuh pekerjaan paruh waktu yang bisa meringankan cicilan kost-an, bayar utang, ngudud, dan belanja buku. Tapi kenyataan berkata lain.

Tidak ada pekerjaan yang tidak membosankan. Di mana-mana karakter Nyi Ontosoroh (Jomblo idealis dalam Tetralogi Bumi Manusia itu) bergentayangan. Entah bagaimana ceritanya novel-novel yang kubaca selalu punya karakter yang mirip dengan sosok Nyi Ontosoroh ini. Tegar tapi ngenes. (Agaknya penulis-penulis Indonesia sekarang kebanyakan memang sangat suka dan sengaja mengambil tokoh-tokoh dengan latar belakanmg karakter macam ini.)

Lagipula apalah gunanya menghayati puisi-puisi Acep Z Noor, atau mengikuti karya-karya Seno GA. Karena sesungguhnya semua buku ini hanya memenuhi kebutuhan intelektual saja. Sedang di hati kian lama kekosongan kian menganga terbuka.

Sebagai catatan saja Seno senang sekali menceritakan karakter-karakter para pecinta yang payah. Begitu juga dengan Acep Z Noor, puisi-puisinya begitu sunyi, penuh kerinduan, namun juga mendakan ketakberdayaan. Benar-benar pungguk merindukan bulan.

Siti yang manis karakter-karakter tersebut nyatanya cuma menyisakan perasaan yang sama di dada saya. Kamu tahukan apa rasanya kalau tiap buka BBM isinya cuma temen yang ngingetin tugas kuliah atau nagih utang doang? Sakit, Sit, sakit.

Sedang di sisi lain. Saya sering melihat sepasang kekasih ketawa ketiwi di mana-mana. Bahkan di toko buku, atau masjid juga. Saya senang sekali melihat mereka. Dan entah bagaimana saya belakangan ini membayangkan bahwa pasangan-pasangan kekasih itu adalah kita berdua. Meski itu tidak mungkin. Karena begitulah. Aku sudah dua kali BBM kamu, kamu cuma read doang. Saya lihat PM kamu, kayaknya kamu sedang berseteru dengan seseorang yang rasanya spesial. Sialnya orang yang spesial itu sepertinya bukanlah saya.

Da aku mah apa atuh, Sit. Mau banget ketemuan aja tersandung masalah kendaraan. Iya Sit, saya belum bisa naik motor. Kemana-mana saya jalan kaki, digonceng temen, atau pake angkutan umum. Tapi saya masih berharap kalau penolakanmu tidaklah berdasarkan hal motor ini. Sebab lebih enak ditolak jika karena saya ini tidak ganteng ketimbang disebut ga bisa naik motor. Itu membuat saya sakit bertubi-tubi. Udah jelek gak bisa motor pula! Kan sedih. Rian benar. Kamu terlalu cantik buat saya.

Neng Siti anu pang geulisna sa-UIN-Bandung. Pada surat sayang terbuka ini saya cuma mau bilang semoga kamu selalu senang, sholehah, cantik, dan akhirnya mendapat kekasih yang tampan dan sholeh. Kemudian kamu menjalin kisah kasih yang syar’I (hadduh!).

Intinya, seperti yang dikatakan Gus Mul “Yang penting Siti bahagia aja lah dulu. Kalau saya mah gampang, bisa nanti.” Salam sayang buat kamu Siti.

Sedangkan saya akan berpikir ulang tentang apa yang Adit bilang tempo hari yang lalu : atuh rid, mun teu bisa boga kabogoh mah bibisaan heula atuh kana motor. (Alah Rid. Kalau belum bisa punya pacar, atuh plis lah bisa naek motor dulu)

Wasalam Siti. Salam buat Ibumu. Sampaikan makasihku karena dia sudah melahirkan anak yang cantik sepertimu. Tabik.

PS: Semoga kamu tidak marah kalau tulisan ini dimuat di jombloo.co. Kalau pun kamu marah, aku cuma mau bilang “Aku suka kalau kamu juga suka aku”.

Tentang Penulis

Jombloo Dot Co

Jombloo Dot Co

Situsweb yang digerakkan dengan semangat kasih sayang.

Jombloo.co - Pilihan untuk bahagia.

  • Pingback: Guidelines Untuk Janda - jombloo.co()

  • Asep Abdul Rozak

    Ini siapa yang bikin tulisan? Jangan-jangan siti di tulisan ini sama dengan siti-ku anu pang geulisna sa-UIN-Bandung 😀