Surat Cinta

Andai Hatimu Dua, Aku Bukanlah Jomblo

Jombloo Dot Co
Ditulis oleh Jombloo Dot Co

Kau datang dengan wajahmu yang lusuh. Baju motif kembang yang kau kenangan terlihat muram meski warnanya cerah. Kau duduk tergesa-gesa, aku yakin, semua keluhmu ingin kau muntahkan kepadaku sesegera mungkin.

“Aku gak bisa begini terus sah, capek” kata pertamamu, kau menatapku seperti ingin dikasihani.

Ku sajikan secangkir air dingin, kau langsung meneguknya sampai habis, “Makasih, boleh nambah?”, kau tertawa tersipu. Mengecap bibirmu yang ranum dan mengkilap. Aku jadi tegang, meneguk liur, salah fokus.

“Kamu kenapa lagi?” Aku tahu, tiga kata itu yang kamu inginkan.

Lalu berderet-deret kalimat-kalimat keluh sakitmu kau muntahkan dihadapanku. Aku ikut mual.

Selalu begitu, kau selalu datang dalam keadaan ini padaku. Ku ibaratkan kau mobil dan aku hanyalah bengkel. Kau datang ketika hanya ingin memperbaiki kondisimu yang jengkel. Kau dengan mudah saja menceritakan tetek bengek kelakuannya yang membuatmu sakit hati.  Sikapnya yang acuh setiap kali kau membutuhkannya. Tapi aku senang, setidaknya ketika itu terjadi, kau akan datang padaku. Karena hanya denganku, kau bisa menceritakan segalanya, semuanya, sampai habis air matamu. Sampai puas pundakku kau sandari. Bukankah bengkel diciptakan untuk menciptakan sesuatu yang salah, sesuatu yang rusak?.

Sementara Dia, iya, dia yang kau cintai, Dia adalah garasi, tempatmu pulang, melepas lelah seharian. Dia adalah  tempatmu yang kau anggap ternyaman. Padaku, seberapapun lamanya kita bersama, aku sadar itu hanya sementara.

Ah ya, kau pernah bertanya, apakah aku sudah punya pasangan? Hah, seharusnya kamu tahu itu. Retoriskah? Atau kamu benar-benar memang tak menangkap sinyal itu? Aku menunggumu, menunggu hatimu kosong. Tapi tidak pernah, kau hanya akan selalu datang ketika kau sedang sakit hati karena dia, sedang dilanda sedih seperti sekarang.

“Mungkin cewek-cewek sekarang buta ya, harusnya salah satu dari mereka sudah jadi pasangan kamu. Secara kan, kamu itu istimewa. Andai aja, hatiku ada dua………..”Katamu, dulu, berkoar-koar.

“Kenapa?”

“Akan kubagi untuk kalian berdua”

Ah Sungguh Medina, aku bukanlah jomblo. Aku ingin melepas masa jomblo sekarang. Semudah melepas kolor.

Tentang Penulis

Jombloo Dot Co

Jombloo Dot Co

Situsweb yang digerakkan dengan semangat kasih sayang.

Jombloo.co - Pilihan untuk bahagia.

  • maria handayani

    P`0`K`E`R`V`1`T`A
    D.8.E.B.7.E.6.B
    #