Surat Cinta

UCAPAN PERPISAHAN BUAT NONA

Jombloo Dot Co
Ditulis oleh Jombloo Dot Co

Sudah lama saya ingin menulis tentang Nona. Ya, kamu Nona. Nona yang selama ini jadi tempat mengadu saya, menjadi pendengar dari cerita saya yang kadang tidak bermutu, menjadi penghilang rasa kesepian saya. Ya, cuma Nona.

Kenapa saya menulis ini ? barangkali cuma ini yang saya pikir saya bisa, meski tak pandai juga. Juga saya berharap dengan menulis saya bisa melupakan kamu. Karena mengingat indahnya simpul senyum bibirmu saja tampaknya sudah merupakan dosa. Maaf Nona.

Kisah kita memang tak layak ditulis, belum banyak kenangan yang kita buat bersama. Selama ini kita hanya menjalani kisah tak sampai. Cinta kita sudah tak berdaya, tak berdaya melawan jarak dan waktu. Ingin sekali saya membahagiakanmu dari jauh, Nona pun tahu itu. Sayangnya hal itu cuma delusi saya saja. Apalah arti cinta bila masing-masing tak pernah ada. Meski begitu saya tetap berusaha mengirimkan bunga saat wisuda dan makanan, dengan harapan perasaanmu tak akan pernah berubah.

Panta Rhei. Semua hal pasti berubah, kecuali perubahan itu sendiri. Ternyata memang benar kata Heraclitus, Semua berubah, cintamu, perhatianmu, juga tatapan matamu. Tidak, aku tidak akan menyalahkanmu. Saya anggap ini salah saya. Aku meninggalkanmu di saat kita sedang hangat-hangatnya. Kemudian kamu pergi ke pulau seberang, berharap suatu hari aku akan menyusul. Tentu saja saya berharap sama, tapi apalah daya, biaya ke pulau Jawa tidaklah murah. Kamu pun memaklumi itu, tapi saya tahu kamu kecewa dengan saya. Simpanlah semua kecewa Nona pada saya, saya pantas menerimanya.

Agaknya Nona bukan orang yang mudah menyembunyikan perasaan, walaupun nona seorang introvert. Saya bisa tahu nona sedang badmood ketika bbm saya tak dibalas, atau sedang capek ketika menanggapi singkat saat ditelpon, atau kamu sudah tak punya perasaan lagi pada saya saat kamu sibuk maen hp terakhir kali saya berjumpa di rumahmu. Saya sangat benci dengan orang yang sibuk maen hape ketika diajak ngobrol, tentu kamu sangat tahu akan hal itu, tapi kamu sudah tak perduli lagi. Ini yang jadi pertanda bahwa saya harus segera menjauhi Nona.

Saya juga benci perpisahan, terima kasih pada Nona yang telah diam-diam mengucapkan perpisahan. Biarlah bila nanti suatu hari kita bertemu di reuni SMA, saya akan bersembunyi dan kamu akan menghindar. Atau bila kamu benar-benar terpaksa menjumpai saya, anggap saya bukan siapa-siapa, anggap saya seperti orang asing. Saya ikhlas.

Namun kita tahu satu hal yang dilarang dilakukan setiap orang, Nona, yaitu memaksa. Saya tidak boleh memaksa kamu untuk tetap mencintai saya, begitupun kamu tak bisa memaksa saya berhenti mengharapkan kamu.

Terima kasih sekali lagi Nona mau menghabiskan waktu Nona yang berharga demi membaca curhatan saya ini, terima kasih juga untuk pernah mampir di hati dan tulisan saya. Salam.

Tentang Penulis

Jombloo Dot Co

Jombloo Dot Co

Situsweb yang digerakkan dengan semangat kasih sayang.

Jombloo.co - Pilihan untuk bahagia.

  • maria handayani

    LIVECHAT P`0`K`E`R`V`1`T`A
    ? BBM : D.8.E.B.7.E.6.B
    !