Surat Cinta

Untuk Gadis yang Kutemui di Kereta

Jombloo Dot Co
Ditulis oleh Jombloo Dot Co

Hai, apa kabarmu? Masih ingat denganku? Kita pernah bertemu enam tahun lalu dalam kereta yang mengantarkan kita dari Lampung ke Palembang. Aku memakai kemeja warna biru kala itu. Kemeja yang baru kubeli sehari sebelum kita bertemu. Kamu? Ah, sejujurnya aku tidak terlalu ingat kaos warna apa yang kau pakai. Aku hanya bisa mengingat serunya obrolan kita dalam gerbong yang penuh sesak itu.

Maaf aku tidak pernah menghubungimu pascapertemuan kita yang pertama sekaligus terakhir itu. Bukan tidak mau, tetapi tidak bisa. Nomormu menghilang bersama dengan raibnya handphoneku. Aku kehilangan beberapa kontak penting, termasuk milikmu.

Untuk gadis yang bahkan samar-samar kuingat wajahnya.

Seandainya kita bertemu di era ini mungkin kita akan saling bertukar akun Twiiter, Path, atau Instagram. Tetapi enam tahun lalu saat kita bertemu, kau bahkan tidak punya akun Facebook. “Merepotkan,” begitu katamu.

Kau tahu, belakangan ini aku mengetikkan namamu di mesin pencari Google. Berharap setidaknya kau sudah punya salah satu dari media sosial yang sedang ngetrend. Tetapi bahkan aku lupa nama belakangmu. Agustia-kah? Atau Agustina? Aku tak yakin pasti.

Aku mendapatkan satu nama yang juga berdomisili di Lampung, tempatmu mengejar gelar sarjana. Cantik, sama sepertimu. Tapi lagi-lagi aku tak yakin 100% kalau itu kamu. Ah, menyesakkan rasanya tidak bisa mengingat wajahmu dengan jelas. Memoriku hanya mampu menyimpan senyum dan lirikan matamu yang membuat nyaman.

Untuk gadis berambut panjang dari Prabumulih

Aku menyesal tidak bisa memenuhi ajakanmu mampir ke kampung halamanmu saat itu. Kau mengajakku menikmati durian dari pohon di kebun belakang rumahmu. Aku membayangkan kita duduk di saung pinggir kebun. Ditemani secangkir kopi atau teh manis, kita akan menunggu salah satu durian itu jatuh dari pohonnya. Lalu kita akan menyantapnya dan berlomba siapa yang paling banyak menghabiskannya. Adakah janjimu masih berlaku saat kita bertemu nanti?

Apa kabar kuliahmu? Masihkah dosen iseng itu suka mengganggumu? Aku yakin kau mampu mengatasinya. Seperti yang kubilang padamu saat itu, wanita secantik dirimu memang akan selalu jadi pusat perhatian. Nikmati saja.

Saat ini mungkin kau sudah bekerja ya. Menjadi guru yang kau inginkan sejak kecil? Alangkah beruntungnya menjadi muridmu. Aku? Ah, aku kini menghidupi diri dari menulis. Setiap hari aku harus berkutat dengan deadline ketat di koran nasional. Menulis surat ini untukmu menjadi oase buatku. Tentu sekaligus sebagai pelampiasan rindu.

Untuk gadis yang tak pernah lagi kutemui

Aku selalu berdoa agar suatu saat Tuhan mempertemukan kita kembali. Agar aku bisa memenuhi janjiku. Mengajakmu ke Dunia Fantasi. Kita akan naik roller coaster sampai mabuk. Tenang saja, aku akan memegang tanganmu. Menenangkanmu. Memastikan kita tidak akan pernah terpisah lagi.

Kau mau mencoba arung jeramnya? Kita akan basah-basahan di sana. Air itu akan mengusir semua rindu yang selama ini membebani. Lantas kita akan mengakhirinya dengan menenangkan diri di Istana Boneka. Kau tahu? Aku selalu suka musik yang mereka putarkan. Menenangkan. Sama seperti saat di sampingmu.

12 jam saat kita bertemu, adalah 12 jam paling menyenangkan bagiku. Tidak perduli orang berlalu lalang di kereta yang kita tumpangi, aku dan kamu tidak bisa berhenti bercengkrama. Bahkan saat kita terdiam, rasanya hati kita saling berbicara.

Masihkah kau ingat padaku?

Tentang Penulis

Jombloo Dot Co

Jombloo Dot Co

Situsweb yang digerakkan dengan semangat kasih sayang.

Jombloo.co - Pilihan untuk bahagia.

  • maria handayani

    LIVECHAT P`0`K`E`R`V`1`T`A
    ? BBM : D.8.E.B.7.E.6.B
    ##

  • maria handayani

    LIVECHAT P`0`K`E`R`V`1`T`A
    ? BBM : D.8.E.B.7.E.6.B