Tips

Belajar PDKT Lewat Menulis Cerpen

Kadin Kumala
Ditulis oleh Kadin Kumala

Urusan PDKT sudah diakui khalayak jomblo sebagai perihal sulit. Mungkin, lebih sulit daripada menulis. Buktinya, para penulis di situs ini didominasi para jomblo. Mereka bisa menulis sedemikian keren, tapi  masih susah dapat pacar. Artinya apa? Dalam hal PDKT kita harus banyak belajar.

Sebagai calon cerpenis terkenal (amin), saya banyak baca cerpen karya penulis hebat macam Mas Puthut EA, Eka Kurniawan, Iwan Simatupang dll. Saya baca cerpen berulang-ulang untuk menemukan “resep” apa yang mereka pakai sehingga cerpen mereka dahsyat. Dalam itu, saya bisa tangkap beberapa resep yang mirip. Dan mungkin resep ini bisa diterapkan juga dalam usaha PDKT.

Silahkan simak resep-resepnya:

  1. Kesan pertama

Dalam cerpen, judul dan paragraf pertama adalah magnet. Tujuan utamanya, menarik minat pembaca agar membaca kelanjutnya. Terlihat simple, namun fatal.

Judul haruslah menarik. Sebab, kalau tidak kemungkinan pembaca atau redaksi koran akan segera melewatkan tanpa membaca isinya. Judul yang datar membuat pembaca berpikir untuk tak perlu membaca isi. Sebagai contoh, mari kita lihat judul cerpen karya Eka Kurniawan: Kekasih Bulan Sepenggal. Terlihat sangat syahdu, bukan?

Setelah judul, paragraf pertama juga tak kurang pentingnya. Bila paragraf pertama sudah membosankan, pembaca akan malas melanjutkan sisanya. Paragraf pertama harus bisa memancing pertanyaan di benak pembaca, bagaimana kelanjutan ceritanya? Apa motif di belakang peristiwa? Dsb. Semacam permainan emosi.

Sama halnya dengan urusan PDKT, kesan pertama itu mematikan. Boleh jadi, kesan ini menjadi faktor utama penyebab banyaknya kegagalan saat PDKT.  Banyak jomblo yang remeh pada hal ini. Keremehan yang jadi bumerang dirinya sendiri. Termasuk saya.

Yang saya maksudkan kesan pertama di sini adalah tentang penampilan. Rasanya tidak mungkin lawan jenis tertarik sama kamu, bila kesan pertama yang kamu tampilkan pada doi adalah kamu seorang manusia gua. Pada saat pertama bertemu, kamu pakai baju kaos seminggu pakai tanpa dicuci, boxer motif kembang, sendal  jepit nyaris putus dan lebih parahnya tidak mandi. Selamat, kamu baru saja bikin doi illfeel.

Tolong jangan bawa-bawa kata mutiara “Orang akan lebih melihat hatimu, dibanding penampilanmu.” Itu sepenuhnya bullshit ‘omong kosong.’ Yang pertama dilihat orang adalah penampilan, bukan hati. Yakali, waktu nge-date pertama, si doi bawa kamu ke rumah sakit, terus memaksa kamu di-CTscan, supaya bisa lihat isi hati kamu. Buset dah. Jika penampilan kamu sudah oke, mudah-mudahan si doi mau diajak nge-date lagi.

  1. Pesan tersirat

Salah satu kriteria cerpen yang baik adalah penyampaian pesan oleh penulis tidak secara langsung, melainkan tersirat. Contoh yang buruk penyampaian misalnya, dalam sinetron. Seorang begundal yang kerjanya setiap hari berjudi, mabuk-mabukan, dan meneror orang, tiba-tiba langsung berubah saat istrinya yang saleha mendoakannya sambil berderai air mata di atas sajadah. Pesannya mudah ditebak dan itu-itu saja: doa adalah senjata utama melawan kejahatan.

Dalam PDKT, sebaiknya kamu tidak terang-terangan menunjukkan niat kamu memacari doi. Pelan-pelan saja. Jangan terburu-buru, tak peduli sebegitu kebeletnya kamu punya pacar. Sebab, bila kamu awal-awal BBM-an udah manggil sayang-sayangan, Insyaallah kamu bakal di-delcont. Meski pelan-pelan, kamu tetap harus menunjukkan niatmu yang sebenarnya, caranya dengan tatapan, perhatian dan sedikit rayuan. Tolong diingat, pesan cintamu yang terlalu tersirat bisa berakibat mentok di friendzone. Atau bila kamu terlalu pelan, pembalap lain segera menikung.

  1. Tak mudah ditebak

Hal inilah yang membuat sebuah cerpen menjadi luar biasa. Jalan cerita yang sulit ditebak serta ending yang mengejutkan, pastilah membuat pembaca berdecak kagum. Sebagai contoh lagi, cerpen Berburu Beruang karya Mas Puthut EA. Awalnya menceritakan serunya pertarungan dua orang bersenjatakan tombak bambu melawan seekor beruang ganas. Tapi, ternyata cuma imajinasi belaka.

Hubungannya dengan PDKT, adalah usahakan kamu jadi orang yang tidak mudah ditebak alias tidak membosankan. Si doi pastilah lebih memilih orang yang gaul, luwes, dan asyik. Wajar, supaya doi tidak malu memperkenalkanmu dengan teman-temannya. Bila kamu sehari-harinya cuma di kuliah-kosan, terus yang kamu tahu cuma main game online, kemungkinan besar doi berpaling ke gebetannya yang lain. Syukur-syukur cuma kamu yang mau sama doi.

Oke, sekian. Tidak banyak yang bisa saya bagikan. Maklum, saya juga masih belajar. Barangkali lain waktu Mas Puthut EA yang baik hati, sukarela membagi ilmunya. Hehehe…

Tentang Penulis

Kadin Kumala

Kadin Kumala

Cuma manusia biasa. Biasa tak dianggap, biasa dilupakan.