Tips

Buku, Pacar Paling Setia

Hikmawati Chotyun
Ditulis oleh Hikmawati Chotyun

Sesaat malam datang, menjemput kesendirianku. Dan bila pagi datang, kutahu kau tak disampingku. Aku masih di sini untuk setia.

Di era kompetisi seperti sekarang, setia sudah jarang ditemukan. Ibaratnya seperti mencari jomblo yang tidak kesepian, susah ditemukan. Sekalipun ada, setia yang benar-benar setia hanya dimiliki oleh orang tua terhadap anaknya, Tuhan terhadap hamba-Nya, ataupun jomblo terhadap kesendiriannya kasur terhadap bantalnya.

Tengoklah ke teman sampingmu, mungkinkah ia benar-benar setia? Dalamnya laut tak bisa diukur, isi di hati tak ada yang punya tahu, Bung! Apalagi selalu ada saja sepasang sahabat yang begitu lekat nan dekat, namun hanya karena perebutan harta, tahta, dan sering terjadi karena wanita, perang dunia ketiga tercetus diantara sepasang sahabat tersebut. Sebab diantara mereka ada yang berkhianat, dan belum memahami hakikat setia secara padat.

Dalam mencari sesuatu yang setia, ada satu makhluk yang bisa diuji kesetiannya, bahkan kesetiaan makhluk tersebut melebihi pacar bagi yang punya pacar. Dia adalah makhluk mati bernama buku. Men-copas dari pepatah arab yang berbunyi “Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku”, itu bisa menjadi  dalil kepongahan bahwa buku adalah salah satu makhluk mati yang setia dan bisa dijadikan pacar bagi para jomblo.

Di era digitalisasi yang semakin mainstream, sulit memang menemukan manusia yang bergandengan dengan buku. Harusnya buku selalu dibawa, seperti kata almarhum Mbah Surip, digendong kemana-mana. Layaknya detektif, ada beberapa alasan yang bisa dikupas mengapa buku bisa lebih setia daripada pacar.

Buku sebagai air ketika sedang kehausan. Dengan gudang ilmu yang dimilikinya, ketika kita membutuhkan bacaan atau pengetahuan yang harus di’minum’, buku siap menjadi air yang mengaliri rasa haus.

Buku sebagai ‘boneka’ yang menemani tidur. Biasanya bagi yang tidak sendirian, pasangan menjadi ‘boneka’ sebagai penghantar tidur. Namun bagi jomblo, justru buku bisa menjadi pacar setia  untuk menemani malam sebelum tidur. Bahkan baru memegang buku saja sudah lelap tertidur.

Buku sebagai ‘ojek’ yang mengantarkan ke masa depan. Jika pacar berfungsi sebagai tukang ojek kesana-sini dan tanpa bayaran, buku juga bisa menjadi ojek yang mengantarkan kita ke masa depan yang gemilang. Dengan luasnya ilmu yang terkandung di dalam buku, lautan ilmu yang dibaca tersebut menjadi satu kunci kesuksesan dalam melihat jendela kesuksesan. Buku terpegang, masa depan tergenggam.

Buku sebagai pengganti gadget ketika kesepian. Jangan khawatir bagi para jomblo ketika kuota internet habis, hidup seakan di dalam kuburan. Sebab dengan hadirnya buku, dia bisa menemani kesepian paten kalian menemani malam minggu dan hari-hari para jomblo yang suram tanpa pasangan.

Sebenarnya masih banyak alasan yang bisa dikupas, mengapa buku bisa dijadikan ‘pacar’ terutama bagi jomblo. Sebelum menemukan alasan yang lain, cobalah laksanakan empat fungsi buku tersebut. Yakinlah, jika hal itu dilakukan kalian akan merasa memiliki pacar paling setia menyaingi lagu setia milik Jikustik di atas.

Tentang Penulis

Hikmawati Chotyun

Hikmawati Chotyun

Perindu Pelangi (dan pasangan). Biasa dipanggil Iik. Mahasiswi (tidak) unyu-unyu jurusan Komunikasi Penyiaran Islam FDIKOM UIN Jakarta Semester 2.