Berita dan Artikel

Harkitnas, Saatnya Jomblo Bangkit

Azhar Azziz Afifi
Ditulis oleh Azhar Azziz Afifi

Bulan Mei memang bulan yang punya banyak arti. Tak hanya bagi yang berulang tahun pada bulan kelima pada sistem penanggalan masehi, atau bagi mereka yang berbintang Taurus, bulan Mei juga punya arti banyak bagi bangsa Indonesia. Setelah pada awal bulan diawali dengan Hari Buruh, selang beberapa hari ada juga Hari Kebangkitan Nasional.

Tak elok rasanya jika berbicara tentang hari Kebangkitan Nasional pada situasi seperti ini, sudah terlalu banyak orang yang membicarakannya dan bahasnya pasti terkait soal itu-itu saja. Tak banyak yang membicarakan jomblo dalam bahasan mereka. Kasihan sekali para jomblo, mereka seperti terlupakan.

Hari Kebangkitan Nasional tak elaknya berhubungan erat dengan bangsa Indonesia. Tentu bukan hanya soal bangsanya, Kebangkitan Nasional bagi para jomblo juga sebagai titik balik. Dimana mereka (jomblo –red) yang sudah terlalu lama mendekam dalam kesepian hati harus bisa menemukan sebuah revolusi untuk kisah asmara mereka. Mereka harus bangkit, bukan sekedar berbicara atau sekedar berdemo menuntut presiden seperti Jonru membuat resolusi untuk masa depan hubungan mereka. Tapi, dalam rangka menghayati hari Kebangkitan Nasional para jomblo mempunyai hal pelik yang mau tak mau harus diselesaikan demi terciptanya bahagia dan keluar dari kesepian yang sudah terlalu lama mereka dekami.

Memang tak bisa ditepis fakta bahwa banyak para jomblo lebih memilih untuk tetap menikmati kesepian yang sudah kadung menemani mereka berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan ada yang bertahun-tahun. Hal ini yang membuat para jomblo bangsa Indonesia tidak bisa sukses dalam mengimplementasikan hari Kebangkitan Nasional dalam kisah asmara mereka. Bukan hanya itu saja sebenarnya, banyak para jomblo juga yang lebih memilih menikmati masokis meng-galau-i mantan daripada bangkit dari keterpurukan.

Banyak cara sebenarnya untuk bisa lulus dan mendapat nilai bagus dari dunia perjombloan, apa iya mau kalah sama anak SMA? Mereka saja sudah lulus dari sekolah dan dapet nilai bagus pula, kalaupun tidak dapat nilai bagus ya lulus. Yang jomblo kok ya Jomblonya masih aja belum lulus-lulus. Mungkin mereka harus belajar dari anak SMA atau kalau tidak ya beli kunci jawaban agar lulus.

Wacana mengentaskan kemiskinan yang dicanangkan pemerintah harusnya juga diikuti dengan wacana untuk mengentaskan Kejombloan, ini bukan gurauan atau sekedar candaan. Ini benar-benar wacana yang harus segera diterapkan untuk mengurangi hal-hal yang merugikan negara. Tidak percaya? Bayangkan berapa banyak para buruh yang tidak bekerja karena galau habis diputus pacar atau ditolak saat mengungkapkan perasaannya? Atau berapa banyak air yang terbuang sia-sia karena jomblo sedang meratapi nasibnya dibawah shower? Tidak pernah berfikir sejauh itu?

Kebangkitan Nasional bukan hanya soal mengurusi hal-hal pelik bagi bangsa Indonesia yang sejak dulu hanya jadi wacana, tapi juga hal-hal kompleks mendasar seperti kejombloan.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional dan segeralah bangkit dari kejombloan!

Tentang Penulis

Azhar Azziz Afifi

Azhar Azziz Afifi

Pecandu musik dan penikmat senja.

  • maria handayani

    LIVECHAT P`0`K`E`R`V`1`T`A
    BBM : D.8.E.B.7.E.6.B
    #