Tips

Muda, Jomblo, dan Berbahaya

Jesita Moidady
Ditulis oleh Jesita Moidady

Kita patut berterimakasih pada pemuda-pemuda ini, terhormat atas jasa-jasanya yang selalu dikenang. Kita juga patut berterimakasih pada kejombloan mereka. Tak bisa dipungkiri faktor kejombloan ikut berperan signifikan sehingga memungkinkan mereka selalu total – berkarya sampai mengorbankan diri demi membangun bangsanya. Pada jamannya pun sekiranya orang merasa segan bila mesti merecoki kesendirian mereka. Siapa saja mereka?

  • W.R. Supratman

Pengarang lagu kebangsaan Indonesia, ‘Indonesia  Raya’ ini banyak menciptakan lagu-lagu bertema perjuangan demi mengobarkan semangat pergerakan nasional, akibatnya ia sering di buru dan pernah ditangkap polisi Hindia Belanda. Ia tidak menikah selama hidupnya dan mati muda pada usia 35 tahun. Coba bayangkan seandainya pada waktu itu beliau tak menjomblo pasti bakal gagal fokus dalam menciptakan lagu-lagu perjuangan, malahan mungkin lebih tertarik menciptakan lagu-lagu cinta mendayu-dayu buat pacarnya, kira-kira serupa dengan lagu-lagu ciptaan Mas Anang Hermansyah. “Jodohkuuuuuuuu…..”

  • Tan Malaka

Agak susah mencari contoh sempurna dari seorang jomblo tulen yang idealis serta revolusioner selain Tan Malaka. Perhatian untuk perjuangan bagi bangsanya sangatlah jauh diatas hasrat ingin memiliki pasangan. Meski ia hidup di masa yang jauh berbeda dengan sekarang tapi tetap saja yang namanya menjomblo ya pasti sulit juga. Seumur hidup berjuang, dan mati karena mempertahankan keyakinan, bukan mempertahankan kenangan mantan yang tak kunjung balikan.

  • Chairil Anwar

Chairil Anwar sebenarnya berpotensi untuk menjadi playboy; seorang penyair, urakan, juga flamboyan. Meski pernah menikah namun dalam beberapa puisinya menunjukan bahwa ia pernah berkali-kali patah hati; dengan Mirat, Gadis Rasyid, Sri Ayati – sepertinya masih banyak lagi – dapat diketahui  dari buku ‘Aku’ karya Sjuman Djaya. “Nasib adalah kesunyian masing-masing” dan enam puluh enam tahun yang lalu si binatang jalang mati dalam sunyi.

  • Soe Hok Gie

Seorang demonstran yang hingga kini namanya terkenal di kalangan mahasiswa. Meskipun banyak orang (juga perempuan) yang terpesona pada keberanian, kejujuran serta intelektualitasnya namun ia jelas kurang beruntung dalam hal asmara. Gie selalu terlibat dengan perempuan-perempuan yang sama; yang maju mundur alias labil dengan perasaan sendiri, juga sayangnya setiap orang tua dari perempuan yang ditaksirnya tak pernah merestui hubungan mereka,  ia sampai curhat kegalauan hatinya pada sang kakak Arif Budiman, “Orang hanya membutuhkan keberanian saya tanpa mau terlibat dengan diri saya.”

Wahai pemuda Indonesia teladanilah segala yang positif dari mereka, sesungguhnya tak ada jomblo yang sia-sia jika diisi dengan dan karya dan prestasi, paling tidak membuat kamu mampu bertahan dari olok-olokan setajam silet yang selalu kejar tayang dikehidupanmu, juga dari gosip miring yang dengan sengaja pelan-pelan dihembuskan ibu-ibu komplek dikala sedang riuh ngutang belanja sayuran. Ayo bergerak berkarya daripada cuma sibuk memperpanjang duka nestapa jomblo saja.

Oh iya kalo jaman sekarang ada sih beberapa pemuda jomblo yang tidak kalah spektakuler dari nama-nama diatas, tapi enggak usah disebutin yeh nanti jadi pada ge-er. Wassalam.

Tentang Penulis

Jesita Moidady

Jesita Moidady

Penulis lepas, cantik sejak dalam pikiran, pemilik akun @SisitSita