Tips

Twitwar sebagai Dalih Berkenalan

Ilham Latul Qadari
Ditulis oleh Ilham Latul Qadari

Jika Anda jomblo yang mengikuti perkembangan sosial media, Anda dapat melihat bahwa kita sedang memasuki era perang opini di dunia digital. Debat-debat baru terus bermunculan, dan akan terus sedemikian rupa entah sampai kapan.

Ini bahaya yang mendesak untuk kerukunan bangsa. Karena Anda tahu, sebagian orang Indonesia ini gobloknya setengah mampus. Dibawa adu argumen dikit, langsung bawa-bawa agama, suku, ras, status asmara (ini bagian paling menyakitkan), dan lain sebagainya. Namun di balik semua bahaya, tentu ada potensi asmara di sana.

Ternyata, usut punya usut, dalam situasi twitwar pun sebenarnya anda dapat menjaring benih-benih cinta dengan orang lain. Sungguh penemuan terbaru ini memang mengejutkan. Tapi ini sahih, nyata, dan bisa diperdebatkan keabsahannya. Beginilah caranya:

Langkah utama dan pertama adalah stalking akun calon lawan gebetan anda (kalau belum punya silakan dicari terlebih dahulu). Ini penting. Dari sini Anda akan melihat bagaimana gerak-gerik dia, bagaimana sikap politisnya dalam melihat suatu isu, serta seberapa sering dia ikut dalam perdebatan. Anda bisa memetakan semuanya. Mempelajari lebih jauh pola-polanya dalam menanggapi setiap masalah. Dan berdoa supaya akun Anda tidak salah pencet favorit.

Setelah tauh pola aktivitas akun sang gebetan, saatnya memindahkan itu semua ke akun Anda. Apanya yang dipindah? Ya semua yang sudah Anda catat. Lha, kok jadi bingung? Intinya begini, misal ada 3 isu hangat: PSSI, Hukuman Mati, dan KPK vs Polri. Lalu sang gebetan hanya berniat membahas KPK vs Polri dengan kecenderungan ia lebih mendukung KPK. Anda harus mengambil langkah cepat. Lupakan dua masalah lain. Anda hanya perlu ikut mengomentari KPK vs Polri. Segera kirim twit-twit yang mendukung KPK, kalau Anda tidak tahu harus bagaimana, jangan ragu untuk berkonspirasi.

Pokoknya argumen Anda harus sama dengan paham gebetan Anda. Jangan malah berbeda. Lha kalau beda yang ada kalian malah twitwar. Kan bahaya. Tapi juga jangan lalu sama semua. Nanti malah dikira copas, plagiasi kayak mahasiswa. Ketika langkah kedua terlaksana, dan akun Anda telah sepaham dalam berbagai isu, saatnya untuk menarik perhatiannya pada Anda. Tapi ini bagian terberat. Sebelumnya, Anda harus pastikan foto profil Anda menarik, twit-twit anda cerdas dan elegan, bio Twitter juga sebisa mungkin mengilangkan embel-embel “follback? Just mention!”

Saat semua itu telah terlaksana, Anda bisa mulai lebih agresif. Namun juga, harus tetap kenal momentum. Misalnya, jika ia kultwit tentang konspirasi kumis BG dalam pelemahan institusi KPK, Anda harus cepat retweet setiap twitnya. Jangan ada satu twit pun yang terabaikan. Dengan begitu ia akan berpikir bahwa Anda menyimak dengan baik. Lalu setelah ia selesai, cepat mention dan katakan “Kultwitnya mantap! Berisi banget!” lalu tambahkan emoticon 🙂 di setiap akhir kalimat.

Sang gebetan saat itu pasti mulai memperhatikan Anda. Hatinya mulai bertanya-tanya “Wah siapa nih sering nge-retweet?” Lalu saya yakin setelahnya ia akan main-main ke akunAnda dan kagum melihat kepribadian Anda yang sebetulnya sudah diatur sejak awal. Bidadari masuk perangkap!

Setelah scroll-scrool timeline Anda, sang calon gebetan pasti terharu, ternyata Anda juga punya sudut pandang yang sama. Ia juga pasti berdecak kagum melihat twit-twit Anda yang elegan, bio twitter yang keren, serta foto profil penuh gairah.

Setelah begitu, Anda jangan senang. Itu baru awal. Tentu tidak mungkin dalam sekejap itu ia langsung kirim DM Anda dengan kalimat syur semacam, “Kosan sepi, Bang?”

Semuanya butuh waktu. Lakukan terus seperti awal. Jangan lupa selalu berkomentar setiap ia berargumen, lakukan sepanjang hari-hari berikutnya dan harus secara konsisten. Setelah saling mengenal, baru mulailah DM-DM-an. Selanjutnya terserah Anda.

Hanya itu saja caranya. Gimana? Mudah kan? Terlampau mudah memang. Jadi jomblo sekarang memang harus pandai-pandai memanfaatkan situasi, jenderal! Hehe… Selamat mencoba!

Tentang Penulis

Ilham Latul Qadari

Ilham Latul Qadari

Jomblo Berakreditasi A. Bergiat di www.ilhamlatulqadari.blogspot.com.