Tips

Lima Cara Ampuh Dapet Gebetan

Govinda Al Araaf
Ditulis oleh Govinda Al Araaf

jombloo-agusMemiliki pasangan, mungkin bagi sebagian orang adalah sesuatu yang penting. Bahkan wajib. Beberapa teman saya bahkan tak pernah saya temui tanpa memiliki kekasih. Andai pun memang sedang tidak punya lantaran baru putus beberapa hari sebelumnya, tapi percayalah, hanya dalam beberapa hari berikutnya pasti dia sudah memiliki pasangan barunya. Dan tentu saja, memberi pengumuman melalui sosial media tak mungkin ia lewatkan begitu saja.

Sejujurnya saya sendiri tidak memiliki tendensi apa pun terhadap status seseorang. Saya tidak terlalu peduli terhadap mereka yang tengah menjalin hubungan–sedang berpacaran, sedang pendekatan, sedang digantungin, atau sedang berpacaran dengan masa lalunya yang belum tuntas tentu saja–atau tidak sama sekali, alias menjomblo.

Kenapa? Karena bagi saya itu adalah pilihan. Sama halnya dengan, lebih baik mana: sarapan atau melanjutkan tidur? tentu saja dua pilihan tersebut bisa dijawab dengan argumen yang sama-sama kuat.

Bagi mereka yang menjunjung pola hidup sehat, tentu saja, sarapan bergizi akan menjadi pilihan. Tapi jelas berbeda jika pilihan diberi kepada seorang pengangguran asmara, eh maksudnya, mereka yang tidak terlalu peduli terhadap teori-teori klasik kesehatan. Saya yakin mereka akan lebih memilih melanjutkan tidur. Karena selain melanjutkan tidur dapat membawa kita ke alam mimpi, tidur juga gratis! Jadi gak ada uang yang harus keluar. Jelas?

Nah begitu pun dengan menjalin suatu hubungan. Bisa jadi penting, bisa jadi gak penting juga. Tergantung apa dan bagaimana pola pikir seseorang memandang perilaku tersebut (pacaran). #halah

Bagi mereka yang terlalu mendewakan perilaku ini, sering kali terlihat durja (kalau istilah sekarang:muka madesu) tatkala tak ada seorang pun yang memilikinya atau menjadi pacarnya. Akhirnya, mulai lah mereka melakukan sederetan strategi agar kembali bisa menjalin hubungan.

Ya, hal itu bisa dimulai dari mengapdet status di media sosial; menceritakan segala kegalauan yang dirasa, terus mulai membagikan nomor hp atau pin BB, dan tak lupa menambahkan kata-kata copywriting: Invite me, buat nambah-nambah teman. Harapannya satu: ada yang invite, ngobrol dan kemudian diberi harapan palsu, eh maksudnya dipacari, minimal bisa jadi gebetan deh. Hore!

Cuma menurut saya hal-hal seperti itu terlalu kampungan (maaf kalau ada yang tersinggung). Kamu sama halnya tidak menganggap dirimu berharga, kamu malah “menjajakan” dirimu dengan begitu “murahnya”. hehe.. Maaf tidak bermaksud mendeskriditkan kamu, cuma ya emang gitu.

Saya punya beberapa tips, yang mungkin saja bisa kamu gunakan untuk mendapatkan pasangan impianmu, tertarik?

  1. Perbaiki penampilan

Yup, seperti yang sering dikatakan para motivator: Jodohmu adalah cerminan dirimu. Jadi jangan pernah mimpi bisa dapatkan Pevita Pierce tapi mandi saja hanya sehari sekali.

Salah satu teman saya sering mengeluh gak punya pacar. Meski tak pernah ngaku kalau pingin pacaran, tapi statusnya itu lho yang bikin gimana.

Dari segi fisik wajah anak ini memang tidak jelek, malah cukup menarik. Tapi ada satu hal yang mengganggu mata saya kalau bertemu dengannya: bulu hidungnya. Ya, bulu hidungnya gondrong banget. Mungkin mau buat penyamaran kumis kali yak? Ah entahlah, tapi coba sedikit dirapihin itu bulu hidungnya, minimal sampai gak terlihat mana awam.

  1. Perbanyak relasi

Para ustadz sering berpesan kepada kita: Silaturhmi dapat memperpanjang umur dan mendatangkan rezeki, pernah dengar? Ya, begitu pun soal jodoh. Kita harus rajin-rajin bersilaturahmi dengan memperbanyak rezeki. Ya siapa tahu kan, dari roadshow pengajian yang kamu lakukan, ada gitu satu ukhty yang tertarik dengan pesona mu.

  1. Jangan lupa caper

Ingat jaman sosial media adalah jamannya caper. Pada jaman ini semua orang berlomba-lomba untuk menunjukkan sesuatu kepada orang lain, entah itu: foto narsis, soal ujian, atau bahkan puisi. Kalau memang kamu mahir dalam merangkai bait-bait puisi, bukankah sebaiknya kamu menulisnya di sosmed lantas berikan inisial si do?

  1. Wajib melakukan sepik

Sepik adalah esensi dari pendekatan. Ibarat perang, kita sudah berhadapan langsung dengan musuh, tapi musuh belum tahu, kita akan menyerangnya ke arah mana. Nah pada tahap ini, pastikan pergerakanmu tidak mudah ditebak lawan. Paham?

  1. Berdoalah sebelum tidur

Yak, jika cara pertama sampai ke empat sudah kamu lakukan dan ternyata gagal, ada baiknya kamu mengikuti langkah yang ke-5 ini. Berdoalah sebelum tidur. Berdoalah agar sang pujaan hati bisa menjadi pacar meski hanya di dalam mimpi. Bukankah pernah merasakan bahagia itu lebih baik daripada sekedar membayangkannya?

Tentang Penulis

Govinda Al Araaf

Govinda Al Araaf

Sehari-hari biasa saya menghabiskan waktu saya untuk kuliah dan berselancar di dunia maya. Bisa disapa di @govindastro

  • cahyo

    cara-ampuh-dapet-P0K3RV1TA D.8.E.B.7.E.6.B-gebetan