Curhat

Anti-klimaks Ramadan  

Jesita Moidady
Ditulis oleh Jesita Moidady

jombloo-antiklimaksPertama-tama saya ucapkan selamat menjalankan ibadah di bulan suci ramadan, khususnya golongan jomblo bermartabat dimanapun berada (kalau punya pacar, udah putusin aja!!!). Baik yang ngotot minta dihormati, setengah ngotot, maupun yang selo-selo saja. Oh ya, hampir lupa, selamat pula untuk saya yang selangkah lagi akan mencapai level jomblo makrifat. Subhanallah. Insya Allah calon menantu idaman bidadari surga.

Jika bulan ramadan kali ini peluang untuk menyandang status jomblo masih sangat besar, itu artinya sudah takdir diantara rasa gembira pasti terselip pula perasaan sedih yang berkecamuk. Ah sudahlah, Mblo! Mikirin sahur dan berbuka ditemani pasangan itu sah, tapi lebih baik kita mikirin yang pasti-pasti saja, ya kan? Agar tetap terjaga kesehatan jasmani dan rohani.

Kita harusnya bersyukur karena banyak kenikmatan yang bisa kita raih di bulan ramadan, misalnya iman; iman kita mestinya lebih kuat dan kokoh (ini iman apa semen nih?). Dari kaum pacaris dan gebetaris, otomatis ibadah jadi lebih khusyuk. Kita tidak akan tergoda begitu saja untuk bolos tarawih saat mendapatkan pesan singkat dari pacar atau gebetan, yang ngajakin mojok atau jalan. Lah, mau tergoda bolos gimana kalau orang yang ngegodain saja enggak ada? Dan kalaupun ada, itu hanyalah bisikan kecil dari setan-setan yang  putus asa. Ckckck. Saking putus asanya sampai jomblo pun masih saja digangguin. Tan.. Tan.. terlaluuu!

Satu lagi, nah kalau yang ini kenikmatan duniawi. Sesuai pengalaman saya pribadi Untuk yang belum menikah di keluarganya, biasanya ketika menjelang lebaran tidak wajib bagi-bagi THR atau angpau ke anggota keluarga yang lain, malahan ketiban angpau paling banyak. Asikkk, biar ntar tak kalah dengan teman-teman lain, bisa ikutan pamer yang baru-baru, apalah-apalah pokoknya, rejeki anak soleh (a) gitu loh.

Meski begitu, saya ingatkan agar tetap siaga. Tak selamanya takdir bisa dilawan. Jadi tak ada salahnya kita mempersiapkan mental ngeles, maksimal mulai dari sekarang. Seperti yang sudah-sudah nih; kenikmatan-kenikmatan tersebut akan sampai pada anti-klimaks tepat di hari lebaran nanti–dimana kita tengah berkumpul dengan sanak sodara–dalam indahnya suasana saling bermaaf-maafan, dan tiba-tiba terucap juga dua kata sialan yang diakhiri tanda tanya itu,  “Kapan kawin?” Sungguh, anti-klimaks lah ramadan kita.

Tentang Penulis

Jesita Moidady

Jesita Moidady

Penulis lepas, cantik sejak dalam pikiran, pemilik akun @SisitSita