Tips

Lima Tempat Asik Buat Ngabuburit

Tri Em
Ditulis oleh Tri Em

jombloo-pantaiNgabuburit atau kegiatan menunggu bedug magrib menjadi hal yang tak dapat dilewatkan ketika bulan Ramadhan. Ya, menunggu bedug magrib memang jauh lebih baik daripada menunggu jawaban dari seorang gebetan—yang kalau kamu beruntung—tentu gebetanmu tak akan bilang ‘mau fokus belajar dulu’ atau ‘kamu terlalu baik buat aku’.

Tapi kamu tidak perlu khawatir. Sebab menunggu tidak melulu tentang patah hati dan rasa takut kehilangan. Sebab akan selalu ada kebahagiaan yang layak diperjuangkan. Seperti betapa nikmat meneguk segelas teh manis hangat setelah bedug ditabuh, diiringi merdunya suara azan.

Kamu juga tak perlu bingung mau ngabuburit ke mana dan dengan siapa. Berikut saya rekomendasikan tempat-tempat ngabuburit yang insya allah tidak bikin hatimu sakit:

  1. Di Sosmed

Yang mana telah sama-sama kita baca secara khusyuk kultum yang disampaikan oleh Mbah Nyutz, kakek penyayang semua jomblo. Juga telah sama-sama kita baca perihal mencari gebetan ala Kaq Ilham, komentator sepakcinta di dunia perjombloan ini. Bahwa sosmed merupakan media mutakhir guna menyokong revolusi jomblo dalam meruntuhkan rezim pacar yang otoriter yang mengatasnamakan kasih sayang.

Jadi kamu tak perlu pusing-pusing memikirkan tempat ngabuburit. Dengan kamu ngabuburit di sosmed, paling tidak hati, pikiran, dan tenagamu tidaklah terbuang sia-sia. Lagi pula, kamu juga hanya perlu sedikit tenaga. Kamu hanya perlu mengerahkan kedua tanganmu, bahkan cukup mengerahkan dua jempol saja.

Hanya yang perlu diingat, bahwa godaan di sosmed tentu lebih banyak dan lebih berbahaya daripada godaan di dunia nyata. Terhasut fitnah atau bahkan mengaku orang yang paling benar. Menuduh orang ini kenthir, mengecam orang itu kafir. Terpukau kecantikan foto profil dedek-dedek gemes, hingga berujung di kamar mandi.

Sebagai bagian dari jomblo revolusioner, berjuanglah atas nama mantan-mantanmu. Sebab godaan tidak hanya datang dari iklan sirup dan orang yang tidak kamu kenal. Tapi juga bisa muncul dari dirimu sendiri.

Tetap waspada. Tetap bahagia.

  1. Di Rumah atau di Kosan

Jika kamu termasuk salah satu jomblo ekonomis, maka di rumah atau di kosan sangat cocok buat tempat kamu ngabuburit. Selain tidak perlu mengeluarkan banyak uang, kamu juga tidak perlu bermacet-macet di jalan.

Beberapa kegiatan yang bisa kamu lakukan di rumah, salah satunya yaitu berbagi kehangatan bersama keluarga. Jika di kosan, kamu bisa memanfaatkan dirimu untuk membaca buku. syukur-syukur khatam Qur’an di bulan yang penuh berkah ini. Dan di rumah atau di kosan juga dapat menghubungkan kamu dengan sosmed, sehingga revolusi jomblo tetap dapat diperjuangkan.

Namun, kamu perlu berhati-hati. Karena godaan untuk tidur lebih lama amatlah besar. Karena kalau kamu lama tertidur, entah berapa banyak perasaan yang harus dikorbankan, termasuk perasaanmu sendiri.

Tetap semangat, Kawan!

  1. Di Pantai

Mungkin tempat ngabuburit ini terbilang cukup nyentrik. Ya jelas. Mau ngabuburit saja pakai segala ke pantai! Tapi tunggu dulu. Tahukah kamu bahwa pantai merupakan tempat yang jarang orang kunjungi saat bulan Ramadhan?

Mereka, para pendukung rezim pacaran, lebih memilih mal dan kafe daripada pergi ke tempat-tempat wisata. Bahkan mereka telah menginvansi taman guna memprovokasi orang banyak, bahwa jomblo adalah sesat dan harus dibumihanguskan. Oleh karena itu, saran saya, lebih baik kamu ngabuburit di pantai. Mintalah bantuan dari suara desir angin dan debur ombak, sekadar temani tiap kesepian yang kaualami seorang diri.

Pergilah ke pantai, dan belajarlah dari karang. Jomblo harus tetap kuat, walau berkali-kali diterpa ombak derita dan badai kenangan.

  1. Di Jembatan Penyeberangan

Ngabuburit di jembatan penyeberangan dapat mengajarkan kamu bagaimana cara move on. Lihatlah manusia-manusia di atas jembatan penyeberangan. Ada yang tergesa, entah mengejar apa. Ada yang begitu santai, seakan ia tidak memedulikan pepatah ‘waktu adalah uang, waktu adalah pedang’. Juga cara dia memandang suatu hal, terutama dalam menjaga stabilitas kebahagiaan hidup. Hal tersebut tidak boleh dianggap remeh oleh kaum jomblo.

Nah, jika kamu ngabuburit di jembatan penyeberangan, kamu juga dapat menganalisis, merumuskan, bahkan membikin formula move on versimu sendiri. Atau kalau kamu bertemu dengan jomblo-jomblo jelata, yang sedang duduk meratapi nasibya di atas jembatan penyeberangan. Tolonglah mereka. Bukankah menolong orang lain merupakan satu kewajiban bagi kita? Tentu tidak sebagai jomblo revolusioner saja. Tapi sebagai manusia yang punya hati nurani.

  1. Di Hati Mantan

Jika kamu masih bingung mau ngabuburit ke mana, ngabuburitlah ke hati mantan. Di sana kamu akan menemui hiburan yang tak dapat disandingkan sekalipun oleh hati gebetan. Tentang kenangan masa silam, mata yang saling menatap mesra, bibir yang saling tersenyum bahagia.

Di hati mantan, ngabuburitmu pasti akan terasa lebih bermakna. Saat diri berusaha belajar mengikhlaskan tanpa harus melupakan indahnya kebersamaan.

Tentang Penulis

Tri Em

Tri Em

Amorfati Fatum Brutum. Tim J @jombloodotco.

  • maria handayani

    LIVECHAT P`0`K`E`R`V`1`T`A
    BBM : D.8.E.B.7.E.6.B
    #

  • maria handayani

    LIVECHAT P`0`K`E`R`V`1`T`A
    ? BBM : D.8.E.B.7.E.6.B