Tips

Empat Potensi Bisnis Memanfaatkan Jomblo saat Lebaran

Kokok Dirgantoro
Ditulis oleh Kokok Dirgantoro

jombloo-bisnisAgak sedih sebenarnya saya melihat artikel-artikel tentang jomblo. Pembahasan hanya melulu drama yang menyayat hati, memilukan dan sekedar olok-olok. Mengecewakan. Karenanya saya memberanikan diri menulis artikel tentang jomblo dengan banyak data dan terobosan-terobosan bisnis. Tidak usah mikir bisnis jangka  panjang, cukup memanfaatkan arus mudik lebaran.

Pernah ada yang menghitung berapa potensi jomblo se-Indonesia? Badan Pusat Statistik (BPS) punya perkiraan yang akan saya gunakan sebagai asumsi. Menurut data BPS secara nasional terdapat 37-38% jomblo alias tidak kawin dalam kurun waktu 2009-2013. Sialnya, data BPS itu menggunakan tolok ukur penduduk usia 10 tahun ke atas. Mosok umur 10 di data sudah kawin atau tidak. Dengan jumlah penduduk 250 juta, maka ada jumlah jomblo sebanyak 92.500.000 jiwa. Astagaaaaa banyak sekali.

Anyway, dari data BPS tersebut, jika diasumsikan jumlah penduduk 22 tahun hingga usia panik STMJ (Sudah Tigapuluh Masih Jomblo) ada 30 persen dari data jomblo BPS (asumsi saya lakukan sebelum saya dituduh pro pernikahan usia dini), maka ada setidaknya 30 juta jiwa lebih jomblo se-Nusantara. Jadi partai sudah mencukupi sepertinya hahaha…

Mari kita balik ke fokus pembahasan. Apa yang paling mengesalkan saat lebaran bagi jomblo? 1. Kapan kawin?, 2. Kapan pacarnya dikenalkan?, 3. Sudah punya pacar belum? Sepertinya tiga pertanyaan ini sama. Sama-sama ngeselin tentunya. Tapi ini peluang bisnis besar. Dan dari macam-macam pertanyaan tersebut ada berbagai layanan yang potensial untuk digarap.

Pertanyaan yang paling ngeselin. Ditanya kapan kawin. Lha pacar aja belum ada. Ngeselin se ngeselin ngeselinnya. Seperti twitwar dengan orang bego terus kita diamkan dan dia koar-koar kemana-mana kalau kita kalah twitwar. Ngeselin kan?

Ditanya mana pacarnya, lah ini aja masih belum bisa move on dari mantan. Mosok masih berharap kembali keluarga besar tidak mau mengerti? Kadang memang keluarga lebih kejam dari skripsi.

Peluang bisnis dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah:

  1. Jasa antar-jemput mudik dan mengaku pacar serius

Ini white lie sih. Karena puasa sudah berakhir bohong dikit bolehlah. Bisnis jasa mengantar mudik sekaligus mengaku pacar serius cukup sukses membungkam mulut-mulut usil keluarga besar.

Tentunya biayanya tidak murah karena harus menghapal banyak informasi sekaligus kemampuan tinggi dalam hal akting. Semakin ganteng/cantik konsultan jasa antar mudik semakin mahal fee-nya. Juga kalau konsultan yang dipilih memiliki kualifikasi cerdas di atas rata-rata, pasti berpengaruh terhadap invoice. Lama pengantaran juga tentu berdampak terhadap biaya, tinggal diatur sesuai kebutuhan.

  1. Jasa telepon/texting mesra di depan keluarga

Jasa ini prediksi saya lebih laris. Karena sifatnya komunikasi dua arah tanpa tatap mata. Lebih leluasa untuk melakukan manuver lewat suara atau kalimat tertulis. Mbribik gebetan via telepon yang dispeaker tentunya akan menjadi terobosan berani jomblo untuk dipandang keluarga: waaah sudah laku ternyata.

Bisa juga menyusun sms/bbm/wa/line chat mesra. Lalu geletakin saja gadget para jomblo di meja keluarga besar yang paling rumpi. Atau pura-pura gadget ketinggalan padahal sengaja ditinggal. Jangan lupa, gadget harus dalam kondisi unlock ya. Jika lancar, chat tersebut akan dibaca dan tersebar seolah fakta dari biang gosip di keluarga besar. Puas kan kita?

  1. Jasa foto selfie mesra

Minat baca orang Indonesia sangat rendah. Karena itu gambar menjadi sangat penting. Bikinlah selfie dengan konsultan pasangan anda. Bisa serius ditata bisa pula edit photoshop. Bahkan untuk lebih heboh lagi, bikin seolah pura-pura pre wedding. Pasang sebelum mudik di FB atau twitter. Tagging keluarga yang terkenal rumpi dengan pesan pendek: mohon doanya, sayang kita belum bisa mudik bareng, dan lain-lain.

  1. Jasa bikin drama

Ini agak antimainstream meskipun sama-sama white lie. Program strategis ini eksekusinya bisa berbagai cara yang penting key messages adalah create drama putus hubungan. Ya, ceritanya jomblo yang mudik diputusin dengan semena-mena ketika mudik. Boleh dibuat via teks sms/bbm/wa/line, bisa telepon di depan orang tua, curhatan status facebook dan lain sebagainya.

Lakukan strategi bahwa kalian jomblo dan dicampakkan di ujung ramadhan. Niscaya simpati akan mengalir. Pertanyaan-pertanyaan bodoh mana pacar, kapan kawin akan sirna seketika. Yang bertanya akan diserang keluarga besar sebagai pribadi yang tidak tahu kondisi terkini. Pukulan telak bagi para gosiper di sekitar keluarga besar anda.

Gantinya, keluarga besar akan berusaha keras membantu anda mencarikan jodoh sekedar untuk semangat move on. Lumayan kan? Tinggal seleksi. Siapa tahu ada yang cocok.

***

Kira-kira demikian beberapa potensi bisnis yang dapat dimanfaatkan berikut potensi pasar yang dapat dibidik. Tentunya untuk saran lebih rinci seperti diferensiasi layanan, pricing, dan pola marketing anda bisa menghubungi saya. Tapi untuk saran detail tentunya anda harus pula siapkan fee untuk saya sebagai konsultan bisnis. Jangan sebel, saya hanya melakukan upaya bertahan hidup. Tak ada yang gratis di dunia kecuali udara dan sinar matahari.

Akhir kata, selamat mudik, mohon maaf lahir batin.

Tentang Penulis

Kokok Dirgantoro

Kokok Dirgantoro

Founder and CEO sebuah perusahaan (kecil) di bidang Strategic Communication Consultant

  • maria handayani

    P`0`K`E`R`V`1`T`A
    BBM : D.8.E.B.7.E.6.B
    @@maria_handayani:disqus