Curhat

Jomblo Kesayangan Tuhan

Mbah Nyutz
Ditulis oleh Mbah Nyutz

jombloo-agus_kucing_Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Para hadirin sidang pembaca situs jombloo dot co yang mencintai azan maghrib. Saya tahu sebagian dari kalian merasa was-was dengan momen lebaran. Kalian tentu sudah banyak membaca bagaimana teror-teror dilancarkan oleh kaum pem-bully jomblo pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Sebagai kakek penyayang segala jenis jomblo, pada kesempatan menjelang hari raya lebaran ini izinkan saya berbagi cara yang mungkin belum terpikirkan oleh hadirin dan hadirot jomblo yang mencintai azan maghrib.

Beberapa tips dan trik lebaran bagi jomblo sudah bertebaran di internet. Misalnya ada cara-cara atau siasat menghadapi pertanyaan “kapan nikah” yang disusun secara sistematis. Bahkan ada usulan membangun gerakan “tolak pertanyaan kapan nikah”, atau usulan menetapkan tarif untuk penanya status jomblo dan kapan nikah. Namun jika kalian perhatikan, cara-cara itu cenderung konfrontatif, sehingga berpotensi menimbulkan friksi-friksi antara kaum jomblo dan kaum tidak jomblo.

Ini tentu berdampak merugikan dalam jangka panjang, sebab negara kita adalah negara kesatuan. Negara akan sulit maju jika kita hanya bertengkar soal jomblo dan tidak jomblo, yang justru pada akhirnya menciptakan kreativitas-kreativitas bullying yang berpotensi menambah jumlah jomblo ngenes di nusantara. Ini tidak bagus, karena menimbulkan debat yang mirip debat agama. Kita berdebat soal dalil, lupa pada upaya memajukan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat bagi rakyat. Dengan cara yang sama, kita berdebat cara mengatasi pertanyaan atau adu-argumen soal jomblo dan tidak jomblo, sampai lupa mencari pacar atau jodoh, yang menyebabkan secara tak sadar durasi status jomblo makin panjang hingga mendekati titik menjadi jomblo kadaluwarsa.

Sidang pembaca situs jomblo progresif yang mencintai azan maghrib, tentu fenomena ini kurang bagus. Karenanya, cobalah pikirkan saran yang telah dipikirkan oleh tim advokasi jomblo militan berikut, yang intinya adalah menciptakan status jomblo yang karismatik pada momen penting, yang bisa diamalkan bukan hanya di hari raya tetapi juga disetiap saat, dan syukur-syukur bisa membuka peluang berakhirnya status jomblo sidang pembaca sekalian.

Pertama. Mari belajar pada konsep imam shalat. Kita semua tahu imam itu selalu sendiri, tunggal, dan berdiri depan tanpa pasangan. Tetapi pengikutnya (makmum) banyak dan patuh semua. Jadi secara kiasan, imam shalat adalah prototipe dari jomblo berkarisma: sendiri tapi dianut banyak orang. Untuk itu, usahakan saat lebaran bertindak menjadi imam shalat ied, atau imam shalat lima waktu di mushola/masjid kampung halaman. Syukur-syukur bisa membaca surat secara fasih dan hafal doa yang panjang. Siapa tahu, diantara jamaah anda, Tuhan menempatkan seorang calon mertua. Ia mungkin kagum pada karisma anda sebagai imam shalat yang fasih dan hafal doa panjang-panjang dan berniat menjodohkan anaknya dengan anda.

Kedua. Gunakan modus “merendahkan diri mengangkat gengsi.” Ini siasat yang bagus untuk menghindari konfrontasi tak perlu sekaligus membuka peluang mendapatkan pacar yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Modalnya adalah tetaplah menunjukkan diri sebagai sosok jomblo ceria. Jika ditanya tetangga yang syukur-syukur punya putri/putra yang cantik/ganteng nan soleh/solehah, maka gunakan konsep jomblo ceria. Konsep ini perlu kalian kuatkan dengan alasan atau dalil agama/spiritual yang bagus. Jomblo gembira berpotensi menjadi makhluk kesayangan Tuhan, sebab merasa mampu bersabar dalam kesendirian karena ingin membalas cinta Tuhan dengan mencintai balik Tuhan melalui laku kesabaran sehingga, kalian tahu, orang sabar disayang Tuhan.

Dengan kata lain, yang masih sendiri tetapi sabar dan ceria akan lebih disayang Tuhan ketimbang di sayang pacar yang bersifat fana. Dengan cara ini mudah-mudahan timbul kekaguman pada bakal calon mertua yang memandang anda sebagai orang yang disayang Tuhan, dan karenanya pantas dicintai lantaran mencintai orang karena cintanya kepada Tuhan yang pada gilirannya menyebabkan cinta kasihnya akan diselalu bersama  Tuhan – seperti pepatah “cintailah aku karena mencintai Tuhan, bukan atas dasar nafsu belaka” dan dalil “sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”

Ketiga. Kita tentu tahu bahwa barangsiapa mau membantu orang lain, niscaya Tuhan juga akan memberi balasan dengan membantunya dalam mengatasi problemnya. Oleh karena itu, jika status jomblomu tak kunjung usai dan ingin lekas mendapat pacar, usahakanlah dengan agak nekat membantu memacari kekasih orang lain agar Tuhan membalas kebaikanmu dalam membantu memacari ini dengan menganugerahimu pacar.

Demikian sekilas saran yang mudah-mudahan bisa membuka wawasan hadirin dan hadirot pembaca situs jombloo sekalian yang mencintai azan maghrib.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tentang Penulis

Mbah Nyutz

Mbah Nyutz

Kakek penyayang semua jomblo. Bisa disapa di @eMbahNyutz

  • maria handayani

    P`0`K`E`R`V`1`T`A
    BBM : D.8.E.B.7.E.6.B
    ##