Curhat

Ketika Lebaran Berubah Menjadi Baperan

Erika Hidayanti
Ditulis oleh Erika Hidayanti

jombloo-frieskaLebaran selau dijadikan momen silaturahmi antar sesama. Saat hari raya umat muslim ini semua orang saling kunjung mengunjungi untuk bermaaf-maafan atau bahkan mengadakan open house dan mengadakan silaturahmi akbar. Nah, pada saat-saat seperti inilah bahaya baper melanda.

Kampung halaman tak hanya menyimpan pemandangan dan kenangan indah saja, tapi juga mantan terindah. Pulang bersilaturahmi ke kampung halaman juga berarti pulang untuk bersilaturahmi dengan mantan terindah. Kenangan indah pun ikut menghantui di mana-mana, rasanya setiap sudut kampung halaman isinya hanya kenangan indah bersama mantan.

Bagi mereka yang masih belum bisa move on atau bahkan diperparah dengan kondisi belum punya pengganti si mantan alias jomblo, acara silaturahmi bisa menjadi surga sekaligus neraka paling dinanti. Surga karena bisa melihat lagi sang mantan. Neraka karena kita harus mengakui ketika bertemu kali ingin dengan status mantan, apalagi jika sang mantan telah memiliki pengganti.

Bahaya baper saat acara silaturahmi memang tak bisa dihindari. Apalagi jika sang mantan masih menyimpan pesona dan aura yang memabukkan. Salah-salah bisa galau di tempat dan minta balikan saat itu juga. Tak peduli dia sudah memiliki pengganti atau belum.

Orang-orang saat lebaran akan menjadi lebih ramah dan penuh senyum. Ya masa minta maaf sambil manyun kan gak lucu. Maka, senyuman indah sang mantan pun akan kembali hadir, sapaan lembutnya akan kembali kita dengar, dan canda tawanya akan kembali seperti dulu sebelum putus. Inilah yang membuat mereka apalagi jomblo langsung dadah-dadah ke kamera tanda tak lagi kuat menghadapi keadaan.

Momen silaturahmi bisa mengubah segalanya. Perasaan itu seperti diaduk-aduk, baper di mana-mana. Mantan bilang, “Apa kabar?” akan terdengar seperti, “Apa bisa kita balikan?” Mantan bilang, “Mohon maaf lahir batin,” akan terdengar seperti, “Mohon balikan sekali lagi,” atau ketika mantan bilang, “Jangan malu-malu, ayo dimakan,” akan terdengar seperti, “Jangan lama-lama, ayo balikan,” rasanya kepala sudah mau pecah tiap dengar mantan ngomong.

Obrolan ramai-ramai  pun akan terasa begitu intim, rasanya hanya berdua dan yang lain itu figuran. Beginilah jika lebaran jadi momen untuk baperan. Bahaya memang silaturahmi dengan mantan saat lebaran atau setelah lebaran. Kalau tak kuat sebaiknya menghindar saja dari momen ini.

Jika diadakan penelitian mungkin jutaan jomblo di luar sana saat ini sedang baper mengingat senyuman mantan saat silaturahmi. Atau bahkan pesan singkat di ponsel yang sebenarnya broadcast saja bisa jadi terasa seperti pesan untuk ngajak balikan. Baper oh baper, pesan singkat itu bisa saja disimpan sampai berbulan-bulan kemudian, atau malah sampai lebaran tahun depan? Siapa tahu.

Bagi kalian yang tak sanggup melawan badai baper saat lebaran sebaiknya tak perlu repot-repot silaturahmi sama mantan. Cukup doakan saja semoga dia kembali pada pelukan, eh.

Tentang Penulis

Erika Hidayanti

Erika Hidayanti

pejuang LDR yang kalo ditinggal jadi jomblo lokal

  • maria handayani

    P*O*K*E*R*V*I*T*A*
    D*8*E*B*7*E*6*B
    #