Curhat

Menjadi Jomblo yang Tegar Mengarungi Arus Mudik

Ariesadhar
Ditulis oleh Ariesadhar

jombloo-mudikEhm, Jombloo Dot Co lagi ramai tentang ‘kapan kawin’, namun mungkin lupa bahwa dalam kehidupan¬†generasi muda korban urbanisasi atas pesona kota besar nan menipu ada yang disebut mudik. Definisi operasional dari mudik bagi mahasiswa tingkat akhir macam Aditia Purnomo¬†adalah perpindahan tempat dari kamar kosan yang sepi menuju kampung nan hangat dan penuh pertanyaan ‘kapan kawin’.

Yes, sesimpel itu saja, kok. Bahwa sebelum diserbu pertanyaan paling krusial abad ini, ada effort, ada upaya yang harus dilakukan. Jomblo memang keren, ya! Untuk ditanyai ‘kapan kawin’ saja butuh usaha, lho. Berikut adalah tipe-tipe orang yang suka cari masalah di kampung halamannya.

Pemudik Berkendaraan Pribadi

Banyak teman saya masuk kalangan ini. Dulu waktu masih jadi remah-remah kapitalisme industri farmasi, para operator di pabrik tempat saya bekerja selalu mudik ke Gombong, Kebumen, hingga Brebes dari Cikarang dengan sepeda motor. Capek? Lha, mereka kan anak-anak muda kekinian yang justru senang touring naik sepeda motor.

Masalah muncul ketika tidak bisa membawa gadis di jok belakang untuk dikenalkan kepada Pakdhe-Budhe di kampung. Bisa jadi karena si gadis berlebaran di kampungnya, namun lebih banyak terjadi adalah karena si pengendara motor masih dalam fase kode-kode-tepe-tepe dan belum membuahkan output, apalagi outcome. So, pulang kampung harus sendiri.

Untuk menjadi jomblo yang tegar dalam perjalanan dengan sepeda motor, sebenarnya hanya diperlukan fokus pada jalanan yang dituju. Abaikan kalau di depan mata ada pasangan yang sedang pelukan. Itu dosa, lagi puasa, lho! Dan mungkin ketika melihat satu keluarga nan repot bawa anak ketika naik sepeda motor, bersyukurlah sebagai jomblo, sehingga nggak perlu riweuh sedemikian hingga ketika hendak mudik. Dijamin, anda akan tegar.

Pemudik Berkendaraan Umum

Sungguhpun para jomblo sudah berusaha keras begadang untuk online agar bisa membelikan tiket gebetan, namun perjalanan waktu menyebutkan bahwa dalam 90 hari masa dari membeli tiket hingga keberangkatan semua hal bisa terjadi, termasuk gebetan ditikung teman, dan kemudian gebetan reschedule atau membatalkan tiket kereta yang sudah dibelikan dengan sepenuh cinta. Biasa itu, jangan lantas galau. Lupakan semuanya itu dan fokuslah untuk packing dan mudik.

Menjadi soal ketika dalam perjalanan, para jomblo harus melongo memandang jendela dan bocah-bocah yang melempari jendela kereta tanpa berbuat apapun lainnya nan berbobot–seperti membaca Jombloo Dot Co misalnya. Kondisi ini dapat membawa pada kondisi ingat gebetan yang ditikung. Pedih. Jika demikian, pergilah ke WC, dan lantas ngudud, ya, kalau tidak ditangkap.

Bagaimana jika kemudian seorang jomblo ada di kursi sederet 3, lalu kemudian 2 slot adalah milik pasangan yang berkasih-kasihan? Atau dapat kursi berhadap-hadapan dan yang dipandang adalah wanita yang menyandarkan bahunya pada lelaki idamannya? Gampang itu. Pejamkan saja mata, toh tidak ada lagi yang bakulan–selain pegawai kereta itu sendiri. Jika memejamkan mata tidak membuat tegar, wahai para jomblo, tabok saja pasangan yang bikin iri itu.

Pemudik sepur sebenarnya masih lebih sip daripada pemudik bis. Melihat tol Cipali macetnya bisa berkilo-kilometer, maka bisa dibayangkan perasaan pemudik bis yang hanya diam sambil melihat dua orang manusia di sebelahnya sedang berkasih-kasihan. Apalagi kalau sudah mau hari-H, sekadar Jakarta-Jogja saja waktu tempuhnya bisa sepanjang tiga kali mimpi indah bersama gebetan. Ckckck. Kasihan.

Arus mudik menyediakan banyak pemandangan, termasuk juga pemandangan orang yang berkasih-kasihan. Bagaimanapun ketegaran adalah kunci untuk bisa melawan pose yang bikin jomblo dalam keadaan senggol-bacok. Agar tidak lantas menyebabkan hal yang tidak-tidak dan bikin masuk berita mudik, maka fokus pada perjalanan adalah wajib untuk pemudik berkendaraan pribadi dan bobok adalah layak untuk pemudik berkendaraan umum. Ingat baik-baik, bahwa di kampung ada kondisi yang jauh lebih sulit.

Yes, ditanya ‘kapan kawin?’.

Tentang Penulis

Ariesadhar

Ariesadhar

Tidak Jomblo, tapi belum kawin. Hampir lulus S2 Jomblo, tapi diselamatkan gadis S2 London.

  • maria handayani

    P`0`K`E`R`V`1`T`A
    BBM : D.8.E.B.7.E.6.B
    #