Tips

9 Lomba untuk Jomblo di Hari Kemerdekaan

Sulit memang bicara kemerdekaan dengan tuna asmara macam kalian. Jangankan memerdekakan bangsa, memerdekakan hati aja masih terseok-seok.

Sepanjang hari kemarin, mendadak banyak orang menjadi nasionalis. Mulai dari update status sampai ngetweet kutipan-kutipan para bapak bangsa. Belum lagi yang tiba-tiba jadi kritis karena pak Wakil Presiden yang tidak hormat bendera dengan tangan di samping kepala. Haduh, yang beginian kok dihebohin. Jelas-jelas orang pada kekeringan kalian pada diem aja. Kayak gini kok dibilang merdeka.

Padahal, buat Bung Karno dan Bung Hatta kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Lalu bagaimana dengan kalian wahai jomblo-jomblo tanah air, apakah sudah merdeka seperti yang diteriakan para pejuang bangsa?

Ah, sulit memang bicara kemerdekaan dengan tuna asmara macam kalian. Jangankan memerdekakan bangsa, memerdekakan hati aja masih terseok-seok. Bagaimana mau melawan penjajah kalau melawan kenangan saja tak mampu.

Di hari kemerdekaan ini saya tak mau nyiyir lebih dalam kepada penderita Alone Syndrom. Ndak tega rasanya terus menyakiti hati kalian di hari bahagia ini.  Di  hari kemerdekaan bangsa kita, kibarkan bendera kejombloanmu setinggi-tingginya.  Bernyanyilah sekhidmat-khidmatnya dan renungkanlah perjuangan kalian dalam mendapatkan pasangan.

Teruntuk kalian kaum minoritas, jangan lupa bahagia, sekalipun tidak ada yang ngajak jalan bareng, nggak ada yang telepon nanyain kabar dan makan.  Dari pada sendiri merenungi penderitaan yang tak berujung, coba ikutlah berbagai perlombaan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Jomblo Nusantara seperti berikut:

1. Lomba Mewarnai Hati yang Kelam

Hati yang kelam karena terus memikirkan mantan akan merusak karir dan kuliahmu. Pantes banyak jomblo yang belum lulus kuliah. Mungkin karena terus sibuk meratapi masa lalu yang kelabu. Ada baiknya sebelum mulai belajar, berdoalah pada tuhan agar dijauhi dari kenangan-kenangan yang terkutuk. Buang jauh-jauh tentang mantan atau mantan yang belum pernah jadi pacar. *Duh rumit bener.

2. Rebut Pacar Teman

Saya pikir ini adalah lomba yang paling sering terjadi di teman sepermainan. Kamu bisa mewarnai hati yang kelam dengan merebut pacar orang. Tapi habis itu habis hidupmu.

3. Lomba Balap Nikah

Duh, kayaknya nggak akan ada yang bisa memenangkan perlombaan ini. menyatakan ‘Aku sayang kamu, yuk pacaran dek’ aja nyalimu menciut. Bakar ban dan melawan pejabat kampus aja berani, masa bilang kalimat segampang itu saja ndak berani. Jangan ngaku aktipis kalau gitu.

4. Meletuskan pacar dengan Paku

Walaupun terdengar agak ekstrim tapi ini lomba yang paling menyenangkan. Pelipur lara kaum jomblo. “Gak apa-apa deh jomblo asalkan bisa meletusin mantan pake paku. Kalau perlu pacarnya gue tusuk sekalian.”  Macam sinetron gituu. Udah jomblo jahat pula. Siapa yang mau? Tobat mblo.. eh tapi gak apa-apa deh mumpung ini hari kemerdekaan.

5. Lomba masukin mantan ke dalam botol

Lomba ini emang butuh tenaga lebih buat ngeremes-remes si mantan supaya jadi butiran debu. Kalau butuh bantuan, panggilah mantan-mantan si mantan. Saya yakin, mereka akan rela membantu dan kalian akan bersenang-senang bersama. Selamat mencoba.

6. Lomba lama-lamaan stalking medsos mantan

Saya sarankan jangan lakukan ini. Kalau hidupmu mau aman, tentram dan damai dari kisah mantan dan pacar barunya, maka  jauhkanlah perbuatan hina itu. Sesungguhnya, tuhanmu lebih menyukai perbuatan yang mendatangkan manfaat. “Stalking kan gak apa-apa kali, kan nggak ketahuan.” Susah nih kalo udah kena stalking addict. Apalagi perempuan, keahlian stalkingnya lebih canggih dari aksi FBI.

7. Lomba Menari di atas Penderitan orang lain

Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan kala melihat mantan putus dari pacarnya. Makan tempe berasa dendeng. Nikmat dan bahagia bukan kepalang. Serasa Tuhan memihak pada kelompok minoritas seperti kalian. Mari kita menari sampai pagi!

8. Lomba lempar kenangan

Ngomongin mantan emang gak ada habis dan bosannya. Seakan lebih penting ngomongin mantan dari pada perjuangan Bung Karno dan Bung Hatta. Hari ini waktunya yang pas buat ambil senjata dan berperang melawan kenangan bersama mantan. “Tapi kan, gue sama dia tuh udah berencana mau nikah. Susah dilupainnya.” Tut pretttt.. Stop menye-menye ala FTV abege alay deh. Makan nih upil..

9. Lomba lari dari kenyataan

Lomba lari maraton mungkin kamu jagonya, tapi kalo lomba lari kenyataan belum tentu. Nyatanya sampe sekarang kamu masih nggak percaya kalau nyataannya dia nggak suka sama kamu. Kenyataannya dia cuma manfaatin kamu doang. Kenyataannya dia sudah lupain kamu. Kenyataannya pacar kamu sudah tunangan sama orang lain. Kenyataannya kamu nggak bisa terima kenyataan. Masih mau lari? Jago bener.

Mmm..begini, Mblo. Kalau menurutmu Jomblo adalah bentuk kemerdekaan maka perjuangkanlah. Jika menurutmu kenangan mantan bukan bentuk penjajahan maka biarkanlah. Tapi Ingat,  memiliki pasangan adalah sebuah revolusi asmara.

 

Tentang Penulis

Febriana Sekar Wijayanti

Febriana Sekar Wijayanti

Seorang Bidan, belajar mencintai bangsa setelah mencintai seseorang