Berita dan Artikel

Hati-Hati Main Hati

Erika Hidayanti
Ditulis oleh Erika Hidayanti

Sedikit serius. Ini masalah hati, jadi sedikit serius ya, tapi jangan terlalu dibawa perasaan juga. Memang kalau bicara soal hati rasanya tak akan ada habisnya. Hati selalu punya caranya sendiri untuk mengubah hidup seseorang. Rasa memang terlalu sensitif apalagi jika dibenturkan dengan logika, sampai dinosaurus bangkit kembali juga tak akan bisa nyambung.

Bicara soal hati, pasti di antara kita pernah merasakan yang namanya main hati. Apa itu main hati? Mari kita samakan dulu persepsinya. Main hati di sini artinya memainkan perasaan yang sebenarnya tak jelas bentuknya pada seseorang. Bisa dibilang main hati juga sama dengan baper terlalu dini atau selingkuh hati juga bisa masuk kategori ini.

Banyak alasan kenapa orang akhirnya main hati. Pertama, ia kesepian dan butuh hiburan. Kedua, ia bingung dan tak tahu apa yang dirasakannya pada si lawan jenis. Ketiga, kelamaan jomblo sampai susau membedakan mana baper, mana perasaan yang sebenarnya. Atau mungkin bisa aja ada alasan lain yang dibuat untuk menghalalkan yang namanya main hati.

Untuk kasus pertama, kesepian dan butuh hiburan sebenarnya bisa dialami oleh dua jenis manusia, pertama jomblo dan kedua LDR. Tak dapat dipungkiri bahwa pasangan LDR sebenarnya butuh kasih sayang nyata yang bisa didapatkan lebih dekat, maka kesepian bisa dijadikannya dalih untuk main hati. Kalau jomblo ya memang tak punya pasangan hidup pasti kesepian dan butuh hiburan.

Hiburan sebenarnya bisa didapatkan di mana-mana dan tak perlu pakai acara main hati. Tapi, bagi yang pernah merasakannya, main hati punya tantangan tersendiri dan memacu adrenalin. Rasanya seperti main jet coster, tegang-tegang asyik. Makanya, hiburan seperti ini bisa jadi obat bagi orang kesepian dan butuh hiburan.

Kasus kedua, bagi orang yang bingung dengan perasannya sendiri. Biasanya ini dialami oleh mereka yang sebelumnya terjebak friendzone, abang-adek zone, workzone, dan zona-zona lain yang sekarang sedang kekinian. Kalau sudah masuk ke zona-zona itu orang akan bingung dengan apa yang mereka rasakan, sayangkah atau sekedar terbiasa? Ya sudah makanya dicoba dimainkan, lagi-lagi jatuhnya main hati, main perasaan yang tak jelas bentuknya apa.

Kasus ketiga, sering dialami jomblo ngenes atau jomblo kelamaan yang sudah lupa bagaimana rasanya sayang dan cinta pada seseorang. Maka, dicoba saja hatinya dimainkan. Padahal belum tentu itu dengan hati yang pas. Salah-salah malah akan menjadi semakin menyedihkan nasib si jomblo nantinya, ya karena kalah dalam permainan hatinya sendiri.

Semua kasus sebenarya intinya sama, bahaya. Ya, main hati itu lebih bahaya daripada main api. Namanya hati, rasanya memang terlalu riskan untuk dimainkan. Kenapa berbahaya? Karena dalam permainan yang memacu adrenalin selalu ada risiko tinggi untuk ada yangterluka. Begitu juga dengan main hati, pada akhirnya akan ada hati yang terluka karena kalah dalam permainan.

Main hati juga bisa menjebak pemainnya. Yang awalnya hanya iseng malah jadi candu, lalu kalah dengan perasaan, baper, galau, lalu memilih menyakiti atau disakiti. Jadi, kalau perasaan itu belum jelas bentuknya tak usah lah dimainkan, biarkan saja semuanya mengalir begitu saja, kalau itu perasaan sayang yang sebenarnya toh nantinya akan terasa juga. Daripada dicoba-coba hanya membuat terluka.

Hati kok dicoba-coba, hati sejatinya bukan mainan. Jadi, hati-hati main hati, ya!

Tentang Penulis

Erika Hidayanti

Erika Hidayanti

pejuang LDR yang kalo ditinggal jadi jomblo lokal

  • cahyo

    ada satu permainan yang membuat mu tak akan lupa gabung bersama kami di pokervitadotcom