Tips

Ini Alasan Kenapa Jomblo Harus Mendukung Berdirinya Khilafah

Thohirin
Ditulis oleh Thohirin

khilafah-mojok

Beberapa minggu belakangan sebenarnya saya sedang dilanda kecemasan luar biasa soal situasi, kondisi dan toleransi di negara ini. Saya sebagai agen perubahan yang akan menuntun negara ini menuju neo-renaisans umat Islam  bakal menemui jalan terjal. Ya, khilafah, sebagai solusi satu-satunya untuk menyelesaikan karut marut negara ini terpaksa harus berjuang lebih keras lagi.

Dan siapa lagi kalau ini bukan ulah dua organisasi konservatif yang baru menggelar muktamar itu  dengan dua wacana mereka: Islam Nusantara dan Islam  Berkemajuan.  Alah, mana mungkin dua wacana kuno seperti itu bisa menyelesaikan pelik di negeri ini. Wong mereka saja agen barat,  liberal. Wahyudi. Remason. Tidak. Tidak akan. Karena yang bakal menyelesaikan persoalan di negeri ini adalah khilafah. Ya, khilafah.

Tidak percaya? Lihat saja. Sejak berdirinya mereka, bahkan sebelum negara ini ada, apa yang sudah mereka lakukan? Tidak ada. Buktinya, negara kita saja masih terlilit hutang. Konflik agama di mana-mana dan tak kunjung reda. Yang terakhir tentu saja pembakaran masjid di Tolikara saat lebaran lalu. Coba saja kalau sejak dulu kita berganti khilafah, pasti itu tidak akan terjadi.

Tapi tidak, Mblo. Saya tidak akan panjang lebar lagi di sini. Soal itu, Anda bisa membacanya di PKS Piyungan. Web milik umat. Milik kita semua. Sebagai gantinya, karena khilafah sangat peduli dengan kondisi hidup umat, tidak terkecuali jomblo, maka ada beberapa alasan mengapa jomblo pun sebenarnya harus mendukung berdirinya khilafah.

  1. Tak Ada (Lagi) Pacaran

Sekali lagi, khilafah akan menjawab tantangan zaman, tak terkecuali tantangn jomblo yang semakin rumit dan pelik. Saya tahu, yang membuat jomblo sakit itu kala melihat mantan semakin mesra dengan gebetan barunya. Naik motor berdua. Makan berdua. Iya kan, Mblo?  Sudah tidak usah sok kuat hati. Sebagai mantan jomblo tentu saya pernah mengalami hal demikian. Dan tidak apa. Itu lumrah kok.

Tapi tenang, semua itu tidak akan terjadi jika khilafah ditegakkan. Karena khilafah akan melindungi hati-hati jomblo yang rapuh itu. Kaum jomblo tidak akan lagi melihat kemesraan  sang mantan di mata mereka. Karena yang ada hanyalah wanita-wanita solihah yang taat beragama. Berkerudung. Bercadar. Dan anti dengan kaum pria. Apalagi sampai berdekatan di mata umum. Bukankah ini sebuah penghormatan bagi jomblo yang tengah berjuang di medan perjuangan hati?

  1. Menciptakan Lingkungan Harmonis

Dengan terciptanya batas antara kaum pria dan perempuan, maka akan tercipta pula lingkungan yang kondusif, aman, dan terhindar dari maksiat perzinahan. Bukankah itu kabar baik untuk kita semua? Tentu saja.

Wanita akan melindungi dirinya dengan balutan jilbab dan cadar hingga benar-benar rapat. Begitu pula sebaliknya dengan pria yang akan menjaga pandangannya terhadap kaum wanita. Dengan demikian,  tentu saja akan melahirkan kondisi harmonis dan saling menghargai. Kaum wanita dan pria masing-masing akan menjaga perasaannya agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang disukai oleh syaitan terkutuk.

  1. Menjadi (Jomblo) Bermartabat

Jika sebelumnya status jomblo, mungkin dipandang sebelah mata karena telah gagal di medan perjuangan hati, maka dengan ditegakkannya khilafah,jomblo akan menyandang status sebaliknya. Terhormat dan bermartabat.

Tentu saja. Karena jomblo akan dilihat sebagai manusia yang paling teguh menjalankan syariat agama dengan tidak berhubungan dengan lawan jenis. Kesehariannya hanya dijalani dengan sesama jenisnya. Karena berpacaran adalah dilarang oleh agama, dan jomblo telah berhasil godaan syaitan yang paling berat itu.

Maka dari itu, saya mengajak semua kaula muda, semua agen perubahan di negeri ini, bahwa di tengah kondisi negara yang tidak menentu ini, mengikuti seruan ulama kita, Syaikh Jonru dan Ustad Felix Siau adalah kunci atas semuanya.

Karena, apapun masalahnya, Khilafah solusianya.

Tentang Penulis

Thohirin

Thohirin

Mantan jomblo yang hampir kesepian. Sudah dua kali ditinggal nikah. Kini menjadi pria kesayangan mantan. Meyakini, bahwa jomblo adalah warga negara yang patut dilindungi dan dibela.