Tips

Kutipan Keren The Godfather buat Para Jomblo

Nisrina
Ditulis oleh Nisrina

Mario Puzo tidak hanya menjadi penulis hebat dengan menciptakan tokoh mafia kejam berwajah tenang seperti Don Corleone. Dia pantas dipuji lebih dari itu karena The Godfather adalah novel yang menginspirasi. Karya klasik populer terbaik dunia yang mengangkat sisi lain kehidupan sebuah keluarga mafia keturunan Italia yang beranak pinak di Amerika Serikat, di luar bisnis haram dan prestasi kriminal yang menumpuk. Novel ini tidak hanya layak menjadi teman pengisi waktu di saat traveling, juga motivasi bagi jiwa-jiwa yang kesepian maupun rapuh, alias para jomblo masa kini.

Berikut sejumlah kutipan keren dari novel The Godfather karya Mario Puzo:

Friendship is everything. Friendship is more than talent. It is more than the government. It is almost the equal of family.

Jika dihadapkan pada posisi jauh dari keluarga, mungkin merantau demi mendapatkan hidup yang lebih baik, jangan dibawa sedih lah. Ingat bagaimana dahulu Adam dan Hawa yang sama-sama asing, kemudian berteman, lalu menjadi satu keluarga dan menurunkan manusia-manusia di bumi. Di saat keluarga nan jauh di sana, teman adalah orang yang sewaktu-waktu bisa menolong di saat sulit. Jagalah pertemanan Anda seperti Anda menjaga kebersihan lingkungan. Mudah-mudahan Anda bukanlah orang yang duduk di dalam mobil mengkilap dengan plat nomor baru, kemudian berhenti di perempatan jalan menunggu lampu hijau, tiba-tiba menurunkan kaca, lalu membuang kulit salak tanpa merasa bersalah. Semoga petugas penyapu jalan memaafkan perilaku kampungan Anda.

A man who doesn’t spend time with his family can never be a real man.

Di saat kita berada dekat dengan keluarga, maka pastikan kita benar-benar eksis di mata mereka tidak hanya sebatas, sepatu, pakaian, kendaraan, maupun asap rokok. Keluarga toh tidak akan menuntut seluruh waktu kita dihasilkan hanya untuk mereka, bukan? Pastinya mereka paham jika kita telah punya dunia sendiri yang sudah menjadi prioritas utama.

Many young men started down a false path to their true destiny. Time and fortune usually set them right.

Ada slogan dari sebuah detergen yang sangat terkenal, “Berani kotor itu baik”. Belajar tidak hanya dari hal-hal yang baik, hal-hal yang buruk juga dapat diambil hikmahnya. Tokoh-tokoh besar dunia pun demikian. Perlu melewati jalan berliku sebelum memilih jalan yang lurus. Waktu akan membuat seseorang berpikir untuk memilih mana yang terbaik untuk hidup. Dari situlah sikap bijak itu berasal.

Behind every successful fortune, there is Crime.

Mari membuka-buka kembali buku sejarah kita zaman SD sampai SMA, di balik sebuah kekuasaan, ada perjuangan yang harus dilewati. Perjuangan yang di dalamnya ada tantangan penderitaan dan keharusan untuk membuat pihak lain menderita. Kehilangan tanah, rumah, keluarga, masa depan. Tidak ada perang yang lepas dari pelanggaran hak hidup manusia, kecuali perang guling di tujuh belasan di mana senjatanya adalah guling kapuk dan di bawahnya adalah kolam yang butek.

Great men are not born great, they grow great.

Ketika Tuhan mempersiapkan manusia sebelum lahir ke muka bumi, sudah ada bekal dalam bentuk bakal yang direkatkan ke sel-sel otak yang kemudian berkembang jika menerima stimulasi, seperti kepala yang akan mengikuti irama musik, suara yang merdu sebagai modal jadi penyanyi, otak yang encer untuk ikut olimpiade. Tapi bekal-bekal itu tidak akan jadi apa pun tanpa kita mengasahnya secara rutin. Keinginan kita sendirilah yang menjadi penentu masa depan kita nantinya, bukan di tangan, guru, mentor, dosen, dan lainnya.

Banggalah menjadi jomblo masa kini. Dan ingat, percuma rambut Anda kelimis dengan sekaleng pomade kalau membuang sampah masih sembarangan.

Tentang Penulis

Nisrina

Nisrina

Penggemar House of Cards dan Orange is the New Black, penyuka angka 9, pengendara motor yang patuh lalu lintas. Web: tapakrantau.web.id