Curhat

Memaknai Cinta

jombloo-chelseaAdakah seorang yang berwujud makhluk mampu mendefenisikan cinta dan diamini oleh seluruh manusia di dunia ini? Mungkin masih tak ada, ini mungkin loh ya, karena memang sebagian orang telah menemukan arti cinta yang hakiki bagi dirinya. Tapi apakah makna yang telah dikhidmati oleh satu orang juga bisa diamalkan oleh orang lain, belum tentu juga kan? Khalil Gibran menggambarkan dengan keindahan puisinya, Shakespare dengan menganggap bunuh diri dapat menyatukan kembali cinta sejati.

Semua orang berhak memaknai cinta. Untuk kali ini mari kita kerucutkan cinta ini terhadap cinta kepada lawan jenis. Kurang ilmu kiranya jika saya mengajak mendefinisikan cinta kepada Tuhan, moral, dan kebaikan. Belum juga menjadi anak berbakti rasanya jika mengajarkan tentang cinta orang tua dan keluarga. Bahkan cinta akan kebersihan dan berbudi pekerti sesuai pancasila masih saja saya tak menjalankannya.

Luas benar memang cakupan cinta, seolah kata ini merupakan kunci mengapa seluruh semesta ini diciptakan. Akan tetapi belum terdefenisikannya cinta dapat menjadi senjata agar para kaum jomblo tercerahkan dan menemukan jalan pulang.

Ayo kita coba berfikir, cinta itu apa sih? Mengajak pasangan ke tempat romantis. Mengutarakan cinta dengan makan malam di alam. Memberikan barang mahal kepada pasangan. Bersikap humoris agar tak terkesan membosankan. Berpenampilan secantik mungkin, setampan mungkin, agar pasangan merasa nyaman melihat. Berkorban apapun yang dikehendaki pasangan. Atau hanya memberi tak mengharap kembali, seperti sang surya menyinari dunia?

Semua hal itu mungkin adalah makna cinta yang diyakini orang lain dan apakah hal tersebut juga pas untuk kehidupan kita. Memberikan barang-barang mahal padahal diri ini kere, apa itu bukan penyiksaan. Atau meluangkan waktu kapan saja, padahal sedang deadline skripsi apa itu bukan kebodohan.

Mungkin ya, ini hanya mungkin, alasan mengapa jomblo banyak di Indonesia, ya karena acap kali memaknai cinta seperti orang kebanyakan, yang telah tergambarkan di sinetron, tertulis di novel, atau yang telah dinasehatkan teman-teman dekatnya. Lah, yang cocok untuk orang lain kan belum tentu cocok untuk diri kita.

Nah inilah pencerahan untuk kaum jomblo yang dianggap proletar dan merasa dianggap hanya dengan sebelah mata. Kok bisa, memangnya kamu ngeliat dia nutup mata sebelah. Lagi-lagi jomblo memang pandai sekali dalam membawa perasaan. Nah makna cinta yang masih belum diakui secara universal inilah yang bisa menjadi para jomblowan sebagai sosok pangeran dan jomblowati sebagai putri raja di mata gebetannya.

Jadilah diri sendiri dalam memaknai cinta, itu yang menjadi makna utama tulisan ini. Bayangkan jumlah manusia yang telah mencapai tujuh milyar manusia masa hanya dimaknai satu dua makna yang ditulis orang terkenal. Lah apa ngga monoton kehidupan cinta kita. Dengan berani beda, kita telah memberikan warna baru untuk cinta di dunia ini. itulah mengapa cinta itu berwarna dan menjadi indah ketika banyak keragaman bersisian.

Pepatah terkenal negara ajagelewi menyebutkan “menjadi diri sendiri, walaupun kita menjadi orang paling gila absurd di mata pasangan kita.” Menjadi ganteng/cantik sudah tak mungkin. Menjadi kaya, kayanya susah. Menjadi baik, kurang baik apalagi sekarang. Tinggal menjadi diri sendiri aja kali, ya, yang belum.

Maknai cintamu, Mblo, buat gebetanmu harinya lebih berwarna. Jangan terbebani untuk menjadi orang lain, atau untuk tampil sesuai standar yang ada. Pernah berfikir mengapa banyak orang suka melihat penampilan sulap atau sirkus? Ya, itu karena mereka melihat sesuatu yang baru, ganjil, aneh, dan tak seperti biasanya, yang membuat mereka tak bosan untuk menunggu trik-trik baru lagi yang dipertunjukkan.

Kalau saya, sih, memaknai cinta dengan menatapnya dari kejauhan. Mencuri-curi pandang dan berharap dia menegur saya lebih dahulu dan terus berdoa semoga Tuhan menyatukan kami dengan ikatan cinta. Tipikal jomblo sejati, bukan.

Tentang Penulis

Ferry Irawan Kartasasmita

Ferry Irawan Kartasasmita

Seorang pria revolusioner, selalu memikirkan nasib para jomblo dan anak cucu mereka.