Curhat

Membaca Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Sebagai Pelipur Hati Kaum Jomblo

M.H.Dharmakhusala
Ditulis oleh M.H.Dharmakhusala

kutipan-cinta-tak-pernah-tepat-waktu-hal150-puthut-EAKau jomblo, kalau belum membaca Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, segeralah membaca. Kalau sudah, ya sudah. Bukan maksud hati memaksa, tapi ada baiknya sesama jomblo, kita saling berbagi hal yang enak-enak. Membaca novel karya Puthut EA yang telah empat kali cetak, dalam keadaan jomblo, merupakan salah satu hal terenak yang pernah saya rasakan. Percayalah.

Setelah membaca Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, hal pertama yang saya lakukan adalah tentu menutup buku itu, kemudian menarik nafas panjang dan merokok. Pada setiap hisapan, pada asap yang mengembang, saya mulai berpikir. Sebenarnya tidak ada manusia jomblo yang benar-benar ngenes karena tidak pernah dapat pasangan.

Coba ingat kembali setiap senti kisah hidupmu. Apa benar kisah asmaramu itu kering kerontang, tak ada hujan senyuman dari seseorang yang kausuka?. Apa betul tak ada sama sekali seseorang yang mengagumimu, atau barangkali pernah memperhatikanmu? Tentunya di luar mamak dan bapakmu.

Nah, kau jadi teringat ketika kau membiarkan adik kelasmu sewaktu kuliah mendamba balas perhatianmu. Ia terlunta-lunta menunggu keputusan. Kau sebenarnya ingin berkisah-kasih dengan adik kelasmu itu, tapi bagaimana, hatimu tak menginginkannya. Pernah juga kau menyukai teman sekelasmu, kau sudah saling bercerita. Saling menemani ke setiap kegiatan yang masing-masing harus kalian hadiri. Tapi saat satu kesempatan yang pas untuk mengukuhkan bentuk hubungan kalian, kau berterus terang. Dan apa jawabnya, ia lebih nyaman dengan keadaan sebelum kau berterus terang. Friendzone.

Inti dari permasalahan jomblo cukup sederhana, tak lain berkutat antara si jomblo dengan dirinya sendri. Pertama tak pernah lepas dengan masalalunya, kedua terlalu banyak bercumbu dengan masa depannya.

Cerita dalam Cinta Tak Pernah Tepat Waktu adalah kisah seseorang yang tak pernah lepas dari masalalunya. Yah, mungkin kau setuju, masalalu adalah puisi yang indah untuk dibacakan kapanpun kau inginkan. Terlebih ketika keadaan seakan mendukung untuk menyanyikannya dalam bentuk musikalisasi. Ah, kemudian saya merokok lagi, meminum kopi terpahit. Kisah Si Aku barangkali hanya sebagai contoh kasus. Cermin bagi kita semua kaum jomblo yang sekarang sudah menjadi komoditas untuk dijual dan ditertawakan. Saya yakin banyak yang mengalami hal serupa seperti bab demi bab dalam novel yang pertama kali dicetak pada Mei 2005 tersebut. Hanya mungkin dengan variasi kisah yang sdikit berbeda.

Maka kalian para jomblo tak perlu khawatir. Nasib kita sama. Mungkin ada yang pernah mengalami menangis semalaman dalam ruang kamar yang gelap dan rapat, atau pernah membiarkan seseorang yang sudah siap lahir batin menjalani jalinan asmara dalam satu janji, namun kau enggan, kau masih terjebak lagu pilu yang dulu. Barangkali kau pernah juga terlambat mengungkapkan perasan. Padahal jika sedikit saja kau lebih cepat membiarkan keberanianmu, menghampirinya dan berterus terang, mungkin jalan hidup akan berbeda. Engkau tak akan berhenti dalam satu perjalanan kereta. Sial, bab ini adalah bagian paling menyesakkan.

Pada akhirnya saya setuju dengan Mas Puthut EA, cinta tak pernah datang tepat waktu. Selalu saja ada rintangan. Namanya juga hidup ya mblo. Tergoda gebetan lainlah, terhipnotis mbak-mbak SPG rokoklah atau malah tertarik godaan mantan yang ngajak balikan.

Jika sekarang kau sedang dekat dengan seseorang, jangan sombong dulu, jangan sumbar dengan janji-janji dulu. Siapa tau itu bagian dari cintamu yang belum tepat waktu. Siapa tau Si Dia masih bergelut dengan masalalunya yang begitu curam. Ah, mending kau ngopi sajalah dulu. Lagi-lagi, jadi jomblo mah harus banyak-banyak bersabar. Sabar mulu dari dulu, kapan suburnya?

Bagi yang belum baca, silakan kau cari bukunya. Siapkan saja ingatan. Kalau kau mudah tersentuh hati, siapkan saja air mata yang banyak. Kalau yang sudah baca, mau saya pinjamkan mesin waktunya doraemon?

Ngomong-ngomong, terimakasih jombloo dot co atas bukunya, sangat bermanfaat bagi manusia jomblo seperti saya ini, serta salam hormat untuk Mas Puthut EA.

Tentang Penulis

M.H.Dharmakhusala

M.H.Dharmakhusala

Jomlo yang kepingin gondrong

  • maria handayani

    P`0`K`E`R`V`1`T`A
    D.8.E.B.7.E.6.B
    ###