Curhat

Pasal Penghinaan dan Hak Asasi Mantan

Aditia Purnomo
Ditulis oleh Aditia Purnomo

Putus emang nggak ngenakin, begitu kata iklan, tapi bukan berarti kita boleh berbuat semena-mena. Kebanyakan kaum sakit hati setelah putus, terlalu mudah lupa apa saja yang sudah diberikan mantan untuk mereka. Yang mereka ingat hanya rasa sakit, patah hati, lalu membenci. Dan untuk melampiaskan semuanya, mereka akhirnya terlalu mudah untuk mengumpat dan menghina para mantan.

Ya, cercaan hinaan kepada mantan sudah menjadi hal lumrah. Atau bahkan menjadi rukun wajib dalam fase galau setelah putus. Namun, alasan apapun tentu tidak dapat membenarkan penghinaan yang dilakukan terhadap seseorang, apalagi kalau orang itu presiden.

Karena itu, saya jelas mendukung keinginan presiden untuk memasukan pasal karet penghinaan presiden dalam Kitab Undang-undang Hukum Pacaran, eh Pidana maksudnya. Kenapa begitu, ya jelas karena dihina bukanlah sesuatu yang menyenangkan, apalagi jika itu dilakukan oleh mantan sendiri. Kenapa banyak orang yang menolak, ya jelas karena mereka belum move on.

Perlu dipahami, bahwa move on adalah sebuah langkah penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebuah langkah pendewasaan, menerima segala perbuatan mantan dan membiarkannya hidup bahagia. Biasanya, cuma barisan mantan yang gagal move on saja, yang tidak pernah suka melihat mantannya senang. Dikit-dikit kritik, ngumpat, ngehina.

Karenanya segeralah move on. Baik anda yang secara tegas memutuskan dukungan terhadap pak Jokowi maupun yang masih sakit hati karena pacarnya jagoannya kalah di pilpres kemarin. Biar bagaimanapun, pak Jokowi pernah menjadi mantan kalian. Entah itu mantan jagoan, entah mantan lawannya jagoan. Toh biar bagaimanapun juga, Jokowi pernah memberi harapan pada anda, meski cuma harapan palsu. Lagipula, mantan tetap manusia, tetap punya hak asasi.

Biarlah pak Jokowi hidup bahagia sama bu Iriana. Nggak perlu jelous apalagi mendendam. Toh, kalau kondisi ekonomi ekonomi hari ini kacau bukan cuma salah pak Jokowi. Bisa jadi, malah gara-gara kalian, barisan sakit hati, yang dikit-dikit belanja onlen produk dari luar negeri buat nyenengin gebetan kalian pas Pilkada serentak.

Kalau ya memang mantan ataupun presiden salah, ya diingatkan saja. Panjatkan doa agar dia segera bertaubat. Kalau mau, bisa ditambah doa agar balikan. Daripada ngumpatin dia terus, nanti malah dikira masih memendam rasa sama mantan, ketahuan nggak lakunya.

Tentang Penulis

Aditia Purnomo

Aditia Purnomo

Bukan siapa-siapa, bukan apa-apa.