Curhat

Teman Manis Sehabis Bercinta

jombloo-teman-bercintaBagi kalian yang jomblo tentu tak bisa merasakan cinta yang sebenarnya. Karena cinta yang sebenarnya adalah cinta sepasang manusia, bukan cinta yang hanya satu arah kepada seseorang, namun tidak berbalas.

Inilah masalah yang dimiliki oleh seorang jomblo.

Menurut seorang filsuf cinta, Erich Fromm, cinta adalah sebuah jawaban bagi manusia atas problem eksistensi. Dan eksistensi ini pulalah yang tak dimiliki oleh seorang jomblo. Terlebih lagi bagi jomblo yang tak pernah mengungkapkan rasa cintanya pada seseorang.

Namun jangan takut, Erich Fromm juga mengakomodir para jomblo dengan kata-katanya yang mengatakan bahwa cinta harus dipandang sebagai suatu seni yang harus dimengerti dan diperjuangkan. Maka perjuangkanlah, ungkapkanlah, dan raihlah cinta itu.

Oleh sebab itu dia mengatakan bahwa cinta adalah problem eksistensi manusia. Problem tentang keterpisahan manusia. Danpada titik inilah, cinta menyatukan keterpisahan tersebut.

Sedangkan, bercinta bisa dikatakan sebagai salah satu puncak dari sebuah hubungan cinta antar manusia. Menyatunya tubuh, rasa dan pikiran dalam satu pelukan yang dalam, benar-benar menyatukan dua manusia dalam satu moument yang luar biasa.

Lagi-lagi hal ini pula yang tak dimiliki oleh para jomblo.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bercinta diartikan menaruh (cinta) rasa. Menaruh atau memberikan rasa cinta pada seseorang dalam bentuk hubungan seksual. Sebuah hubungan yang bisa menjadi simbol dari eksistensi manusia. Sepertinya tak ada lagi problem eksistensi manusia ketika manusia tersebut bercinta.

Bagi seorang jomblo bisa saja bercinta dengan seseorang, entah siapa. Namun bisa dipastikan bahwa bercintanya seorang jomblo tidak memiliki atau menaruh rasa cintanya kepada lawan bercintanya. Sehingga esksistensi yang dimikikinya hanya sesaat saja.

Jika kita sudah menemukan teman bercinta, lalu siapakah teman manis sehabis bercinta itu? Siapakah dia? Siapakah teman manis sehabis bercinta itu?

Bagi anda yang belum pernah merasakannya tentu boleh saja mencobanya, tak ada paksaan, tak ada keharusan, dan tak ada teori yang mengatakan demikian. Namun tak salah jika anda mencobanya.

Bakarlah sebatang rokok seusai anda melampiaskan eksistensi cinta itu. Hisaplah dalam-dalam dengan tenang, lalu bicarakan tentang pengalaman bercinta anda tadi, atau bahas topik-topik ringan lainnya, sembari sesekali anda peluk dan cium kening pasangan anda.

Dan sekali lagi, hal ini tak bisa dilakukan kalau anda seorang jomblo. Mungkin anda bisa bercinta, mungkin anda bisa membaca buku The Art of Loving karya Erich Fromm, atau anda bisa membakar rokok sebagai teman manis sehabis bercinta. Namun anda tak akan pernah bisa merasakan keseluruhan dari cerita ini, anda tak bisa merasakan eksistensi manusia atas cinta.

Jomblo memang pilihan setiap manusia, tak ada yang salah dengan status itu. Tapi berpasangan juga pilihan manis lainnya dari manusia. Semua kembali ke anda, kembali ke pilihan anda.

Tentang Penulis

Febriana Sekar Wijayanti

Febriana Sekar Wijayanti

Seorang Bidan, belajar mencintai bangsa setelah mencintai seseorang