Tips

Pesan Hari Tani Nasional di Balik Riuhnya Idul Qurban

Ganang Nur Restu
Ditulis oleh Ganang Nur Restu

Tahukah kamu, dibalik gegap gempita perayaan Idul adha ini, Indonesia juga memperingati 24 September 2015 sebagai Hari Tani Nasional. Hari dimana setengah abad yang lalu, Undang-Undang Pokok Agraria disahkan. Saat itu, penetapan UU PA menjadi tonggak paling awal dalam perkembangan peraturan pertanahan yang membela petani. Karena itulah, hari lahirnya UU PA diperingati sebagai Hari Tani Nasional.

Tahukah kamu, dibalik gegap gempita perayaan Idul adha ini, Indonesia juga memperingati 24 September 2015 sebagai Hari Tani Nasional. Hari dimana setengah abad yang lalu, Undang-Undang Pokok Agraria disahkan. Saat itu, penetapan UU PA menjadi tonggak paling awal dalam perkembangan peraturan pertanahan yang membela petani. Karena itulah, hari lahirnya UU PA diperingati sebagai Hari Tani Nasional.

Sebagai salah satu elemen penting dalam pilar pembangunan, jelas keberadaan petani tak bisa dianggap sepele. Mblo, bayangkan saja jika hidup tanpa ada yang mau jadi petani, bakal kita makan apa? Makan ati dan perasaan ? Itu sih udah jadi santapan sehari-hari kan, Mblo ? Hahaha.

Jadi begini, Mblo. Dalam riuhnya Idul Adha yang jatuh bersamaan dengan hari Tani Nasional ini, setidaknya ada beberapa pesan penting perihal peringatan hari tani yang relevan sebagai sarana kontemplasi untuk kalian para jomblo. Siapa tahu peringatan Hari Tani Nasional ini menjadi momentum balik dari kejombloan Kalian itu. Siapa tahu lho ya.

Pertama, peringatan tahunan ini merupakan sarana untuk mengingatkan kembali akan kepentingan ketahanan pangan. Yap, ketahanan pangan merupakan elemen penting dalam pembangunan berbagai aspek yabg ada di negeri ini.

Bayangkan saja jika pangan kita dalam kondisi kritis dan dalam ketahanan yang begitu rentan. Aku yakin-seyakinnya pembangunan di Negara ini akan tersendat. Untuk pesan penting yang bisa kalian para jomblo petik dari ketahanan pangan adalah pentingnya ketahanan hati.

Ya, benar. Ketahanan  hati untuk para jomblo di negeri ini. Kalian harus punya ketahanan hati yang kuat. Ketahanan hati akan segala  penolakan ketika pendekatan dengan target yang akan gebet. Kalau kita sekali nembak kemudian ditolak terus trauma dan putus asa. Aku yakin kalian bakal jadi jomblo seumur hidup. Nggak mau kan jomblo seumur hidup. Maka milikilah ketahanan hati yang benar-benar militan walau kesepian.

Pesan yang kedua adalah perihal kedaulatan pangan. Pangan yang berdaulat itu sangat perlu dalam mengamalkan kedaulatan bangsa. Berawal dari pangan yang berdaulat di negara sendiri dari serangan pangan-pangan impor pasti  kedaulatan Bangsa akan terpatri kokoh dari terpaan ombak bangsa-bangsa lain.

Maka dari itu. Wahai kalian para jomblo yang kesepian milikilah kedaulatan hati dan diri, Niscaya kedaulatan hati dan diri akan memunculkan aura kegantengan dan kecantikan dari dalam diri kalian. Nah, dengan begitu otomatis pasti akan menarik minat calon gebetan anda. Maka cobalah segera .

Selanjutnya pesan penting dari peringatan Hari Tani Nasional yang ketiga adalah kebijakan pertanian. Kebijakan pertanian sendiri adalah serangakain peraturan terjait pertanian domestik dan impor. Nah, Mblo, pesan penting yang dapat kita ambil adalah bawasannya kebijkan berasal dari kata bijak. Bijak menjadi penting buat kalian. Karena seorang jomblo yang bijak adalah jomblo high quality. Karena apa ? yo jelas saja, jomblo yang empan papan, yang tahu posisinya dan kemampuannya tak akan muluk-muluk dari  mencari calon gebetan. Lha wong sudah sadar diri akan kemampuan dan kapasitasnya.

Dan yang paling penting, pesan Hari Tani yang harus diamalkan saat Idul Adha ini adalah melakukan kurban jika mampu. Kalau mampu beli sapi, silahkan kurban sapi. Kalau Cuma bisa kambing ya kurban kambing. Karena dengan berkurban, kita bisa belajar berbagi kebahagiaan pangan dengan memberi kesempatan mereka yang tidak mampu untuk makan daging.

Ingat, pesan pentingnya adalah kalau mau kurban ya kurban hewan. Jangan karena nggak mampu kurban hewan, terus kalian jadikan itu alasan buat berkurban perasaan. Mblo, mblo. Sampeyan aja nggak kuat sama pedihnya perasaan kalian, lah kok mau dikurbankan. Jelas-jelas kalau mau berkurban harus berkurban hewan yang sehat. Lah ini, udah perasaan, menyedihkan dan sakit pula. Duh.

Tentang Penulis

Ganang Nur Restu

Ganang Nur Restu

Suka melamun, bukan penyamun. Bisa di jumpai melalui akun Facebook : Ganang Nur Restu

  • maria handayani

    LIVECHAT P`O`K`E`R`V`1`T`A
    BBM : D.8.E.B.7.E.6.B
    ##