Tips

Tips Mengatasi Patah Hati Berkesinambungan

Ditha Kusumaningtyas

Tak ada yang lebih hancur rasanya ketimbang melihat gebetan kamu gandengan tangan sama mahkluk lain bertitel “rival” di seberang jalan. Bak adegan film, saya jamin kamu akan langsung lari-lari kecil di tengah derasnya hujan diiringi backsound lagu One Last Cry, “…I saw you holding hands, standing close to someone else…” begitu kata Brian Mcknight seolah-olah paham benar isi hatimu.

Lebih parah lagi jika gebetanmu ternyata sudah lebih dulu jadian sama orang lain yang ternyata pernah kamu utangin waktu SMA atau pernah mergokin kamu lupa ngeflush kloset setelah dari toilet. Atau bahkan gebetanmu sudah jadian dengan orang yang kamu nggak kenal, tapi ternyata dia pemilik apartemen yang iklannya sering dipandu sama Feni Rose dan merupakan anak dari pengusaha sirup manis cap Tjampolay.

Kamu pasti lebih hilang akal lagi jika tahu bahwa gebetan kamu ternyata jadian sama orang yang tidak lebih baik dari kamu. Bahwa dia jadian sama anak bau kencur yang nggak tahu cara pakai deodoran atau anak kuliahan yang demennya demo di depan istana atas nama rakyat kecil tapi kalo disuruh sedekah alasannya selalu, “Anak kosan, Pak!”.

Serta hal-hal lain yang merupakan indikasi dari adanya patah hati berkesinambungan di mana kemudian Olga meledek kamu dengan lagu andalannya, “…hancur.. hancur hatiku…” Tangis kamu pun meledak meratap meraung-raung, mengurung diri seharian di kamar tidak mau makan dan minum (padahal karena sedang tanggal tua), dan merasa dunia akan runtuh karena harapan kamu bisa makan es krim berdua dengan gebetan di mekdi pupus sudah.

Kalau sudah begini, percayalah, kamu akan merepotkan seluruh orang yang berada di sekitar kamu karena patah hatimu itu. Kemudian kamu merasa jadi orang yang paling merana sementara kamu lupa bahwa tokoh seelegan Beethoven pun menjomblo seumur hidupnya.

Saya punya beberapa tips mengatasi patah hati yang ampuh. Perlu diingat, ampuh di sini bergantung pada kesiapan mental kamu menerima kenyataan bahwa kamu tidak diinginkan dan ada orang lain yang bisa membuat gebetan kamu berbahagia selain dirimu.. Sadissss…

Pertama, setelah patah hati kamu dipersilakan untuk mengurung diri seharian di kamar (jauhi pisau, gunting, atau benda tajam lain di sekitarmu karena sangat berbahaya bagi orang yang sedang putus asa). Silakan kamu atur playlist mp3 kamu dengan lagu-lagu yang mendukung patah hatimu itu lalu kamu dihalalkan untuk menangis sejadi-jadinya.

Setelah menangis karena dengar lagu-lagu mellow ala D’masiv, kamu harus bermeditasi sambil instropeksi. Tujuannya, untuk memikirkan kembali apakah kamu patut bersedih karena cintamu ditolak gebetanmu? Jika tidak, mulailah dari berlapang dada untuk memperbaiki pribadi kamu. Jangan-jangan kesalahannya ada dalam diri kamu.

Kamu sering lupa gosok gigi ketika berhadapan dengannya, ketiakmu seperti kolam renang ketika kamu melambaikan tangan padanya, atau kamu ramah-lenjeh pada semua lawan jenis kamu sehingga gebetanmu tidak bisa menangkap sandi-sandi asmara yang kamu berikan padanya. Atau mungkin karena kamu tidak tahu bahwa Levi Strauss pemilik label jeans dan Lévi-Strauss antropolog adalah orang yang berbeda karena kamu nggak suka baca buku.

Open up your mind, buddy! Kalau kata sufisme, “…cinta adalah melayani, jika untuk memilikimu adalah egoku, maka biarlah Tuhan yang mencukupkan cintaku…” atau kalau kata Mario Teguh, “…cintailah orang yang mencintai Anda. Jangan biarkan Anda tenggelam dalam cinta orang yang tidak mencintai Anda…” atau seperti lagu Oppie Andaresta, “…I’m single and verry happy…” Setidaknya itu cukup memotivasi kamu untuk bertahan di saat patah hati bukan? Paling tidak, pikirkan hal-hal baik. Hello… broken heart is not the end of the world, toh?

Well, setelah kamu berhasil menemukan faktor penyebab gebetanmu tidak menyukai kamu balik, kamu harus perlayak diri kamu. Mbok coba rajin mandi, kemana-mana wangi, pake baju necis, sering-sering ngaca, laah… (bukan malah awut-awutan dan menunjukkan pada dunia kalau kamu sedang patah hati. Apa kata dunia?) Jadilah sosok yang baru bahwa kamu tegar dan strong menghadapi semua pahitnya kisah cinta. Dianjurkan untuk kembali tebar pesona sana-sini untuk mengasah kemampuan kamu memikat hati gebetan.

Setelah kamu melupakan semua kesedihan kamu, kamu bisa pergi keluar rumah, lakukan apa pun sesuka hati kamu. Menikmati hidup sebagai jomblo, Mblo! Pergi pagi pulang pagi, bebas ongkos dan biaya bensin, pulsa awet, uang tabungan utuh, pesen makanan cukup satu, kalo tanggal tua bisa puasa, dan no drama!! Maka nikmat jomblo mana yang kamu dustakan??

Kemudian ketika kamu jalan-jalan di mall, kamu melihat gebetan kamu bersama kekasihnya sedang makan es krim berdua di mekdi.. Kamu pun menunduk lesu, berbalik badan, dan pura-pura tak melihat sambil terngiang-ngiang senandung om Brian…

I guess I’m down

I guess I’m down

I guess I’m down to my last cry))

Tentang Penulis

Ditha Kusumaningtyas

Ditha Kusumaningtyas

Korban LDR yang paham benar isi hati para jomblo