Tips

4 Alasan Mengapa Gamers Football Manager Layak Dijadikan Pacar

Handy Fernandy
Ditulis oleh Handy Fernandy

Football Manager merupakan salah satu permainan yang paling fenomenal di dunia, bila dikategorikan permainan dengan genre simulasi, permainan ini satu-satunya yang dapat menyaingi popularitas game The Sims.

Football Manager menawarkan sebuah kemewahan untuk menjadi seorang manajer atau pelatih kepala di sebuah klub. Terkadang, alasan bermain game ini adalah berawal dari ketidakpuasan melihat performa atau kebijakan manajemen klub jagoan di dunia nyata. Di permainan ini, kita dapat mendatangkan pemain yang kita impikan dan meraih banyak prestasi yang tidak dilakukan.

Football Manager adalah candu. Miles Jacobson, Studio Director dari Sport Interactive alias orang di balik permainan Football Manager pernah ngetwit pada bulan Mei 2015, bahwa Football Manager edisi 2015 telah dimainkan selama 106 juta jam alias 12,126 tahun di seluruh dunia. Itu pun bagi yang terpasang di aplikasi Steam, akan lebih jumlahnya jika dihitung dengan versi bajakannya. Miles sendiri juga pernah mengungkapkan bahwa game yang dibesutnya telah dibajak sebanyak 10 juta kali, itu pun hanya satu edisi, yakni Football Manager 2013.

Pengaruh Football Manager di Indonesia sendiri masuk dalam kategori cukup digemari. Meski masih kalah populer dengan permainan sepakbola lainnya, seperti PES ataupun FIFA. Namun nyatanya, salah satu pegiat Football Manager Indonesia di Twitter, yakni @id_fm memiliki jumlah pengikut sebanyak 9.567 (sampai tulisan ini ditulis).

Dari sekian banyak jumlah pengikut tersebut, pastilah ada sebagian dari mereka yang yang jomblo. Sebab menurut survei yang dibuat dalam forum resmi permainan Football Manager, ketika survei ditutup, total 304 suara masuk atau sebanyak 28.54%% dari 1056 suara adalah pemain game football manager pada usia 25-35 sebuah usia yang seharusnya memiliki pasangan, entah sudah menikah atau masih pacaran. Namun saya menyangsikan dengan masa jam bermain yang luar biasa panjang dan dikaitkan dengan data survei usia bermain, pastilah banyak jumlah jomblo terkurung dalam keadiktifan dari game tersebut, apalagi mereka akan merilis versi terbaru, yaitu Football Manager 2016 pada 13 November 2015 nanti.

Oleh sebab itu, anggaplah tulisan ini sebagai pembelaan bahwa gamers Football Manager layak diperjuangkan untuk jadi suami atau menjadi pacar. Paling tidak, ada hal-hal menarik yang didapat dari Football Manager yang dapat diimplementasikan di dunia nyata.

Berikut empat alasan mengapa gamers Football Manager layak dijadikan pacar:

Meramu Taktik Aja Sabar, Apalagi Ngadepin Kamu

Menjadi manajer pastilah mengakrabi taktik. Suka tidak suka, hal inilah salah satu alasan mengapa permainan Football Manager ini memberikan candu yang luar biasa. Sebagai pemain FM, mengutak-atik taktik selama berjam-jam guna mencari ramuan yang tepat untuk membentuk taktik yang tak tertandingi, menjadikan kesabaran adalah koentji. Bayangkan bila untuk taktik saja bisa sabar, apalagi ngadepin kamu.

Merayu Pemain Inceran Aja Bisa, Apalagi Merayu Kamu

Ini agak lebay, tidak apa. Merayu pemain inceran di Football Manager bukanlah hal yang aneh. Ketika kita mengincar pemain idaman untuk mengisi salah satu posisi di tim yang dilatih, pastilah pendekatan pertama adalah dengan mendeklarasi ke media bahwa kita membutuhkan dia ada di tim kita, semakin sering, semakin si pemain tergoda ingin pindah. Jadi masalah rayu-merayu, mungkin gamers  Football Manager jagonya, tapi kenapa masih jomblo? Mungkin karena pemalu, lah di FM aja kudu curhat dulu ke media untuk menyatakan keinginan merekut pemain? Hehehe.

Mengasuh Wonderkids Aja Jago, Apalagi Ngasuh Anak-anak Kita Nanti.

Wonderkids adalah istilah yang disematkan bagi pemain muda potensial yang suatu saat bisa menjadi pemain fenomenal di masa depan. Tak heran, gamers Football Manager sudah mengetahui pemain seperti Memphis Depay, Oscar, Antoine Griezmann akan menjadi pemain terkenal sejak tahun 2011 lalu.

Namun untuk menjadikan pemain wonderkids menjadi pemain bintang dimasa depan, perlu ditunjang dengan kecerdasan dalam pemilihan jatah latihan yang ketat dan terencana, rotasi serta kesempatan bermain yang banyak, jika tidak, pemain itu akan menjadi pemain biasa-biasa saja. Demikian juga dengan mengasuh anak-anak kita, pastilah sebagai orang tua akan bekerja secara maksimal mencari potensi terdalam agar anak berkembang menjadi oarang yang hebat di masa depan.

Ngurus Keuangan Klub Aja Hebat, Apalagi Keuangan Keluarga Kita kelak.

Mengurus keuangan klub juga menjadi salah satu hal yang wajib diperhatikan. Bila kita terlalu boros belanja pemain atau memberikan gaji yang tinggi kepada pemain, tunggu saja kebangkrutan tim. Meski tim yang dilatih adalah tim sekelas Manchester City atau PSG yang bergelimang harta, adanya peraturan pembatasan Financial Fair Play (FFP) tak beda jauh antara di dunia nyata dengan FM, membuat tim dihukum turun divisi dan otomatis mengurangi pendapatan klub dan beresiko bangkrut.

Menyikapi hal tersebut, kita sebagai manajer yang juga memegang kendali atas kebijakan keuangan klub, harus pintar-pintar mengatur keuangan klub, mulai dari kebijakan jual-beli pemain, sampai gaji yang diberikan harus diatus sedemikan rupa. Bila mengurusi keuangan klub yang ngejelimet aja hebat, apalagi keuangan keluarga kita kelak. Cielah….

Semoga dengan keempat alasan yang penulis kemukakan di atas dapat menjadi jawaban (ataupun pembelaan) bahwa kualitas gamers Football Manager berada di atas rata-rata gamers lainnya dan layak untuk dijadikan bahan pertimbangan untuk kamu yang mungkin sedang didekati oleh dia yang merupakan pecandu permainan ini.

Saran saya, apabila Anda telah tinggal satu rumah karena diikat oleh pernikahan dan melihat kelakuan pasangan Anda yang lebih meluangkan waktu dengan komputer atau gawainya yang terpasang permainan ini maka, sabarlah. Sebab Milles Jacobson, si empunya permainan ini sudah jauh-jauh hari mewanti-wanti dengan mengcuit seperti berikut:

It’s kind of ironic that I’m really tired today having stayed up late last night trying to get people to go to bed rather than playing FM.”

Tabik.  *langsung lanjut main Football Manager*

Tentang Penulis

Handy Fernandy

Handy Fernandy

Nular hobi di @id_fm, membaktikan diri sebagai jamaah Commuter Line Cikini-Depok Baru PP.