Berita dan Artikel

Bela Negara dan Upaya Memberdayakan Kaum Jomblo

Luthfi Anshori
Ditulis oleh Luthfi Anshori

Kementerian Pertahanan RI berencana mengadakan program wajib militer, atau yang kerap di-keren-keren-kan menjadi ‘bela negara’. Katanya sih untuk mengatasi ancaman militer dan non-militer. Tapi kamu percaya nggak, Mblo, kalau ini hanyalah akal-akalan pemerintah? Bela negara yang dimaksud hanyalah ikhtiar pemerintah untuk memberdayakan energi berlebih kaum jomblo yang berceceran sepanjang Sabang-Merauke.

Saya meyakini ini merupakan agenda terselubung Pemerintahan Jokowi-JK untuk program “Indonesia Bebas Tuna Asmara 2020”. Program ini menyasar kaum jomblo dari berbagai tingkatan. Mulai dari jomblo veteran, jomblo tak berarti hujan, hingga jomblo sejak dalam pikiran.

Tak ada alasan khusus yang mendorong terbentuknya program ini. Jokowi hanya mengkhawatirkan populasi pemuda-pemudi galau yang terus meningkat tiap malamnya. Ini tentu mengancam kebijakan Jokowi di sektor ketahanan air (mata). Oleh sebab itu, program ini (bela negara) mendesak dilaksanakan untuk menjaga cadangan air (mata) nasional sekaligus merawat barang peninggalan mantan hutan yang terus mengalami deforestasi tiap tahunnya.

Mulanya mereka—barangkali termasuk kamu juga, Mblo—akan digembleng secara fisik maupun psikis. Fisikmu yang semula tak karuan akan dibuat menjadi tegap, gagap, dan rupawan. Ini untuk menambah daya pikat bagi lawan jenis.

Setelah selesai dengan urusan badaniyah, lalu giliran jiwamu yang digembleng, Mblo. Psikismu yang semula kritis dan amat rapuh, di tangan militer, akan diubah menjadi sekuat baja. Doktrin Pancasila lamat-lamat ditanamkan di sanubarimu. Jargon “Pantang pulang sebelum diguyur kenangan!” terus dilantangkan.

Tak hanya itu, kamu juga akan diajari taktik meraih gebetan dan mengambil hati calon mertua. Mulai dari taktik gerilya, yang mengandalkan kesenyapan lalu tiba-tiba ‘nembak’ secara spontan, hingga serangan umum (lamaran) tanggal satu Syawal, tentunya menjadi kurikulum wajib yang pasti diajarkan.

Selain itu, masih banyak ilmu lain yang bisa kau serap dari pendidikan militer ini, Mblo. Ada teknik menaklukan hati wanita dengan tangan kosong. Kosong di sini maksudnya adalah tanpa modal, bahkan tanpa keluar uang sepeser pun. Keren, kan? Lalu ada juga cara survival (bertahan) dari godaan mantan dan kenangan yang kejam. Kemudian ada pula Pelatihan Baris Baris (PBB) dan doktrin kedisplinan lainnya, yang tentunya amat berguna bagi kamu untuk menata rumah tangga.

Percayalah, Mblo, program wajib militer ini tidak menyiksa dan bertahan lama. Program ini justru memiliki asas manfaat yang amat besar.

Setelah menjalani pendidikan ini, saya berani jamin kamu-kamu sekalian, Mblo, akan menjadi individu-individu yang paripurna: individu yang lebih kuat dari segala hinaan, lebih loyal terhadap (calon) pasangan, lebih agresif dalam mencari teman hidup yang sejati, dan siap menyongsong masa depan yang gilang gemilang.

Tapi satu pesan saya:
Kalau enggak kuat, lambaikan tangan ke anggota JKT48!

Tentang Penulis

Luthfi Anshori

Luthfi Anshori

Pengukur jalanan Bekasi-Jakarta. Pekerja media. Pengamat status hubungan si dia.

  • zeth warouw

    pgn nangis baca nya wakakakaka