Tips

Cara Mudah Menjadi Playboy

Tri Em
Ditulis oleh Tri Em

Bagi sebagian cowok, dianggap sebagai playboy adalah suatu kehormatan. Karena saat itulah perjuangan cintanya mendapat pengakuan dari orang lain. Ia bahkan tak perlu bersusah payah layaknya jomblo proletar menghadapi krisis asmara, mulai dari bangun tidur sampai lupa bagaimana cara tidur nyenyak, karena bayangan mantan terus saja datang menghantui.

Tapi jangan kamu kira menjadi playboy itu segampang mutusin pacar yang selingkuh dengan teman sendiri. Jangan kamu kira menjadi playboy itu semudah mengatakan “I love you!” lalu mention akun Isyana Sarasvati. Menjadi playboy adalah pilihan. Playboy adalah salah satu bentuk perjuangan kelas.

Ariel dan Raffi, misalnya. Hidup mereka bisa dikelilingi gadis-gadis bukan karena mereka artis. Namun, itu karena pandangan orang tentang playboy masih kuno, tidak up to date. Padahal cinta tidaklah statis, melainkan dinamis, menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Biar saya kasih contoh.

Seorang cowok memacari satu cewek dalam satu waktu. Lalu entah karena sebab apa, mereka akhirnya putus. Kemudian masing-masing mencoba move on. Dan cowok itu ternyata lebih bisa move on lebih dulu, lantas berpacaran dengan cewek lain. Tidak jarang kalau cowok seperti ini dianggap playboy, sedangkan ia hanya berusaha move on dari masa lalu.

Cara berpikir seperti itulah yang tanpa sadar membikin playboy menjadi sosok yang disegani, bahkan cenderung dihormati. Bagaimana orang tidak hormat, baru mau kenalan saja, yang diajak kenalan sudah tahu lebih dahulu. Dan pada waktu tertentu, pertanyaan yang bakal muncul yaitu: “Kamu temannya si anu ya?”

Menjadi playboy terbukti bisa menaikkan derajat jomblo, dari yang tadinya fakir asmara menjadi jomblo revolusioner.

Cara mudah menjadi playboy, antara lain:

  1. Jika belum pernah pacaran

Playboy bukanlah suratan takdir. Hal itu tidak berpihak kepada segelintir orang. Semua cowok bisa saja menjadi playboy. Tapi playboy yang bagaimana dulu?

Jika belum pernah pacaran, seorang cowok rentan jadi atau dianggap sebagai playboy. Keinginan untuk mengenal seorang cewek, keinginan untuk mempunyai satu pacar, membuatnya terobsesi sekadar diakui oleh teman-temannya. Terobsesi dan ingin membuktikan kalau ia juga bisa punya pacar, tak lama setelah putus lantas pacaran lagi, lagi dan lagi, sampai ia resmi menyandang status playboy, yang konon terhormat itu.

  1. Jika sudah lama menjomblo

Sama seperti poin sebelumnya. Sekali lagi saya tegaskan, menjadi playboy bukanlah suratan takdir. Jika sudah lama menjomblo, hal ini justru sulit dilakukan. Pernah merasa dikecewakan, misal ditinggal nikah seorang cewek yang dicintai secara diam-diam. Atau diputusin ketika telunjuk kiri sudah tersemat cincin tunangan. Membayangkan untuk pacaran lagi saja dirasa malas, apalagi menjadi playboy?

Sebetulnya, jika mau berusaha, menjadi playboy tidaklah sulit. Karena yang sulit adalah berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan masa lalu, berdamai dengan omongan orang. Dan yang perlu diingat, jangan lupa move on.

  1. Jika sudah punya pacar

Kaum adidaya ini, yang memegang teguh rezim pacaran, sungguh tidak pantas menjadi playboy. Jika orang-orang yang sudah punya pacar lantas ingin menjadi playboy, tentu hal ini akan merusak nama baik Ariel dan Raffi selaku junjungan playboy masa kini. Mereka akan membikin orang lain merendahkan gelar kehormatan sebagai playboy.

Tapi jika orang-orang yang sudah punya pacar lantas ingin menjadi playboy, silakan saja. Kalau tidak menyusahkan diri sendiri, minimal mereka akan merasakan betapa sulitnya mempunyai satu pacar. Ini nyata!

  1. Jika sudah berumah tangga

Mau menjadi playboy, Pak, Oom? Ingat anak dan istri di rumah!

Sebagai mantan playboy, sungguh suatu kehormatan bagi saya karena bisa menuliskan hal ini. Semoga status saya sebagai mantan playboy segera mendapat legitimasi dari Dewan Kesepian. Amin.

Tentang Penulis

Tri Em

Tri Em

Amorfati Fatum Brutum. Tim J @jombloodotco.