Tips

Kalimat Penolakan yang Tak Akan Bikin Cowok Kecewa

Tri Em
Ditulis oleh Tri Em

“Kamu terlalu baik untuk aku”, “Aku mau serius belajar dulu”, “Kita kan temenan udah lama”, atau “Kamu udah aku anggap sebagai kakak aku sendiri”, adalah kalimat penolakan yang kerap dijadikan senjata oleh cewek setelah ditembak seorang cowok. Secara harfiah, kalimat-kalimat semacam itu memang sekadar kalimat biasa saja, karena hakikat cinta tak bisa dipaksakan. Tapi secara batiniah—hanya bisa dirasakan oleh mereka yang jomblo sejak dalam pikiran—kalimat-kalimat tersebut tidak saja akan membikin cowok merasa kecewa, bahkan juga bisa bikin cowok lantas mengakhiri hidupnya.

Oleh karena sebagian cowok tak punya landasan cinta yang kuat, ada baiknya kamu membantu mereka terhindar dari jurang kekecewaan. Salah satu caranya yaitu menolak dengan kalimat yang tepat.

Apa saja kalimat itu? Berikut saya bikinkan kalau-kalau kelak kamu mau menolak seorang cowok:

  1. Mamah bilang aku belum boleh pacaran.

Kalimat pertama ini memang terasa sedikit klise. Tapi kamu tak lupa, kan, kalau surga itu ada di telapak kaki ibu? Cukuplah kamu jadi jomblo saja, jangan sampai juga jadi anak yang durhaka. Bilang saja kalau kamu belum dibolehkan pacaran oleh mamahmu.

Kalaupun si cowok tetap tidak terima, katakan bahwa antara kamu dan mamahmu sudah menandatangani nota kesepahaman dalam memilih pasangan hidup. Demi menjaga kesatuan keluarga. Demi menjaga perasaan masing-masing. Demi perbaikan keturunan.

Tapi ada yang lebih penting: jangan membohongi perasaan sendiri.

  1. Aku masih belum move on.

Jika memang masih belum bisa move on dari cinta lalu, jujurlah. Tak perlu kamu memakai alasan lain; alasan yang kebohongannya sudah tidak diragukan lagi. Sungguh cowok lebih bahagia jika ditolak dengan alasan masih belum move on. Karena penolakan itu tidak akan membikin ia kecewa, justru membikin si cowok kian bersemangat dalam belajar menyelamatkan hati cewek-cewek yang belum atau gagal move on.

Masih mau menolak dengan alasan ‘kamu terlalu baik buat aku’? Hari gini? BASI!

  1. Kamu terlalu cengeng buat aku sakitin.

Kualitas cowok zaman sekarang jangan disamakan dengan kualitas cowok pada masa kolonial. Karena cowok zaman sekarang banyak macamnya. Ada yang baru ditolak sekali, eh galaunya berkali-kali. Ada yang sudah ditolak berkali-kali, eh malah jadi lupa mencintai diri sendiri. Sungguh kedua macam cowok itu ada di zaman sekarang.

Jadi kamu tak perlu khawatir jika ingin menolak cowok. Amati dulu sikapnya. Kalau baru 5-10 menit ia tidak sabar menunggu pesan balasan darimu, terus-menerus mengirim pesan, segeralah menjauh. Karena cowok macam itu merupakan tipe cowok otoriter. Daripada kamu yang disakitin, lebih baik kamu sarankan kepada cowok tersebut supaya berkaca diri. Daripada kelak ia merasa tersakiti, lalu galau lagi, mabuk lagi.

Percayalah. Masih banyak kok cowok yang bisa sabar menghadapi keegoisan cewek! Meski cuma untuk ditolak lagi, diputusi lagi, ditinggal lagi.

  1. Aku mau fokus belajar mencintai bangsa dan negara.

Dalam urusan asmara, mengesampingkan urusan pacaran demi kemajuan bangsa merupakan salah satu bentuk perjuangan. Memang kamu tega membiarkan saudara-saudaramu ditindas, disingkirkan oleh kebijakan yang bernama mesin politik? Daripada menolak dengan alasan mau fokus belajar, dan ternyata malah balikan dengan mantan pacar, mengapa kau tak coba mengenal bangsamu?

Belajar mencintai bangsa dan negara memang pahit. Selalu bertepuk sebelah tangan, harapan yang kerap diabaikan oleh mereka yang mengaku wakil rakyat. Selalu ditikung oleh kepentingan penguasa. Tapi sejarah yang masih samar, kasus penculikan dan pembunuhan yang belum kelar, serta ketidakadilan yang terjadi di berbagai daerah patut untuk diperjuangkan. Meski perasaan sendiri harus dikorbankan, setidaknya hal inilah yang dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan. Bukan pergi ke luar negeri dengan alasan studi banding, nyatanya membuang dana yang seharusnya digunakan untuk memajukan kesejahteraan rakyat.

  1. Aku lesbi.

Jika keempat alasan di atas tak cukup untuk meyakinkan cowok yang telah kamu tolak, bilang saja kalau kamu lesbi. Dijamin ia tak akan kecewa, malah alasan itu akan membikin ia bahagia dan tertawa. “Kok bisa ya gue nembak lesbi?” Ya bisa saja, sih. Cinta kan tak pernah salah pilih. Atau barangkali, kamu hanya terlalu bersemangat dalam memperjuangkan rasa sepi sendiri.

Kalau kelima alasan di atas gagal membikin cowok berhenti ngejar-ngejar kamu, jangan salahkan saya. Karena ditolak itu menyakitkan. Dan lebih menyakitkan lagi kalau sampai cowok merasa kepedean, padahal si cewek sama sekali tak memberikan sinyal harapan. Selamat mencoba!

Tentang Penulis

Tri Em

Tri Em

Amorfati Fatum Brutum. Tim J @jombloodotco.

  • Rizki Aziz Febriyanto

    Kata mama satu2nya cara membahagiakan orang tua itu dengan menerima perjodohan mereka. Jadi aku nunggu dijodohkan saja mas.
    Wiss buyarrr haha

    • Tri Em

      Krisis asmara. Hahaha.

  • zeth warouw

    revolusioner sekali tulisannya !!

    • Tri Em

      Jangan melupakan cita-cita revolusi asmara, Kamerad!