Berita dan Artikel

Pak Jokowi Masih Betah Jadi Presiden?

Tri Em
Ditulis oleh Tri Em

Setahun pemerintahan Jokowi-JK. Pak Jokowi masih betah jadi presiden?

Kita semua tahu, berbagai macam cara terus dilakukan Barisan Sakit Hati untuk menggoyang pemerintahan Jokowi-JK. Dari kalangan kakak-kakak mahasiswa sampai aktivis-aktivis jempol, juga kubu yang gagal nyalon capres, semua ingin terlihat heroik di mata masyarakat. Semua ingin hestek yang mereka bikin jadi tren di seluruh media sosial, terutama tren yang negatif tentang Pak Jokowi. Semua menuntut supaya kebijakan yang dibuat pemerintah selaras dengan nilai-nilai Pancasila, dan yang paling utama, jelas, tidak membikin susah hidup rakyat.

Bukan cuma Barisan Sakit Hati saja yang berusaha ikut campur di setahun pemerintahan Jokowi-JK. Pak Beye juga masih seperti mantan yang ‘cerewet’. Ibaratnya kalau Indonesia ini perempuan, Pak Beye setelah paripurna justru menunjukkan sikapnya sebagai laki-laki yang sudah melakukan hal terbaik dan meninggalkan kenangan indah pada masa usia kebersamaannya dengan Indonesia. Ya, meskipun endingnya Pak Beye sama kayak playboy di luaran sana, yang masih meninggalkan masa lalu, sedikit haru jika diingat. Lantas meninggalkan imej, bahwa semua laki-laki itu sama: tukang PHP.

Soal goyang-menggoyang di pemerintahan Jokowi-JK, aksi yang mereka lakukan tak seseksi goyangan Duo Serigala, bahkan Duo Pedang sekalipun. Cara-cara yang dilakukan justru terkesan kampungan alias grasak-grusuk, malah lebih elegan cara bicara Yang Tersayang Princess Syahrini. Mungkin untuk menggoyang pemerintahan Jokowi-JK, kakak-kakak mahasiswa dan aktivis-aktivis jempol perlu berguru pada Yang Tersayang. Kalaupun enggak bisa mengikuti gaya bicaranya yang terdengar syahdu nan elegan, minimal mereka tahu bagaimana cara menghadapi mantan. Seperti Yang Tersayang Princess Syahrini, ketika harus dihadapkan oleh kemesraan Mas Anang dan Mbak Ashanty di atas panggung konser.

Tapi Pak Jokowi bukanlah Anang Hermansyah. Pak Jokowi adalah presiden, orang nomor satu di negeri yang lagi manja-manjanya ini. Dan sebagai orang nomor satu di negeri ini, Pak Jokowi harus tahan godaan, sebagaimana yang digembar-gemborkannya sejak awal—hanya satu yang dibutuhkan oleh Indonesia: revolusi mental. Sekali lagi, revolusi mental, bukan revolusi asmara.

Sebagai orang nomor satu di negeri ini, tentu Pak Jokowi memanggul tanggung jawab yang sangat besar di pundaknya. Sebesar apa pun tanggung jawab itu, yang jelas Pak Jokowi harus tetap tampil bugar, harus tetap tersenyum, supaya rakyat tidak perlu ikut-ikutan menanggung beban yang berat itu. Betapa bijaksana dan legowo seorang presiden, semoga juga berbarengan dengan senyum Pak JK.

Kenapa Pak JK juga dibawa-bawa?

Presiden dan wapres kan sudah jadi satu paket, sudah jadi satu pasangan kalau kata orang yang lagi baru-barunya jatuh cinta mah. Masa iya jalan sendiri-sendiri? Atau kalian lupa kalau Pak JK pernah ngomong, bahwa ia setuju dengan (padahal baru isu) usul Pak Jokowi yang ingin mereinkarnasi pasal-pasal penghinaan presiden? Pasangan mana yang tidak marah kalau ada yang meledek apalagi maki-maki pasangannya?

Dikutip oleh CNN Indonesia:

“Presiden kan kepala negara. Di mana pun di dunia ini, Presiden itu dihormati orang. Kalau (orang) memaki-maki atau menghina Presiden, tentu fungsi pemerintahan juga terkena. Jadi wajar saja (pasal itu dihidupkan).”

Memang pasal itu sudah diusulkan oleh pemerintah sebelumnya, yaitu sewaktu Pak Beye betah jadi presiden selama dua periode (2004-2009 dan 2009-2014). Namun tetap saja, pasal penghinaan presiden itu mengandung kontroversi, bahkan sudah dihilangkan sejak keruntuhan Demokrasi Terpimpin Bung Karno. Ketika sebagian orang menganggap bahwa Indonesia ini sudah maju, kok ya mau balik lagi ke masa lalu? Mbok move on, gitu…

Iya, saya ngerti. Menjalankan sebuah negara memang tidak seperti menjalani hubungan, apalagi misal punya pacar yang lebih suka menatap layar HP daripada sama-sama menatap masa depan. Menjalankan sebuah negara yang tiap lima tahun sekali berganti kepala itu butuh sistem yang sehat. Gimana enggak butuh, lha kan enggak cuma kepalanya saja yang ganti, tapi juga kaki-kakinya? Beruntung sistem yang sehat itu terpasang pada tubuh negara. Lha kalau Pancasila dan UUD ’45 rusak kekebalannya, emang kalian mau ganti? Mau ganti pakai apa? Pakai undang-undang pacaran, yang dianggap kaum jomblo revolusioner adalah rezim yang enggak berpri-ke-asmara-an?

Meski pemerintahan dan kebijakan pemerintahan Jokowi-JK terus digoyang Barisan Sakit Hati, faktanya Pak Jokowi masih betah jadi presiden dan Pak JK masih betah jadi pasangannya. Kebijakan dalam penetapan harga BBM, kebijakan menghadapi depresiasi ekonomi global, sampai kebijakan untuk meminta maaf kepada para mantan pacar korban 1965, adalah contoh sekelumit kebijakan yang mau tidak mau memaksa beliau untuk tetap tampil sederhana dan tak lupa tersenyum kala wartawan mewawancarainya.

Namun di tengah kasus kabut asap yang menyelimuti beberapa daerah, di tengah Indonesia yang ternyata tidak krisis ekonomi, melainkan krisis kemanusiaan, sanggupkah beliau juga merasakan dampak krisis asmara yang melanda kaum jomblo?

Suara-suara kaum tertindas asap itu terangkum dalam pamflet “Mata perih, bernapas susah, jodoh makin tak terlihat.” atau “Pak presiden, kalau tak bisa menghilangkan asap, tolong hilangkan #RasaYangDuluPernahAda!” dan “Pak presiden, kalau tak bisa matikan asap, tolong matikan saja mantan saya!”

Betapa memilukan suara-suara itu! Semoga Pak Jokowi mendengar suara mereka, kecuali kalau beliau enggak menyadari kalau Kalimantan juga turut diselimuti kabut asap tebal.

Selamat satu tahun pemerintahan, Pak Jokowi. Ciyeee satu tahun ciyeee… Kalau sudah enggak betah jadi presiden, tolong tetap betah menjadi orang yang senang tersenyum walau bagaimanapun keadaannya. Kayak saya ini lho, Pak, mau mantan pacar sudah dinikahi orang lain ya senyumin aja. Toh, saya ini cuma mantannya. Mungkin Pak Beye yang mantan presiden juga perlu mencontoh mantan playboy macam saya. Hehehe.

Salam dua jari, Pak Jokowi. Tapi kalau Bapak enggak mau menerima salam saya, ya saya enggak apa-apa. Toh, saya ini kan cuma rakyat biasa?

Tentang Penulis

Tri Em

Tri Em

Amorfati Fatum Brutum. Tim J @jombloodotco.

  • Brianna Kyla

    #pak-jokowi-masih-betah-jadi-presiden/pak-jokowi-masih-betah-jadi-presiden/

    S1288POKER – BONUS FREECHIP SETIAP HARINYA – BONUS NEW MEMBER 10% | BBM : 7AC8D76B

  • Claudia Bella

    Numpang : pak-jokowi-masih-betah-jadi-presiden/pak-jokowi-masih-betah-jadi-presiden/

    S1288POKER – BONUS FREECHIP SETIAP HARI, NEW MEMBER 10%, BONUS MINGGUAN | BBM : 7AC8D76B