Berita dan Artikel

Stop Kriminalisasi Jomblo!

Benny SR
Ditulis oleh Benny SR

Apa yang lebih menyakitkan dibanding dituduh melakukan kejahatan yang tidak kita lakukan? Jomblo, ternyata bukan hanya dianggap sebagai kaum hina dina, tetapi juga dituding sebagai pemicu retaknya sebuah hubungan asmara orang lain. Betapa berat cobaan seorang jomblo. Sudah dicaci maki, dituduh jadi biang keladi, niat baik pun dikriminalisasi!

Dalam sebuah artikel yang tengah saya tulis dengan judul Selamatkan Jomblo, saya temukan fakta bahwa jomblo adalah Mesiah. Ibaratnya seperti Indomie untuk para anak kos. Meski tak baik untuk kesehatan secara jangka panjang, toh tetap saja Indomie adalah penyelamat yang mampu menjamin rasa kenyang secara berkala di tengah umpatan “Isi dompet oleng, kapten!”. Begitu juga jomblo, meski kerap menjadi olok-olokan, toh tetap saja jomblo dibutuhkan sebagai juru selamat untuk keseimbangan dunia. Bahwa tak selamanya yang berpasangan itu selalu baik. Sampeyan tentu pernah lihat orang pacaran yang hubungannya putus nyambung-putus nyambung, kayak lubang colokan dan charger HP yang mulai tidak sepaham.

Kesalahan terbesar setiap pasangan, yaitu ketika sedang ada suatu masalah di dalam hubungan mereka, setiap pasangan justru mengumbarnya (curhat) ke orang lain. Bukan malah membicarakannya dengan pasangan masing-masing secara empat mata. Dan kaum jomblo, lagi-lagi masih dianggap sebagai sesuatu yang dikultuskan untuk dijadikan pendengar sekaligus penasehat bagi pasangan yang tengah dirundung masalah.

Mereka yang dirundung masalah asmara dengan pasangan akan cenderung mengadu pada kaum jomblo di sekitarnya. Entah itu sahabat, teman kantor, saudara, atau bahkan pada teman chatting. Mereka yang tengah dirundung gejolak masalah dengan pasangan, berharap mendapat nasehat bijak maupun dorongan spiritual dari kaum jomblo untuk mengambil sebuah keputusan. Antara baikan, break, atau bahkan putus.

Masalah timbul ketika dalam proses dengar pendapat antara jomblo dan klien (pasangan bermasalah), jomblo justru dituding sebagai tukang tikung. Lebih parahnya justru dituduh sebagai perebut kekasih orang! Dunia memang kejam! Bagaimana bisa seorang yang dimintai tolong justru danggap sebagai biang rusuh? Mungkin benar apa yang dikatakan Patrick Star dalam film kartun Spongebob, “bahwa hidup tidak akan pernah adil, maka biasakanlah dirimu.”

Menjadi jomblo itu tugas mulia. Tugas yang berat untuk orang-orang pilihan. Jomblo dalam menasehati pasangan yang bermasalah selalu berusaha untuk menjadi manusia yang baik. Ia tak akan mengatakan, “Sudah, putusin aja pacarmu itu. Masih ada kok orang yang lebih baik dari dia dan lebih sayang sama kamu. Aku, misalnya.”

Jomblo adalah tipikal orang yang begitu sabar menjadi pendengar, bahkan lebih bijak ketimbang Mario Teguh dengan salam supernya itu. Mungkin ini juga yang menjadi alasan seseorang lebih merasa nyaman curhat dengan jomblo, ketimbang mengadu pada pasangannya sendiri yang lebih sering ngomong, “Aku capek! Aku salah! Kamu enggak berubah…bla..bla..bla…”

Ah, haruskah kaum jomblo membentuk sebuah gerakan aksi nyata untuk menghentikan segala bentuk kriminalisasi? Stop kriminalisasi jomblo! Kami (kaum jomblo) menolak segala bentuk tindakan kriminalisasi, mulai dari dituduh tukang tikung, perebut kekasih, tukang PHP, musuh dalam selimut, menusuk dari belakang, dan sebagainya.

Mblo, tetaplah kuat sampai akhir! Mengutip kata-kata dari Wiji Thukul, “Kebenaran akan terus hidup!” Dan ijinkan saya mengutip sebuah kalimat yang sering diucap oleh mantan playboy seperti Mas Tri Em, “Hidup hanya perlu dua hal: cinta dan kerelaan.” Percayalah, Mblo, kita akan tetap kuat!

Tentang Penulis

Benny SR

Benny SR

Pengagum Poppy Sovia. Pejuang LDR

  • Brianna Kyla

    #stop-kriminalisasi-jomblo/stop-kriminalisasi-jomblo/

    S1288POKER – BONUS FREECHIP SETIAP HARINYA – BONUS NEW MEMBER 10% | BBM : 7AC8D76B

  • Claudia Bella

    Numpang : stop-kriminalisasi-jomblo/stop-kriminalisasi-jomblo/

    S1288POKER – BONUS FREECHIP SETIAP HARI, NEW MEMBER 10%, BONUS MINGGUAN | BBM : 7AC8D76B