Tips

Tipe Jomblo Berdasarkan Cara Melewati Portal

Ditha Kusumaningtyas

Di dunia ini ada berbagai macam jenis jomblo. Mulai dari jomblo yang nggak ngerasa dirinya jomblo, jomblo yang nggak berevolusi, jomblo yang seleranya terlalu tinggi , sampai jomblo akademisi yang nggak mau pacaran kalau belum lulus sekolah. Setelah lulus sekolah, Nggak mau pacaran sebelum lulus kuliah. Setelah lulus kuliah….. Begituuuuu terus sampai dia dapat gelar Ph.d.

Kali ini, saya akan bagi tipe-tipe jomblo berdasarkan cara dia melewati portal. Klasifikasi macam ini jelas lebih simpel karena dengan begitu, Anda para jomblowan dan jomblowati dapat dengan mudah menyadari kepribadian Anda sekaligus untuk pengaturan siasat agar Anda bisa mendapatkan pacar dengan cara seksama. Haazeeekk!!

Pertama, untuk mencapai satu pengertian yang sama mengenai portal, mari kita definisikan dulu arti portal. Dalam salah satu website belajar ilmu bangunan yang saya dapat melalui searching di Google, portal adalah konstruksi gabungan balok gerber dalam bentuk konstruksi bersendi banyak yang dikombinasikan dengan tiang penyangga. Di sisi lain, menurut Thamrin Nasution, bangunan portal banyak dijumpai sebagai konstruksi bangunan gudang, hangar, dan jembatan. Prinsip perhitungan tetap sama dengan balok di atas dua perletakan selagi masih dalam bentuk statis tertentu, yaitu ∑V=0, ∑H=0, dan ∑M=0.

Apakah kalian paham?

Saya pun sesungguhnya tidak memahami definisi portal di atas. Bahkan jangan-jangan yang dimaksud dengan portal di atas dengan portal yang ada dalam pikiran saya berbeda. Ehem, baiklah. Portal yang saya maksud yang biasanya ada di perumahan, dekat pos satpam dan bisa ditarik atau diulur untuk membuka dan menutupnya. Warnanya pun belang hitam putih seperti trotoar. Sudah paham? Nah, sering kali ada pula portal mati, yang besinya sudah karatan karena memang sudah tidak beroperasi lagi.

Buat jomblo-jomblo iseng yang males jalan puter balik arah, mereka jelas rela dan dengan senang hati menerobos portal mati tersebut. Ada berbagai macam gaya yang dilakukan para jomblo untuk menerobos portal mati tersebut dan turut serta mencerminkan kepribadian sang jomblo.

  1. Memilih melewati samping portal

Jomblo yang begini biasanya cenderung pemalu dan sering kali memilih menghindar dari masalah-masalah dan tidak ikut campur dengan kisah cinta orang lain. Jika yang dicintainya sudah berkasih, maka ia lebih memilih untuk menunggu hingga putus, baru kemudian pdkt. Para jomblo jenis ini cenderung pasif. Ibaratnya kudu di sodor-sodor dulu baru mau nyosor.

  1. Melangkahi bagian atas portal

Berbeda dengan jomblo lewat samping portal, jomblo yang sukanya lewat di bagian atas portal merupakan jomblo yang aktif dan dinamis. Ia pandai membaca situasi percintaan, kapan harus maju dan mundur, kapan tarik dan ulur. Jomblo macam ini biasanya agresif dan progresif. Mereka tidak malu untuk terlihat seperti lover, flirting sana-sini, dan memperlihatkan ekspresi jiwanya. Tingkat keberhasilan jomblo jenis ini ketika pdkt mencapai 65 persen. Cukup canggih bukan?

  1. Melewati portal dengan cara merunduk

Tipe jomblo ini agak sedikit berbahaya karena ia tidak bisa membaca situasi. Dia berpikir bahwa gebetannya juga jatuh cinta padanya karena sering membalas sms dan telpon, atau menerima bingkisan dari dia karena gebetannya juga menyukainya. Padahal belum tentu. Bisa jadi gebetan hanya memanfaatkan sikon karena tau kalau jomblo tipe ini dengan mudah selalu bilang iya alias yes man, menuruti apa yang gebetannya mau, (sekedar antar pulang dan beliin pulsa) padahal dia cuma dimanfaatin dan nggak lebih dari friendzone. Pukpuk..

  1. Melewati portal dengan cara salto

Beberapa jomblo senang melewati portal a la-a la parkour semacam ini. Jomblo yang seperti ini biasanya senang menarik perhatian gebetan dengan cara pamer. Sok-sok jijik lewat becekan padahal kalau di rumah sering nadahin atap bocor pake ember. Bilang Singapura udah kayak halaman belakang rumah saking seringnya bolak-balik Indonesia-Singapur padahal ke Singaparna. Intinya merasa paling kece kayak Lulu Tobing dan Ari Wibowo di film Tersanjung. Tujuannya, apalagi kalau bukan supaya si gebetan tertarik dan kemudian ia bisa sukses menanggalkan gelar jomblonya.

Kalau sudah begitu, silakan kamu coba melewati portal mati. Secara refleks, gaya macam apakah yang akan kamu pilih?

(Tulisan ini sepenuhnya karangan penulis berdasarkan pembacaan body language, ramalan nasib jomblo bagian barat, pengalaman dan pengamatan, serta khayalan semata. Apabila ada kesamaan, syukur alhamdulillah. Kalau tidak, mohon dimaklumi dan hargai.)

Tentang Penulis

Ditha Kusumaningtyas

Ditha Kusumaningtyas

Korban LDR yang paham benar isi hati para jomblo