Berita dan Artikel

Kisah Mourinho, Pelajaran untuk Para Heartbreaker

Abien Novant
Ditulis oleh Abien Novant

 “Memilih untuk kembali dengan orang yang salah bukanlah kegagalan, itu hanyalah sebuah kebetulan Tuhan yang mendesak kamu untuk kembali berjalan.”

Dunia sepakbola dihebohkan dengan pemecatan pelatih paling fenomenal sepanjang sejarah dari klub Premier League Chelsea, Jose Mourinho. Hasil yang kurang baik yang diraih Chelsea sepanjang musim ini membuat pemilik klub, Sang Taipan asal Rusia, Roman Abramovich mengambil sikap untuk mendepaknya dari Stamford Bridge, markas The Blues.

Ini bukan kali pertama Mou ditendang dari Chelsea. Pada tahun 2007 silam, Mou juga sempat didepak tim asal kota London itu setelah Chelsea hanya meraih posisi Runner Up Premier League. Dua kali Mou dipecat oleh Chelsea, kisah ini yang mungkin menginspirasi kamu para Heartbreaker atau pemutus cinta yang ulung melakukan hal yang sama, yaitu “memecat” pasanganmu kamu karena merasa sudah tak nyaman lagi.

Kita kadang menerima kembali seseorang yang sudah putus dari kita dengan alasan klasik; “Dia bisa berubah”, “Dia bisa lebih baik”, “Dia aslinya nggak gitu,” blabla.  Padahal, meski sudah balikan sama doi , apa yang menjadi masalah sewaktu dulu pacaran, masih kembali terulang.

Huh….. Capek dong pastinya. Namun, kisah Mou ini juga membuka mata kita bila menerima kembali hal yang sudah kita lepas bukanlah keputusan yang salah. Karena seperti saat kembali ke Chelsea tahun 2013 lalu, Mourinho sebenarnya langsung mempersembahkan gelar juara untuk Chelsea.  Namun nahas, kisah manis dua tahun lalu itu, berbalik 180 derajat dengan yang terjadi di musim ini.

Nah, bisa saja kamu pun mengalaminya. Misalnya setelah kamu balik dengannya selama satu tahun pisah, kamu yakin bila memilih dia untuk kembali adalah keputusan yang benar. Tapi setelah itu dia kembali berulah, dan membuat kamu tidak nyaman dengan sikap  sama yang selalu menjadi masalah saat kamu bersamanya dulu.

Iya sih, kadang berat melepaskan orang yang terlanjur kita sayang. Meski doi kadang terus melakukan kesalahan yang sama. Sudah minta maaf, tapi terus saja mengulanginya lagi.

Tapi gini, coba kalian pikir deh. Kalian kan njalanin hubungan bukan hanya mau satu orang saja. Iya kan? Hubungan kalian dijalani tentu berdasarkan kesepkatan dari dua belah pihak. Artinya, kalian berdua harus saling menguntungkan. Bukan untuk terus mengambil keuntungan dari pasangan kalian. Kecuali dari awal, kalian memang ingin memanfaatkannya. Kalau gitu, terkutuklah kau.

Nah, dan paling penting, coba deh kalian—yang merasa dibutakan hatinya karena terlalu sayang sama pacar—sekali-kali tegas dengan orang yang kita sayang. Sayang itu bukan berarti harus memaafkan kesalahan dia terus menerus kan? Kalian bersikap tegas sama doi, bisa disebut kasih sayang donk. Karena kalian nggak mau pasangan kalian jatuh terus menerus dalam lubang yang sama.

Untuk kamu para Heartbreaker, coba pikir deh jika ada kesempatan untuk kembali jangan langsung mengambil kesempatan itu dulu. Pikirkan baik-baik beberapa hal yang membuat kamu dulu akhirnya mengambil keputusan untuk putus dengannya. Lalu, jikapun harus kembali, pastikan jika hal-hal yang tidak bisa kamu terima darinya dibicarakan dan selesaikan.

Tentang Penulis

Abien Novant

Abien Novant

Ngga baper-an dan gak cepet marah, kalo ngga inget nama panggil "sayang" aja biar cepet akrab. Bisa disapa di @abiennovan

  • maria handayani

    P*O*K*E*R*V*I*T*A*
    D*8*E*B*7*E*6*B
    !