Berita dan Artikel

Menyembuhkan Hati yang Cedera

Alief Maulana
Ditulis oleh Alief Maulana

Dan ketika cedera hati, kita juga membuthkan recovery. Kita butuh waktu khusus untuk menyendiri dan merenung sambil mandi dibawah shower.

Pernahkah kalian menghitung berapa lama seorang pemain sepak bola harus menepi dari segala macam aktivitas sepak bola akibat cedera? Pemain sepak bola terbiasa mengalami cedera. Apapun cedera dan penyebabnya.

Kalau kalian pernah bermain virtual game seperti Football Manager (FM), kalian akan merasakan susahnya menjadi pelatih sepak bola. Apalagi kalau pemain kalian sedang cedera. Yang paling mengesalkan adalah, pemain andalan cedera dan harus menepi selama berbulan-bulan.

Kalau di FM, kita bisa restart game kapanpun. Dan kita bisa menghindari pertandingan yang berujung pemain kita cedera. Lah kalau dalam sepak bola beneran, mana bisa kita “membatalkan” cedera yang menimpa pemain kita.

Ketika pemain cedera, dibutuhkan waktu khusus untuk pemulihan. Biasanya disebut recovery. Singkatnya, pemain yang sembuh dari cedera belum bisa sepenuhnya pulih dari cedera. Pemain biasanya mengalami trauma. Pemain juga membutuhkan waktu khusus untuk berlatih bersama tim setelah sekian lama menepi.

Bukan hanya cedera, pemain yang terlalu sering bermain, akan mengalami kelelahan dan mengakibatkan penampilannya merosot. Raymond Verheijen, seorang pelatih sempat mengatakan ke Four Four Two bahwa setiap pelatih harus memahami efek sepak bola bagi para pemain sebelum memberikan pelatihan. Artinya, pelatih memberikan porsi latihan yang berbeda-beda bagi pemain. Ini untuk mencegah pemain terkena cedera atau kelelahan.

Ya, recovery bagi pemain sepak bola sangatlah penting. Begitu pula bagi pemain cinta.

Dalam percintaan, ada saatnya kita bersenang-senang dan ada waktu kita terpuruk. Sepertinya, semua dari kita merasakan itu. Kalau begitu, kita pasti pernah merasakan cedera hati. Jangan bohong. Kalau bohong, udelnya bolong.

Seperti sepak bola, ketika cedera, hati kita pasti membutuhkan recovery. Ya, recovery hati. Hati kita yang pernah terluka. Biasanya cedera hati paling parah disebabkan tackling dari teman sendiri. Perih hati abang, dik.

Dan ketika cedera hati, kita juga membutuhkan recovery. Kita butuh waktu khusus untuk menyendiri dan merenung sambil mandi di bawah shower. Biasanya, rasanya sedikit asin, terkena air mata yang menetes deras melebihi derasnya shower. Kalian yang pernah menangis akibat putus cinta pasti memahami situasi ini.

Kita butuh waktu untuk menyembuhkan hati dan menyiapkan mental untuk kembali berpetualang mencari cinta. Makanya, jangan heran kalau ada jeda waktu yang cukup lama bagi orang yang patah hati.

Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menikmati recovery. Kalau cewek, biasanya jalan-jalan ke mall, nongkrong, atau makan cemilan yang jumlahnya naudzubillah. Tapi itu cara mereka.

Kalau saya, lebih memilih mengosongkan hati. Tak memikirkan wanita dulu. Sampai akhirnya, ada wanita yang nyantol ke hati. Baru disikat. Beda dengan teman saya Isidorus Rio. Ketika ia putus cinta, ia langsung berpaling ke mantannya. Mungkin ia menganggap mantannya itu penambal luka. Begitu luka telah sembuh, ia begitu cepat melupakan sang mantan.

Tapi Isidorus memang panutan dalam percintaan. Dia memiliki banyak pengalaman percintaan. Ia bahkan sempat berpacaran dengan seorang Fans Manchester United garis keras. Tim yang sangat dibenci Isidorus. Hebat lah.

Jadi, seperti sepak bola yang mengenal recovery untuk memulihkan tubuh agar kembali ke dalam performa terbaik, dalam percintaan pun mengenal recovery. Bedanya, dalam percintaan, recovery dibutuhkan untuk menyembuhkan luka di dalam hati. Agar mampu kembali ke performa terbaik.

Tentang Penulis

Alief Maulana

Alief Maulana

Dicintai Melody dan disayang Veranda, tapi tetap mencintaimu.

  • Isidorus Rio

    Apalagi cederanya double hernia ya, mas?

  • Budi Windekind

    The Legend : King Isidorus!!!