Tips

Cara Mudah Nikung Pacar Orang (Tingkat Lanjut)

Inez Kriya
Ditulis oleh Inez Kriya

Pertama-tama, tulisan ini memang saya buat untuk menjadi alternatif dari artikel Abang Muharam Juliansyah kemarin. Kenapa? Karena cara yang dia jabarkan kemarin itu cuma bisa dipraktikkan oleh penikung pemula. Masih penuh keraguan. Rentan gagal karena kebaperan diri sendiri, juga terlalu umum. Dan ingat, medioker bisa jadi blunder.

Oleh karena itu, berikut akan saya bagikan sedikit ilmu Ajian Telikung yang pernah saya dapatkan juga dari para mant** klien curhatan jaman dulu. Memang lebih rumit, tapi lebih aplikatif sebab sudah terbukti.

1. Cowok punya nyali, cewek memang nganyeli (menjengkelkan).

Menurut para pakar psikologi, laki-laki dan perempuan itu memang pada dasarnya punya kecenderungan habitual. Ini bukan tentang jenis kelamin, melainkan lebih kepada urusan nature dan nurture. Seperti yang dijelaskan dalam buku “Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read Maps”, alien Mars dan dewi-dewi Venus punya kelebihan dan kekurangan yang sudah diwariskan dari jaman Mbah-Mbah Pithecanthropus. Insting laki-laki dirancang untuk mencari nafkah—berburu; Sedangkan perempuan berperan menjaga rumah—mempertahankan.

Mungkin itu sebabnya, cowok lebih ahli dalam menentukan pilihan dan mengincar target, sementara cewek ngeyelan. Kondisi primeval itu ternyata terus diturunkan sampai generasi Homo Sapiens urban kayak sekarang. Nah, jika Anda sudah mengerti asal-usul sifat dasar tadi, maka ijinkan saya melanjutkan ke poin berikutnya.

2. Langkah pertama.

Iya, yang tadi itu masih teori dasar. Ini mulai praktik. Udah deh, jangan bawel. Lanjut? Oke. Dari poin pertama di atas, bisa dipahami bahwa ketika seorang fans cowok dan seorang fans cewek dihadapkan pada kasus oh-gebetanku-ternyata-punya-pacar, cara mereka menyikapi hal itu tentu akan berbeda. Fans cowok, cenderung mengamati diam-diam. Menanti saat yang tepat untuk mulai melancarkan serangan—persis predator mengincar buruan. Lhah fans cewek, ketika idolanya ternyata sudah punya pacar, nggak ambil pusing.

Terus saja konsisten kasih kode tanpa harus menimbulkan kecurigaan. Tetap modus tebar pesona. Cantik dikit, cekrek. Selfie. Upload. Kasih  caption berupa quote terkenal. Tag ke si idola, sekalian sama nama temen-temen lain dari circle yang sama biar pacarnya nggak curiga. Ingat, ini baru langkah pertama. Fokus pada si idola sambil tetap mengawasi sekitar. Nah, para fans cowok mungkin harus belajar juga taktik model ciwi-ciwi kalem tapi ganas ini.

3. Dekati pacar idola.

“RASUDI!”—Heh, jangan buru-buru ngomong gitu. Baca dulu penjelasan dari saya. Dari intensitas komunikasi di media sosial tadi, pacar gebetanmu justru akan menganggapmu “orang dalam” yang bisa dipercaya. Kamu bisa dengan aman mendekati dia, tanpa risiko dipendeliki dan digibeng terlalu dini. Dan untuk tahap ini, diperlukan kejembaran hati yang luar biasa, sebab kamu harus sangat bersabar menanti munculnya celah.

Kayaknya sih, fans cowok lebih unggul menata kesabaran ya, tapi fans cewek juga bisa telatenlah. Jika kamu berhasil membuktikan kelayakanmu untuk dijadikan teman oleh pacar gebetan, kelak akan tiba masanya kamu dicurhati soal hubungan. ITU yang dicari.

4. Jadilah tong sampah yang baik.

Kalau pacar gebetanmu itu tipe yang demen curhat, kamu nggak akan susah mengorek informasi soal hubungan mereka. Pancing saja pakai curhatan palsu darimu. “Eh, aku lagi suka sama orang nih, tapi orangnya nggak nyadar… Gimana ya?” Sebagai teman yang baik (sekaligus pacar yang terlalu naïf), rivalmu akan mencoba memberi solusi dengan mencontohkan hubungan gebetanmu dengannya.

Gali terus sampai rivalmu keceplosan mengeluhkan apa yang tidak dia sukai dari pacarnya. Kalau kamu merasa bahwa gebetanmu nggak salah, ini akan jadi kesempatan emas untuk mengompori rivalmu. Panas-panasin biar makin jengkel sama si pacar, terus berujung pada kegalauan. Perlu dicatat, pada beberapa kasus, bocoran soal keburukan gebetan itu juga bisa membuatmu ilfil—terutama kalau ternyata tak sesuai dengan imej yang kamu kenal dan idamkan.

Jika demikian, maka poin-poin selanjutnya tak perlu dibaca. Kamu bebas mencari gebetan lain yang sama jomblonya sama kamu. Selamat dari dosa dan stigma perebut pacar orang! Yeah! Tapi kalau nanggung bacanya dan penasaran, ya nggak papa juga.

5. Bergeraklah di kala gelap.

Angin hasutanmu mulai membawa awan mendung pada hubungan dua sejoli itu? Bagus. Sembari tetap jadi serigala berbulu domba di depan rival, kamu bisa mulai mendekati idolamu di belakang. Berlakulah layaknya syaithon yang menggoda Adam dan Hawa sekaligus. Tanya-tanya kabar, kasih perhatian secukupnya. Tampilkan sosok ideal yang diinginkan gebetanmu. Kamu ‘kan sudah dapat bocoran dari pacarnya tho, apa-apa yang jadi masalah? Ya tunjukkan kalau kamu bisa jadi pendamping yang lebih sesuai! Siap nikah! Siap jadi ibu sholehah yang baik bagi anak-anaknya! Siap menafkahi! Siap dipoligami! Ya semacam itulah.

Prinsipnya, alon-alon asal kelakon. Pejah gesang tresno kowe, Mas, Dik~

6. Awasi perkembangan.

Ketika perjuanganmu memperoleh hasil—dengan putusnya si gebetan dan pacarnya—jangan merasa di atas angin dulu. Jaga penyamaranmu dengan tidak menampilkan kesan bahwa kamulah biang putus mereka. Si Rival harus tetap mengira kamu teman yang baik sekaligus penyelamatnya dari hubungan MADESU—MAsa DEpan SUram—dan gebetanmu masih harus diyakinkan untuk memilihmu sebagai pasangan berikutnya sekaligus yang terakhir. Kamu belum menang kalau belum ijab qabul. Titik.

7. Banyakin doa dan mohon ampun.

Akhirnya kamu dipacarin juga. Mau lamaran malah. Bersyukurlah karena tikunganmu telah purna. Tapi banyak-banyak juga berdoa dan minta ampun, kamu toh bersenang-senang di atas derita pacar orang. Jangan lupa, karma selalu ada. Bisa jadi, anak hasil tikunganmu yang besok-besok ganti ditikung anak dari pacar yang kamu tikung tadi. Ohohohohohoho.

Tentang Penulis

Inez Kriya

Inez Kriya

Pendukung jomblo kondisional. Bisa disapa lewat @inezkriya

  • HRD

    Kalau gitu nomer 7, ditambahi untuk meminta maaf sama (sebut saja) tertikung. Karena ingat, meminta maaf adalah perbuatan yang mulia. Jika tidak dimaafkan, biarkan saja itu urusan tertikung dengan Tuhannya. Tuhan mencintai hambaNya yang suka memaafkan. Jangan malu dan jangan ragu.. *lalu main lagunya Sheila On 7*
    Sudah tertikung, di ancam tidak disayangi Tuhan pula. Dasar korban tikungan! Huh! #lahhh

  • maria handayani

    P*O*K*E*R*V*I*T*A*
    D.8.E.B.7.E.6.B
    #