Berita dan Artikel

5 Alasan Kenapa Harus Balikan

Kristiawan Balasa
Ditulis oleh Kristiawan Balasa

Kalau masih mau balikan sama mantan, kenapa kemarin putus?

Beberapa teman sepergalauan pernah menanyakan hal itu. Saya tidak langsung menjawab, justru kembali bertanya, “Apa salahnya balikan?”

Balikan bukan Ahok, bukan pula penistaan hubungan. Balikan adalah hak setiap orang yang berpikir. Jomblo malah harus lebih banyak mikir. Sebab balikan adalah kerja kebudayaan, sebagaimana yang tersiar di tanah digital.

Jika ingin dibahas, percakapan itu pasti luas. Panjang dan lebarnya dikalikan. Sama seperti ketika mengingat perjumpaan pertama dengan mantan. Saling goda siapa yang tertarik duluan. Siapa yang memulai percakapan, chat pertama, modus ngajak jalan, menggenggam tangan, lalu ujuk-ujuk jadian.

Balikan memang bukan perkara mudah. Perlu pertimbangan matang, seperti awal memilih pasangan. Ada masa lalu yang perlu didamaikan. Ada kesalahan-kesalahan yang harus dapat perbaikan. Balikan seharusnya, kayak bawa mobil ke ketok magic. Begitu keluar, mulus dan kinclong, walau awalnya lecet dan peyot.

Balikan ibarat memilih petahana dalam pemilu. Bedanya, dalam balikan, kompromi jadi milik kalian. Kerja dua orang. Kalian jadi rakyat sekaligus pemimpin. Kalian jadi kalian yang lebih baik.
Jadi, jika sekarang kalian “sedang bingung memikirkan”, seperti Gigi dalam lagu Perdamaian, ada baiknya resapi dalam-dalam 5 poin ini.

1. Masih sayang

Kalau hubungan kalian berakhir bukan karena hal fatal, misalnya dia bukan orang yang bisa salto 99 kali setelah itu jalan kayang, atau menamatkan Super Mario Bros dengan GameShark, tentu masih ada rasa yang tertinggal. Sebagaimana yang Arman Dhani bilang, “Kalau sayang jangan dilawan, kalau rindu jangan ditahan. Itu perasaan, bukan rezim penguasa atau maling ayam.”

Rasa sayang tidak mungkin hilang begitu saja, kecuali hubungan yang dilalui sudah sampai tahap membosankan. Kalian putus, bukan karena keadaan, tapi sama-sama menyerah. Meski memang jika hanya satu yang berjuang, tetap saja percuma. Tujuan kalian jadi pasangan, bukan pahlawan.

2. Kenal luar dalam

Tidak banyak orang hafal dengan kebiasaan seseorang. Jam berapa bangun tidur, sarapan apa yang disukai, berapa waktu yang dibutuhkan untuk berkendara dari mana sampai ke mana, siapa saja yang biasa ditemui. Jika terjadi begini, bagaimana perasaan kamu nanti. Kelihatan sepele memang, tapi ini salah satu poin penting. Jika setuju, baca poin berikutnya.

3. Dia paling mengerti

Nah, sambungannya di poin ini. Kenal luar dalam adalah pengetahuan, mengerti adalah pemahaman, dan ujungnya sebuah tindakan. Kamu pergi bersama teman, nongkrong atau main PlayStation dan dia tidak mempermasalahkan. Dia memberi kamu waktu. Memberi ruang. Di sela-sela itu, kamu menghubunginya. Sebuah pesan atau perbincangan singkat.

Lain waktu, moodnya tengah buruk. Dia merajuk karena sebuah kesalahan yang hanya salah di matanya. Kamu datang membawakan makanan atau minuman kesukaan. Mocha Float, atau wedang ronde dekat terminal. Dia kembali tersenyum.

Pengertian, lahir dari memperhatikan. Buahnya perhatian. Jika sudah kenal luar dalam, tinggal ingin atau tidak memberikan hal yang sebenarnya sama-sama kalian butuhkan. Tak perlu berpikir, “masa aku terus yang duluan perhatian”. Berikan kalau kamu juga menginginkan. Ini alasan sekaligus salah satu catatan, hal apa yang harus dilakukan setelah balikan.

4. Tak laku

Sebenarnya, ini alasan paling utama balikan. Pakai tiga alasan di atas untuk meyakinkan mantan. Tapi ingat, jangan terlihat lemah. Kalau memang kenal dan mengerti bagaimana mantan, pasti tahu cara mengakalinya. Kalau memang masih sayang, niat dan tindakan, perkara gampang.

5. Cinta sering tak butuh alasan.

Tentang Penulis

Kristiawan Balasa

Kristiawan Balasa

Pekerja Teks Komersil. Kadang ngetwit di @balasaJr sambil lepas tangan satu.

  • hasanbendrat

    Asem. Apik giringane..

  • maria handayani

    P`0`K`E`R`V`1`T`A .
    BBM : D.8.E.B.7.E.6.B
    @@hasanbendrat:disqus