Berita dan Artikel

Dari Sepi sampai Puncak Gunung Merbabu

S. Saputra
Ditulis oleh S. Saputra

Banyak orang menganggap kalau kehidupan traveler itu penuh warna. Jalan-jalan melulu. Minggu ini ke pulau anu, minggu depan naik gunung. Minggu depannya naik ke pelaminan, menghadiri pernikahan mantan. Berwarna banget, kan?

Tapi dari banyaknya warna di dalam kehidupan traveler, kalau sudah dihadapkan dengan sepi, ya sama aja kayak jomblo-jomblo yang malam mingguan di kamar, sendirian pula. Anak gunung, misalnya. Mereka yang strong dan tangguhnya gak ketulungan. Mengangkut beban puluhan liter air bukanlah apa-apa. Namun, ketika dihadapkan dengan kesepian, langsung deh berubah jadi sosok yang puitis. Kalau saja boleh memilih, anak gunung mungkin lebih memilih menaklukkan ketinggian daripada menaklukkan hati mantan atau gebetan. Pelik.

Apalagi jika bicara perihal hati. Anak gunung itu punya hati selembut bungkusan wajik yang kalau sudah kering malah makin nempel, susah lepas, ndak mau dipisahin. Terpaksa deh makan wajik sama bungkusnya. Ibarat mantan yang masih disayang, gitu, mau ndak mau harus menelan pahit-getir-kangen meski dia sudah punya gandengan baru!

Oke, Mbloo. Jangan panik. Ayo piknik.

Ada banyak sekali destinasi vakansi yang bisa kamu sambangin di Indonesia. Nah, kali ini saya ingin berbagi kisah perjalanan dari sepi sampai ke puncak Gunung Merbabu.

Sebelas duabelas kayak mantan, beberapa gunung di Indonesia punya lebih dari satu jalan menuju puncak. Masing-masing jalan ke puncak punya karakter dan kemolekan berbeda-beda. Itu satu alasan mengapa jalan menuju puncak lebih indah daripada jalan kembali ke dia yang dulu pernah menyakiti hati kita. Eh, kok jadi curhat.

Salah satu jalur untuk mendaki Gunung Merbabu ialah lewat Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Desa Selo atau basecamp Selo biasanya banyak diminati para traveler untuk memulai pendakiannya. Sesekali coba ya, Mbloo.

gunung-merbabu-saputra-jombloodotco

Di awal pendakian akan ada jalur yang lumayan panjang. Meski ndak menanjak banget, tapi bisa bikin sesak napas, pegal, haus, dan kemudian kangen mau dimanjain dia. Yah, curhat lagi.

Warga sekitar yang ramah juga kadang berloncatan dari ranting pohon satu ke ranting lainnya, mencari pisang, tebar pesona sembari cuci mata lihat para pendaki cantik yang keringetan, terengah-engah dan dada yang naik turun di jalur pendakian.

Patokan para pendaki ialah pos atau shelter. Setiap gunung biasanya ada pos sebagai check point pendakian. Ini penting untuk estimasi waktu selama pendakian, Mbloo. Indikasi Pos sebagai patokan yaitu panjangnya perjalanan yang sudah ditempuh, dan yang akan ditempuh, dan juga keberadaan sumber air. Gunung Merbabu sendiri punya 5 pos pendakian.

Pertama adalah pos Dok Malang. Di Dok Malang ini ndak ada apa-apa. Hanya ada sebidang tanah yang mungkin bisa kita bangun sebagai kuburan mantan.

Pandean, pos kedua. Namanya cukup inspiratif. Pandean ialah cerminan motivasi. Meski sendiri, kita harus bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Diputusin pacar, mengurung diri di kamar, ndak akan bikin dia nyesel dan balik lagi ke kamu. Gitu, Mbloo.

Lalu yang ketiga ada Pos Watu Tulis. Di sini pemandangnnya indah, Mbloo. Berada di antara tebing dan savana luas nan elok. Jika kamu sampai di sini saat senja, sosok Hawa yang kamu nanti-nantikan itu bisa kamu singkirkan dulu dari alam pikiranmu. Dengan begitu kesendirianmu, kesepianmu, sebatas ilusi yang tak perlu ada.

Dari pos 1 ke pos 3 memerlukan waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Lebih cepat dibanding waktumu melupakan dia, Mbloo. Dia yang saat ini sudah di pelukan orang lain.

gunung-merbabu-saputra-1-jombloodotco

Biasanya para traveler mendirikan tenda untuk bermalam di Savana Satu atau Savana Dua, ada di pos 4 atau pos 5, pos terakhir.

Untuk sampai ke Savana Dua diperlukan 2 jam perjalanan dari pos 3. Untuk kamu ketahui, Mbloo, sepanjang jalur pendakian Gunung Merbabu lewat Selo ndak ada sumber air. Kalian harus mempersiapkan minimal 6 liter air untuk pendakian selama satu malam.

Selanjutnya, dgunung-merbabu-saputra-2-jombloodotcoari Savana Dua menuju puncak diperlukan waktu tempuh selama satu jam, dengan beberapa tikungan yang terjal dan jalur sangat menanjak. Perhatikan langkahmu, Mbloo. Jangan terus memikiran mantan karena hal itu tak akan membantu apa pun ketika kamu berada di gunung.

Ada beberapa puncak di Gunung Merbabu. Satu yang terkenal adalah Puncak Kenteng Songo. Jika kamu sudah sampai di puncak, Mbloo, selalu ada waktu untuk duduk dan merenung atas nasibmu. Berharaplah kesepian tak lagi jadi teman setiamu selama perjalanan, esok dan nanti. Sebab Jomblo Traveler punya hidup yang berwarna warni, meski kesepian!

Tentang Penulis

S. Saputra

S. Saputra

Jomblo Traveler. Bervakansi bersama Bahan Piknik, Baik Photograph, dan Theater Adventure. Tim J @jombloodotco.