Tips

4 Tips Pacaran Beda Negara

Ivanasha
Ditulis oleh Ivanasha

“Cinta itu tidak mengenal jarak.”

Begitulah kata orang-orang optimis yang sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan kekasihnya.

Dari sekian orang yang pernah menjalin hubungan pedih-pedih-manis itu, saya juga termasuk. Saya pernah mengalami hubungan kompleks macam itu. Bukan hanya beda kota, tetapi kami beda negara. Terpisah ribuan mil jauhnya, disusahkan rindu dan harapan ingin segera bertemu.

Tetapi apalah arti cinta yang dinyatakan, jika harus kalah oleh jarak?

Jika kalian sedang menjalani hubungan jarak jauh, apalagi beda negara. Terjebak di area dan zona waktu yang berbeda karena apa pun alasannya, hubungan itu cukup rumit. Di sini saya akan menuliskan tips-tips pacaran beda negara—dari sisa perjuangan saya dengan jarak, beberapa tahun yang lalu.

  1. Saling percaya dan sabar

Rasa percaya dan sabar adalah kunci utama dalam menjalin hubungan. Terlebih ketika kita mengalami hubungan jarak jauh. Tidak bisa selalu tahu dia sedang apa, di mana, atau dengan siapa. Susah sekali rasanya menjaga diri dari dugaan-dugaan, karena bagi sebagian orang yang tersiksa rindu, menjaga kepercayaan perlu upaya yang lebih.

Tetapi, ketahuilah, dia tidak akan begitu saja pergi jika betul-betul mencintaimu. Maka rawatlah rindu dengan kepercayaanmu kepada pasanganmu. Selain itu, tanamkanlah rasa percayamu dengan bersabar. Kuatkan hati, jangan sampai kalah oleh jarak. Perpaduan rasa percaya dan sabar akan membawa hubunganmu dengan dia yang jauh di sana ke dalam emosi yang stabil.

Yakinlah bahwa sesungguhnya jarak bukanlah masalah, jika hatimu lapang dan mencintai dengan kerelaan.

  1. Menyesuaikan waktu untuk berkomunikasi

Pernah dengar lagu Jet Lag yang dinyanyikan Simple Plan? Di dalam lagu itu, vokalisnya melantunkan lirik “you say good morning, when it’s midnight…” yang berhasil membuat saya menyadari kalau selain ruang, jarak juga bisa mempermainkan waktu.

Komunikasi diantara dua orang yang terpisah zona waktu sungguh sulit. Ketika kita memiliki waktu senggang, dia sedang sibuk-sibuknya. Ketika dia sedang tidak sibuk, kita sudah lebih dulu tertidur. Ketika kita terbangun di pagi hari, kita cuma dapat sisa ucapan selamat pagi dari semalam. Merepotkan.

Tetapi bisa diatasi.

Sesuaikan waktu komunikasi intim kalian dengan jadwal satu sama lain. Misalnya, ketika Senin sampai Jumat kalian sama-sama sibuk dengan kegiatan di zona waktu masing-masing, sehingga tidak sempat berbalas kabar di saat yang tepat. Aturlah waktu senggang di akhir pekan untuk sayang-sayangan via chat atau telepon. Karena di hari-hari kemarin kamu tidak sempat banyak cerita, di akhir pekan itulah kamu akan memiliki banyak hal untuk diceritakan. Hal ini pun baik agar hubunganmu tidak cepat jenuh.

Kamu harus tahu, rindu terkadang perlu ruang untuk berjuang.

  1. Video call itu sesekali perlu

Berlama-lama terpisah oleh jarak yang sulit ditempuh terkadang membuat kita sensitif. Cepat jenuh karena berhubungan dengannya hanya dengan membaca teks atau mendengar suaranya di telepon. Rindu pasti selalu ada dan tidak pernah betul-betul terobati tanpa pertemuan. Di situlah peran video call menjadi penting bagi kalian yang berhubungan jarak jauh.

Meski tidak bisa disentuh, melihatnya bergerak di dalam layar HP bisa membuatmu merasa dia betul-betul ada di hadapanmu. Tetapi sungguh, bagi para pejuang jarak, merasakan keberadaannya lebih nyata dari biasanya itu perlu. Dengan video call kita bisa berbicara sambil menatap matanya, melihat senyumnya, dan mendengarnya bersuara langsung tanpa harus menunggu “dibaca” seperti ketika sedang berbalas pesan.

Tidak perlu setiap hari video call dengannya. Sesekali saja. Mungkin ketika akhir pekan yang senggang, atau sesuai perjanjian. Karena kalau terlalu sering, kamu akan cepat bosan dan kehilangan sensasi menarik dari pertemuan virtual.

Sesungguhnya jarak yang baik adalah jarak yang mengajarkanmu mencukupkan rindu dengan hal sederhana. Melihat ia tersenyum, misalnya.

  1. Ko. Mit. Men.

Lebih dari poin-poin di atas, poin ini adalah yang paling penting dalam hubungan jarak jauh. Demi memenangkan jarak. Demi rindu yang kalian perjuangkan.

Jika kamu ingin berhasil melalui jarak bersamanya, kalian harus berani berkomitmen. Bahwa kalian akan bertahan selama menghadapi jarak. Tetapi, tidak perlu muluk-muluk dulu. Berkomitmenlah untuk pertemuan selanjutnya. Pastikan bahwa hatimu dan hatinya akan rela menanggung pahitnya jarak, sampai kelak dipersatukan kembali oleh restu ruang dan waktu.

Segala masalah bisa selesai, jika kamu berkomitmen untuk bertahan. Jarak tentu akan mengujimu dengan hal-hal yang sebelumnya tak pernah kamu bayangkan. Tetapi jangan lantas menyerah. Bisa jadi permasalahan hanya datang karena melihat celah diantara kalian yang lelah dan marah pada jarak. Di situlah letak tantangan yang harus kamu lalui dengan berpegang pada komitmen. Percayakan hati sekali lagi, bahwa di suatu pertemuan yang telah lama dinanti, semua masalah akan lenyap dengan sebuah pelukan.

“Jarak itu baik: memberi kita waktu untuk pertemuan selanjutnya, jeda untuk kita berdoa.” –@titikjauh

Jika suatu hari kamu dan dia berhasil melalui segala cobaan jarak, sampai akhirnya kalian bertemu, ketahuilah bahwa tidak ada yang lebih hangat dari pertemuan itu. Maka jangan membenci jarak, sebab ia guru terbaik bagi rindu.

Tentang Penulis

Ivanasha

Ivanasha

Perempuan scorpio yang bisa ditemukan di twitter @ivanasha.

  • Babang

    Ah sendirinya aja gagal mulu