Berita dan Artikel

Bukan Hanya Truk yang Gandengan, Sindoro-Sumbing Juga Bisa Bikin Kamu Baper!

S. Saputra
Ditulis oleh S. Saputra

Dan akhirnya kita hanya menjadi harapan
dari hangatnya tangan Tuhan
dan dingin kecup iblis di rahmat yang disediakan.

Melakukan perjalanan sebagai seorang jomblo bukanlah hal sulit. Namun juga, tidaklah mudah saat berbahagia menikmati indahnya dunia ciptaan Tuhan sendirian. Ibarat burung elang. Meski keren dan cekatan melakukan manuver saat terbang, namun tetap saja terbangnya sendirian, kesepian dan kasihan. Ngomong-ngomong soal ciptaan Tuhan, sebagai seorang jomblo penulis mengklaim bahwa jomblo juga ciptaan Tuhan… meski tak berpasangan.

Kalian tentu sudah enggak asing dengan kalimat, “Truk aja gandengan, masa kamu enggak?” Ya benar juga sih. Tapi bukan hanya truk yang gandengan, Sindoro-Sumbing juga bisa bikin kamu baper!

Pasangan gunung di Wonosobo, Jawa Tengah ini bisa dikatakan gunung yang serasi, cocok, dan indah. Letaknya berdekatan. Dari Sindoro kamu bisa melihat ke Sumbing, begitu juga sebaliknya. Tapi plis, Mbloo, jangan bayangin gimana kiranya ketika mereka lagi ngambek, atau jealous kayak pasangan-pasangan manusia di zaman sekarang.

Ada pasangan yang lempar-lemparan HP atau buang-buang tisu bekas ingus saat berantem. Bahkan, ada juga yang tabok-tabokkan pakai kenangan-kenangan mantan dan akhirnya putus. Nah, kalau Sindoro-Sumbing ini ngambek, bahaya kan kalau mereka lempar-lemparan lahar atau perang wedus gembel di udara? Terus di langit ada tulisan, “Kita putus! Tertanda, Sumbing.”

Lalu Sindoro marah, mukul-mukul dasar bumi. Gempa berskala kangen melanda pasangan-pasangan yang bingung mau putus atau balikan dengan mantan. Ngeri! Pastinya bukan kamu, Mbloo, kan kamu ndak punya pasangan.

Sindoro-Sumbing ini saling melengkapi. Perjalanan menuju basecamp mereka pun sangat mudah diakses kendaraan. Tapi jangan salah, Mbloo, trek pendakian Sindoro-Sumbing lumayan berat, terjal dan menantang. Babi hutan sebagai tuan rumah pun sering mampir ke tenda para pendaki. Hindari menyimpan makanan (logistik) yang berbau amis dan ditaruh sembarangan tanpa tertutup rapat. Karena si babi yang lagi kangen mantannya akan lebih sering berburu gebetan baru (makanan).

Kali ini penulis akan berbagi perjalanan ke Gunung Sumbing. Sekadar kamu tahu, Mbloo. Panjang jarak tempuh dari basecamp menuju puncak adalah 8 kilometer, terasa lebih jauh kalau selama perjalanan selalu memanggul beban rindu terhadap mantan.

Selalu dimulai dengan perjalanan menuju pos 1. Pos di mana kamu akan merasa naik gunung itu asik. Ya, sebab di Gunung Sumbing, dari basecamp ke pos 1 itu bisa ditempuh dengan naik ojek. Naik ojek, Mbloo! Kaki kamu ndak perlu melangkah gontai sampai lunglai. Ndak perlu tracking sampai nangis-nangis selayak seorang jomblo yang baru sadar bahwa semua teman sebaya udah nikah semua.

Mbloo, jarak dari basecamp ke Pos 1 kisaran 3 kilometer. Di pos satu ndak ada apa-apa, Mbloo, hanya beberapa warung yang menjajakkan makanan. Kalau kamu sudah sampai di pos 1, di sana akan ada tulisan “Malim”. Itulah nama dari pos satu. Plis baca yang benar Mbloo, Malim bukan Malming. Lagian kamu mau malam mingguan sama siapa di gunung? Ya, lagi-lagi sama sepi dan perjalanan menuju ke puncak.

Kemudian untuk menuju pos 2, Gettakan, membutuhkan waktu tempuh 1 jam. Jalur sudah lumayan terjal, sudah cukup untuk jadi alasan kamu kelelahan karena mendaki, bukan pegal karena berdiri di pernikahan mantan dan belum cukup kuat sekadar ingin salaman.

Butuh waktu 2 jam dari pos 2 menuju pos 3, Seduplak Roto. Di jalur menuju pos 3 ini ada jalur yang namanya engkol-engkolan. Berliku, menanjak, dan terjal. Kayak hubungan kamu sama dia, Mbloo. Oh iya, Mbloo, ketika kamu lewat engkolan harus sangat hati-hati. Beberapa pendaki jomblo lainnya sering terjatuh dan menerima cidera. Hati-hati tersandung, Mbloo. Tersandung masa lalu tidak lebih mengerikan daripada masuk ke jurang atau ke dalam kawah.

Check point berikutnya adalah Petsan. Tak jauh dari pos 3, hanya 30 menit. Meski tak jauh tapi kalau rindu tak mampu digenapkan, ya sedih juga kan Mbloo.

Petsan ini tempat yang sangat lumayan luas. Biasanya para pendaki mendirikan tenda di Petsan untuk bermalam, menikmati sendunya suasana malam di savana rimba milik Indonesia. Bintang-bintang akan tetap terang walaupun wajah mantan kadang kerap datang. Udah, Mbloo, mantan emang gitu!

Kita lanjut ke check point berikutnya.

Adalah Watu Kotak. Sepanjang jalur akan banyak batu tajam, dan karena banyak batu maka jalur ini sering disebut Pasar Watu. Watu dalam Bahasa Jawa adalah batu. Dari Petsan ke Watu Kotak membutuhkan waktu 2 jam. Tak selama saat kamu nungguin dia kan, Mbloo? Iya, nungguin dia putus sama pacaranya. Ah, ngimpi!

Jika kamu sudah sampai Watu Kotak, kamu hanya butuh 30 menit untuk melanjutkan perjalanan ke puncak. Dan ketika kamu sudah sampai di puncak, cobalah lihat langit. Mungkin wajah mantanmu bisa terlihat lebih jelas. Lebih jelas meski dia sudah sama pacar barunya.

Dari puncak Gunung Sumbing kamu bisa melihat Gunung Sindoro. Meski bisu, namun Sindoro-Sumbing tak pernah saling meninggalkan. Itulah pesan Jombloo di vakansi kali ini.

Jadi jangan pergi untuk meninggalkan ya, Mbloo. Kamu pasti paham banget lah gimana rasanya ditinggalin. See you…

Tentang Penulis

S. Saputra

S. Saputra

Jomblo Traveler. Bervakansi bersama Bahan Piknik, Baik Photograph, dan Theater Adventure. Tim J @jombloodotco.