Curhat

Dilema Seniman Jatuh Cinta pada Gadis Berhijab

Rahmadani Saputro
Ditulis oleh Rahmadani Saputro

Saya pernah jatuh cinta pada seorang gadis. Wajahnya cantik, berhijab, dan senyumnya manis. Pertama kali saya mengenalnya yaitu lewat tatapan mata, pada waktu saya dan teman teman saya mengadakan pameran lukis. Sekelebat mata saya tak bisa menolaknya. Siapa yang tak jatuh cinta padanya? Rasanya Tuhan telah menjatuhkan Bidadari Surga di hadapan mata.

Saya takut jika sampai jatuh cinta kepadanya terlalu dalam. Ya, saya memang seorang seniman sekaligus pecundang yang tak berani mengungkapkan perasaan. Mau bagaimana lagi lha wong dia sudah punya pendamping, terlebih lagi saya ndak mau menyakiti hati orang-orang yang juga menaruh hati padanya, karena saya pun mengerti bagaimana rasanya tersakiti.

Kita begitu dekat, tapi hati kita tidak terikat. Agar tak ada yang terbebani, saya putuskan untuk mencintainya dalam keikhlasan, merelakan dia lewat gambar dan tulisan.

Kami sering berkesenian bersama-sama, dan bertemu dengannya di ruang seni merupakan sebuah pencapaian yang sangat luar biasa bagi saya. Hanya melihatnya dari kejauhan saja saya sudah merasa bahagia, apalagi dapat duduk dan makan bersama di bawah sinar rembulan dan bintang-bintang yang berjatuhan, serasa kami adalah pasangan yang sholeh dan sholehah.

Selain pandai dalam menggambar, ternyata dia juga seorang yang agamis, sangat patuh terhadap norma-norma agama, membuat saya harus memutar otak 360 derajat untuk menemukan cara mendekatinya. Dari cara pertama, tentang segala hal yang berkaitan dengan seni, hingga mengharuskan saya berubah menjadi seorang yang sholeh nan agamis. Sungguh dia memang seorang Bidadari Surga sampai mampu mengubah seniman yang sak-sak’e, luweh-luweh, arogan, sampai menjadi seorang yang rapi dan agamis namun tetap artsy.

Kini saya sudah tidak dapat lagi berjumpa dengannya, bahkan berkomunikasi dengannya pun tidak bisa, lha wong akun sosial media saya sudah diblokir olehnya. Saya tidak tahu kenapa itu bisa terjadi. Mungkin semua berubah setelah negara api menyerang

Saya telah bertemu seorang Bidadari Surga yang cantik, berhijab nan artsy. Sesungguhnya saya mungkin telah jatuh hati padanya. Namun, saya sadar bahwa dia sudah memiliki pendamping dan terlebih lagi saya tidak ingin menyakiti hati orang-orang yang juga menyukainya. Karena saya tahu bagaimana rasanya tersakiti, dan rasanya cinta yang tak terbalas.

Pesan saya kepada Bidadari Surga:

Mungkin ekspetasi saya terlalu besar, berharap kepada Tuhan kaulah orang yang tepat untuk saya perjuangkan. Tapi sesungguhnya saya jatuh hati kepadamu, walaupun kamu telah memiliki pendaping hati, ha mbok prekk!! Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi yang saya katakan ini jujur. Saya suka dengan kepribadianmu yang apa adanya. Sungguh kau Bidadari Surga yang sholehah nan artsy, yang pernah saya jumpai di dalam mimpiku. Percayalah wahai Bidadari Surga, bahwa cinta akan bersemi di ruang seni.

_________________________________________________
*naskah ini diikutsertakan dalam lomba #NyepikinTemen

Tentang Penulis

Rahmadani Saputro

Rahmadani Saputro

Pria Melankolis, suka menulis kata-kata cinta, tapi terbata-bata bila harus mengungkapkannya.