Surat Cinta

Menyudahi Dirimu

Jombloo Dot Co
Ditulis oleh Jombloo Dot Co

Ketika seseorang menulis surat kaleng, itu berarti dia sudah tak berharap pesannya sampai pada yang dituju. Juga berarti dia sudah hilang harapan dan hanya mengandalkan semesta dalam setiap keputusan di sisa hidupnya. Kali ini aku menulis surat kaleng pertama untukmu, semoga juga yang terakhir. Sebab aku ingin menyudahi dirimu. Menyudahi menjadikanmu tokoh utama dalam setiap tulisanku. Nyata maupun fiktif.

Mas, kamu ingat pertemuan pertama kita? Aku kauanggap anggun, kau kuanggap romantis. Pertemuan yang tak akan terlupakan, sebab kemudian kuhabiskan bertahun-tahun waktuku bersamamu.

Seperti pasangan kekasih lainnya, kita selalu bergandengan tangan setiap kali jalan berdua, saling memanggil dengan panggilan kesayangan, menghabiskan banyak waktu bersama. Bedanya, kita bisa menjaga gelora cinta kita tetap membara lebih dari 6 tahun. Sampai-sampai salah seorang teman mengatai kita selalu mengumbar kemesraan. Kamu ingat Mas, kita hanya tersenyum. Bagaimana tidak? Aku dan kamu sama-sama tahu, itu laku wajar kita selama ini.

Cinta kita suci dan agung, Mas. Dan takdir mencemburui hal itu.

Aku dan kamu berjuang bertahun-tahun menentang sang takdir, saling menguatkan kita terus melangkah ke depan, berharap menemukan titik cahaya sebagai penuntun kita menemui jalan keluar.

Lalu ada Mas, titik cahaya itu tampak.

Kamu pasti ingat Mas betapa antusiasnya langkah kakiku sembari menggenggam tangan kananmu. Kamu juga pasti ingat wajah bahagiaku menemukan cahaya, menemui jalan keluar. Tapi kamu menjadi bukan kamu. Kakiku sudah dua langkah di depanmu dan kamu tak berusaha menyejajarkannya. Aku tahu kamu mencoba, tapi ketakutanmu terlalu menguasai. Kamu terlalu lama berada dalam kegelapan, sampai kamu takut dengan cahaya, kamu lupa untuk apa kita bergandengan tangan selama ini.

Kamu mogok berjalan. Desakanku hanya membuatmu berani berjalan dua langkah, menyejajarkanku. Tapi kita masih membutuhkan satu langkah lagi, bersama-sama. Satu saja! Tapi kamu tak mau. Kamu menjadi bukan kamu.

Maka yang orang bilang kita tak terpisahkan, hanya menjadi cerita.

Mas, aku tahu kamu mencintaiku dengan cinta yang sungguh-sungguh, dengan cinta yang akan terus hidup, pun diriku. Tapi seperti katamu Mas, kita harus tahu kapan seharusnya kita menyerah. Kuikuti jalan takdir dan meninggalkanmu dengan takdirmu.

Aku tahu kamu terluka. Tapi aku pun terluka Mas, parah. Sampai-sampai luka ini menyebabkan luka baru pada orang lain.

Mas, aku tak ingin terluka lagi. Aku tak mau memelihara luka ini. Maka kuambil keputusan terbesar dalam hidupku: mengkristalkan cinta, kenangan, dan juga dirimu di sudut terdalam jiwaku. Aku yakin kamu tetap mencintaiku, sampai sekarang dan nanti, cinta yang sungguh-sungguh. Pun diriku.

Mungkin ruangan tempat kristal itu berada akan goyah dan memecahkan kristal yang susah payah aku usahakan ketika bertemu denganmu besok atau 10 tahun lagi. Tapi tak apa, akan kukristalkan lagi berkali-kali sampai penuh tambalan dan tak berbentuk. Sebab aku sadar, kita tidak berada pada takdir yang sama.

Ketika seseorang menulis surat kaleng, itu berarti dia sudah tak berharap pesannya sampai pada yang dituju. Juga berarti dia sudah hilang harapan dan hanya mengandalkan semesta dalam setiap keputusan di sisa hidupnya. Kali ini aku menulis surat kaleng pertama untukmu, semoga juga yang terakhir. Sebab aku ingin menyudahi menjadikanmu tokoh utama dalam setiap tulisanku. Nyata maupun fiktif.

Karawang, 3 Desember 2016

Tentang Penulis

Jombloo Dot Co

Jombloo Dot Co

Situsweb yang digerakkan dengan semangat kasih sayang.

Jombloo.co - Pilihan untuk bahagia.