Surat Cinta

Untuk Seseorang Berinisial D, Terima Kasih dan Maaf

Jombloo Dot Co
Ditulis oleh Jombloo Dot Co

Suatu malam pada tahun 2011. Sebuah pesan singkat darimu masuk ke ponselku.

Kalau kamu sampai macam-macam sama dia, jangan pernah berhubungan sama aku lagi.

Begitulah isi pesanmu. Aku lupa membalas apa, atau malah tak membalasnya. Semua kejadian punya sebab dan akibat, termasuk pesan singkatmu itu.

Aku masih ingat kenapa itu terjadi. Tahun 2011 menjelang masuk SMA. Aku mendengar kabar bahwa mantanmu yang melegenda itu dan tahu segala hal tentang dirimu itu, pulang dari perantauannya. Membawa senyum dan bahagia yang kaupuja (haaalaah). Sementara waktu itu aku dan kamu sedang menjalin kasih. Entah aku dan kamu, atau aku dengan bayanganmu saja.

Sejak kepulangannya, sikapmu padaku mulai berubah. Aku gelisah. Sepanjang malam aku hanya mencari informasimu dengannya. Menggali segala sumber yang kupunya sampai menyesakkan dada saja. Emosiku meluap-luap tak tertahan. Aku ingat, saat itu kubanting HP-ku hingga pecah belah. Syukur, masih berfungsi kembali. Sampai pada satu titik aku mengirim sebuah pesan singkat padamu yang berbau amarah dan benci. Berbau cemburu dan caci maki yang tersembunyi. Sampai akhirnya kau mengirim sebuah pesan seperti yang tertulis di atas. Ah, konyol sekali!

Tapi, tahukah kau? Aku sempat menyesal melakukannya. Aku menyesal karena menurutku itulah yang menyebabkan aku kehilanganmu. Cemburu dan emosi yang terlalu. Namun, saat ini tidak lagi. Aku tidak menyesal sama sekali. Malah aku ingin mengucapkan terima kasih. Karena kejadian itu membuat aku lebih mengenal diriku. Bukankah semua hal yang terjadi dalam hidup adalah lebih mengenal diri sendiri dan menyesuaikan diri? Untuk proses yang jauh dan lebih panjang lagi? Dan dewasa bersama peristiwa-peristiwa itu? Aku sungguh ingin mengucapkan terima kasih banyak sekali kepada kamu, D!

Untuk lebihnya, mengapa aku menulis surat ini adalah aku ingin meminta maaf, D. Di titik ini, setelah melewati beberapa tahap hidup, aku merasa sangat perlu untuk minta maaf atas kejadian konyol di atas. Sebab berkat kejadian itu pula kita tak berkomunikasi lagi.

Aku tak menyimpan benci lagi, D. Tapi aku tak tahu apakah kau masih membenciku.

Aku minta maaf sekali untuk 5 tahun lalu yang begitu bodoh. Kupikir lagi sangat wajar, bocah berumur belasan sepertiku sampai melakukan hal itu. Berhubung kita berdua sudah kepala dua, apa salahnya kita saling memaafkan dan bertegur sapa kembali? Berinteraksi dan merobohkan tembok yang entah aku apa kau yang menciptakannya. Tembok yang membuat kita saling menghilang di kehidupan satu sama lain.

Aku di Jogja, kau di Solo. Kita sudah sama jauh dari rumah. Jauh dari masa lalu kita aku yang tolol itu. Aku berharap kau mau memaafkannya.

D. Bagaimana kehidupanmu sekarang? Kuliah lancar? Udah makan? Apa kamu masih sering begadang? Ingat loh itu tidak baik buat kesehataanmu, kesehatanmu nomer satu!

D. Kudengar kau baru saja putus dengan pacarmu yang kemaren itu? Yang kata adikmu sebagai kakak ipar yang baik hatinya dan sangat ideal itu, begitu cerita dari adikmu saat mengobrol bersamaku di suatu malam. Kok bisa putus? Kan udah lama? Kan katanya baik? Katanya ideal?

Eh ehh, maaf kalau aku terlalu kepo. Aku hanya terlalu bersemangat saja. Sekali lagi maaf ya D, untuk 5 tahun lalu yang konyol itu.  Jadi kapan kita bisa ngedate bareng lagi? Mana tahu kita benar-benar jodoh. *ehh

Teruntuk kamu yang dulu senang mencubit dan mengganggu. Terima kasih dan maaf.

Tentang Penulis

Jombloo Dot Co

Jombloo Dot Co

Situsweb yang digerakkan dengan semangat kasih sayang.

Jombloo.co - Pilihan untuk bahagia.