Surat Cinta

Jadi, Kapan Kamu Fokus Untukku?

Arya Iman Fatio
Ditulis oleh Arya Iman Fatio

Untukmu yang “katanya” sedang fokus…

Hai! Sudah lama kita tak saling berbincang, setelah kejadian pada malam itu. Malam di mana angin tak terlalu kencang, rembulan masih bersinar terang, namun tiba-tiba dirimu membawa badai dalam hubungan kita. Waktu itu kamu putuskan hubungan kita dengan alasan yang sangat klasik: ingin fokus berkarier.

Sebenarnya aku tak begitu terkejut dengan alasan fokusmu itu. Toh, dirimu pernah melakukan hal yang sama padaku sebelumnya. Bukan satu atau dua kali, tapi berkali-kali.

Entah kau ingat atau tidak, saat awal kita bertemu. Waktu itu kita terkena cinta lokasi di ruang kelas yang sama. Ingat tidak? Waktu itu kita baru kelas satu SMK. Masa-masa di mana sebutan untuk jenis cinta pada usia kita mulai berubah. Dari cinta monyet menjadi cinta gorilla.

Tak lama kita mbribikan, akhirnya kita jadian pada akhir semester. Namun sayang, usia cinta gorilla kita hanya berumur 2 bulan. Bahkan untuk usia jagung pun itu baru tahap pemupukan susulan, belum tumbuh jagung secuil pun.

Alasanmu adalah ingin fokus belajar agar dapat peringkat terbaik di kelas. Sungguh alasan yang sangat mulia sekali pikirku. Oleh karena itulah aku merestui perpisahan kita. Toh kata Pak Anies Baswedan, pendidikan itu hal yang utama.

Hari berganti, waktu berjalan. Kisah cinta yang kita sepakati untuk kandas, kembali lagi ke permukaan. Setelah dua tahun kau fokus dengan belajarmu, akhirnya kau mulai merajuk kembali padaku.

Aku tahu sebenarnya selama dua tahun kau tak pernah benar-benar fokus belajar. Di samping belajar, kau pun nyambi berpacaran dengan mas-mas tampan idolamu dari kelas sebelah. Tapi yo aku rapopo. Namanya manusia, pasti punya salah dan akan berusaha memperbaiki kembali kesalahan itu.

Namun kau ingat tidak? Hubungan kedua kita kembali kandas dalam waktu yang sedikit lebih lama dari yang pertama, yakni 4 bulan. Kali ini alasanmu tak jauh beda dengan yang pertama, yakni kau harus fokus untuk ujian nasional.

Dan apa kamu ingat apa yang aku lakukan? Lagi-lagi aku merestuimu. Entah bodoh atau memang cinta, toh dua sifat tersebut tipis bedanya, tapi memang nyatanya aku setuju dengan keputusanmu yang akan fokus ujian nasional.

Tak mau dibohongi dengan surat Al-Maidah 51, eh dengan dirimu maksudnya. Kali ini aku tidak mengambil jarak terlalu jauh. Aku tetap mengawasimu siang-malam. Dari mulai bayar tetanggamu untuk terus memantaumu di rumah, hingga bolak-balik di timeline akun media sosialmu. Semua kulakukan agar kamu benar-benar fokus, gak lagi nyambi sana-sini.

Akhirnya kita lulus sekolah, aku senang bukan kepalang. Bukan karena aku bisa terlepas dari sekolah yang memuakkan itu, namun karena akhirnya kamu tak dapat beralasan lagi untuk fokus belajar. Dan kita pun kembali jadian…

Dan datanglah malam tadi, di saat kau sudah tak fokus belajar, akhirnya kau menemukan alasan untuk pergi. Yah… kamu ingin fokus berkarier.

Jujur saja aku ingin mengelak untuk perpisahan kali ini. Ingin rasanya agar kamu tahu, bahwa aku juga perlu difokusi, sama seperti kamu fokus belajar, sama seperti kamu fokus berkarier. Toh belajar, karier dan aku juga sama-sama masa depanmu kan?

Tapi itu urung aku katakana. Toh jika nanti kita menikah dan punya anak, kau juga akan tinggalkanku. Dengan alasan, ingin fokus merawat anak…

Halaaahhhhh……

Tentang Penulis

Arya Iman Fatio

Arya Iman Fatio

Penulis dinding yang sering ngaku jomblo. Bekerja sebagai IT Support bukan Hati Support.

  • feronica Tan

    $jadi-kapan-kamu-fokus-untukku/jadi-kapan-kamu-fokus-untukku/

    Main Games sambil cari Rupiah – Gabung aja bersama Agen Poker S1288POKER | BBM : 7AC8D76B

  • Natalee Pawn

    FREECHIP TANPA di undi Rp 100.000,- BBM >> 7AC8D76B
    gak ada banyak syarat.. s128poker.co

  • maria handayani

    P`0`K`E`R`V`1`T`A
    D.8.E.B.7.E.6.B
    ##